menikahi tunangan kakak ku

menikahi tunangan kakak ku
Draft


__ADS_3

Ma nanti kita balik lagi kok, kita bakal nginap disini" ucap asfi yang membuat galen melotot ke arah asfi galen tak mau malam nya dipenuhi dengan pertanyaan dari orang tua nya


"beneran nih?" tanya dina


"gk ma " ucap galen yang membuat dina sedikit kecewa


"apa sih kak , kita nginap kok ma" ucap asfi tersenyum kepada dina


"yaudh ma kita berangkat dulu" ucap galen yang langsung menarik asfi pergi


sekarang mereka sedang berada di sebuah cafe tempat dimana galen bertemu dengan klien nya sedangkan asfi ia sedang bersama asisten galen mereka duduk di meja yang berbeda dengan galen karna tak mau menganggu pembicaraan galen


"bos galen sekarang udah banyak perubahan ya" ucap jefri


"perubahan gimn?" tanya asfi


"gk dia lebih frendly aja sama karyawan" ucap jefri


"sama kayawan cewe juga?" tanya asfi


"gk buk, bos galen klo sama karyawan cewe cuma bahas hal yang penting penting aja" ucap jefri


"gausah panggil buk emng aku tua banget" ucap asfi


"trus siapa" tanya jefri


"asfi aja" ucap asfi


"kalo aku panggil kamu kakak boleh " tanya asfi


"boleh buk ehh asfi maksudnya" ucap jefri


"kak jefri udah nikah" tanya asfi


"ngapain lo nanya gitu mau nikah sama dia" ucap galen yang entah kapan datangnya


"sejak kapan kak galen disini " tanya asfi


"baru aja" ucap galen meminum minuman asfi


"klien kemana bos? " tanya jefri


"udah pulang " ucap galen


"kalian gk pesen makanan?" tanya galen


"belum waktunya makan siang sih tapi kalo dibungkus boleh lah" ucap jefri


"yaudh pesen trus" ucap galen kepada jefri


"kamu sayang? gk pesen apa apa" tanya galen yang membuat asfi heran tumben ia memanggilnya sayang


"gk usah kak nanti aja " ucap asfi


"jef lu pesan trus ni uangnya gue mau pergi dulu" ucap galen memberikan uang kepada jefri


"iya bos" ucap jefri


"gaush gitu diluar jam kerja ini biasa aja ngomongnya" ucap galen kepada jefri yang sudah dianggap sebagai temannya


"iya makasih uangnya, sering sering kaya gini ya" ucap jefri tersenyum bahagia


"bokap lo kaya ngapain sih lu kerja sama gua" tanya galen


"gue gk mau debat sama saudara gue biarin aja mereka yang ngurus perusaan papa nanti klo udah jatuh baru gue yang bakal tangani dan mereka gk akan bisa lagi ikut campur" ucap jefri

__ADS_1


"lu kira gampang apa bangun perusahaan yang udah hancur" ucap galen


"tenang gue udah siapin semuanya" ucap jefri


"yaudh gue pergi dulu" ucap galen


"yok sayang" ucap galen kepada asfi


asfi dan galen kini sedang berada di perjalanan


"kita mau kemana ini sayang" ucap galen


"kak galen kok manggil aku sayang sih" tanya asfi


"kenapa emang gk boleh" ucap galen


"bukan gk boleh tapi aneh aja gitu" ucap asfi


"nanti kalo udh terbiasa gk akan aneh lagi itu" ucap galen


"kak galen udh suka sama aku ya?" tanya asfi


"klo iya lo bakal pergi?" tanya galen balik


"gk aku bakal menghilang" ucap asfi tersenyum


"gk gue bakal ikat lo sampe lo gk bisa kemana mana" ucap galen


"tapi aku punya magic" ucap asfi


"hahah lucu" ucap galen yang tak tersenyum


"serius buktinya dengan magic yang aku punya aku bisa buat kak galen suka sama aku" ucap asfi


"aku lupa mantranya" ucap asfi


"sekarang kita mau kemana" tanya galen


"ke taman aja" ucap asfi


"emng ada apaan di taman?" tanya galen


"gausah banyak tanya" ucap asfi


"wih dejavu gue" ucap galen


"ya iya lah orang itu tadi bahasa gk galen yang dulu" ucap asfi


akhirnya mereka tak pergi ke mana mana hanya jalan jalan tak tau tujuan dan kini mereka sedang berada di rumah orang tua galen


"ngapain" tanya asfi meletakkan dagunya di pundak galen yang sedang duduk


"kamu gk punya mata ya" ucap galen tersenyum kepada asfi


"ihh tinggal jawab aja susah banget " ucap asfi yang langsung pergi namun galen tiba tiba menarik asfi hingga jatuh ke pangkuan nya


"ih kak galen apaansi" ucap asfi yang ingin pergi namun sepertinya galen tak ada niatan untuk membiarkan asfi pergi


galen hanya memandang asfi sambil tersenyum membuat asfi sedikit merasa ngeri


"kamu cantik" ucap galen


"emng iya" ucap asfi mengibaskan rambutnya


"jangan dekat dekat sama cowok lain ya walaupun cowok itu temen deket aku atau asisten aku" ucap galen yang menekan kan kata asisten sepertinya ia cemburu melihat kedekatan asfi dan jefri tadi

__ADS_1


"kak galen cemburu ya" ucap asfi


"iya kenapa emng" ucap galen yang langsung mencium asfi


"itu hukuman buat yang tadi kalo kamu ngulangin lagi aku bakal lakuin hal yang lebih dari ini" ucap galen


"kak galen jangan cium cium, ciuman aku tu buat orang yang spesial" ucap asfi


"ya orang spesial itu gue" ucap galen


"gk bukan kak galen kok" ucap asfi


"bangun lu" ucap galen yang tiba tiba menyuruh asfi bangun dari pangkuan nya


"hhe marah" ucap asfi tertawa


galen menutup laptopnya lalu berbaring di kasurnya menutupi dirinya dengan selimut tanpa melihat asfi


"kak galen kenapa" tanya asfi membuka selimut galen


"awas ah gue mau tidur" ucap galen


asfi pun berbaring di samping galen lalu memeluk tuhuh galen yang terbungkus dengan selimut dengan gemas


"awas asfi" ucap galen


asfi pun duduk di kasur


"cilup ba " ucap asfi seraya membuka selimut galen


"woy galen jangan kaya bocah lu" ucap asfi menirukan suara cowok ya malaupun gagal


"bilang apa lo" ucap galen membuka selimutnya


"cup" asfi tiba tiba mencium galen di pipi


"udah jangan marah ya" ucap asfi mengelus kepala galen


galen meletakkan jari di bibirnya sendiri "disini baru gue gk marah lagi" ucap galen


"yaudh" asfi mencium galen tepat di bibirnya namun galen sepertinya tak ingin melepaskan


"jadiin gue orang spesial di hidup lo" ucap galen yang kemudian menciun asfi lagi hingga akhirnya hal yang dina harapkan terjadi


*


*


*


keesokan paginya asfi terbangun namun ia tak melihat galen di sampingnya


"aduh badan gue sakit banget" ucap asfi


namun tiba tiba asfi mengingat memori semalam


"itu pasti mimpi" ucap asfi yang hendak ke kamar mandi


"anjrot baju gue mana" ucap asfi kaget melihat tubuhnya dalam keadaan polos


"ceklek" suara pintu terbuka


asfi buru buru menutupi dirinya dengan selimut ketika melihat galen yang membuka pintu


"pagi sayang" ucap galen

__ADS_1


__ADS_2