
"kak galen ngapain tidur di sini" tanya asfi
"emng gk boleh " ucap galen
"kak galen kan punya kamar sendiri" ucap asfi
"udah lah gue mau tidur" ucap galen yang naik ke kasur asfi dan tidur lagi
"kak turun " ucap asfi menggoyangkan badan galen
galen memegang tangan asfi dan menggerakkan tangan asfi ke kepala nya
"elus" ucap galen
asfi dengan kesal mengelus kepala galen
"kak galen gk kerja hari ini" tanya galen
"gk males gue" ucap galen dengan mata terpejam
"yaudh aku ke kamar mandi dulu" ucap asfi yang hendak bangun namun galen tak membiarkannya
"nanti aja lu elus pala gue dulu sampek gue tidur lagi" ucap galen
"kak galen kenapa sih gk kaya biasanya" tanya asfi
,
galen sendiri juga tak tau kenapa akhir akhir ini ia selalu nyaman saat berada deket dengan asfi
"kak galen suka sama aku ya?" tanya asfi becanda
"iya" jawab galen dengan singkat namun berhasil membuat asfi kaget
"bagus berarti gk lama lagi aku bakal jauh dari kak galen" ucap asfi
"kenapa" tanya galen yang mengangkat kepala nya melihat ke arah asfi
"kan dulu aku pernah bilang aku bakal buat kak galen suka sama aku trus aku bakal pergi jauh dari kak galen " ucap asfi
"terserah lo lagian gue juga gk akan pernah suka sama lo" ucap galen
"yaudh aku mau ke kamar mandi dulu" ucap asfi
"gk boleh tunggu sampe gue tidur dulu" ucap galen
"yaudh cepet tidur nya" ucap asfi kesel
*
*
*
singkatnya dua bulan berlalu dan terlihat rumah tangga asfi yang sangat berubah drastis begitupun dengan sikap galen yang mulai menerima asfi
"ngapain lu" tanya galen sambil membuka kulkas tanpa ada tujuan
"lagi berenang kak" ucap asfi yang sedang masak
__ADS_1
"buatin gue minum" ucap galen memeluk asfi dari belakang
"gausah peluk peluk masi pagi" ucap asfi yang berusaha melepas tangan galen dari pinggang nya namun nihil
"lepas dulu kak aku lagi masak" ucap asfi
"gue tau emng kenapa lagian gue udah wangi kok" ucap galen yang sudah mandi
"awas kak aku mau ambil sayur di kulkas" ucap asfi
"nanti aja" ucap galen menenggelamkan wajahnya di leher asfi
"kak galen geli tau, aku tampol pake paci ni" ucap asfi
galen pun melepas pelukan nya
"semalam mama nelpon gue katanya dia kangen sama lo" ucap galen
"kak galen hari ini ke kantor gk" tanya asfi
"emng kenapa lo nanya" ucap galen
"gk klo kak galen gk ke kantor hari ini rencana nya mau ke rumh mama" ucap asfi
"yaudah hari ini kita ke rumah mama" ucap galen
"lu masak apa sih gk siap siap" tanya galen
"hampir siap sabar" ucap asfi
singkatnya setelah memasak asfi dan galen pun makan bersama
setelah itu mereka bersiap siap ke rumah orang tua galen
"gk lu jelek banget" ucap galen yang sebenarnya terpukau melihat kecantikan asfi
asfi menatap galen kesal lalu ia berkaca di cermin
"bagus kok, cih ngapain juga gue nanya sama orang buta" ucap asfi sambil berkaca
galen hanya tersenyum lalu ia bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah asfi
"lu mau gimana pun tetap cantik kok" ucap galen yang memeluk asfi dari belakang
"apasih kak peluk peluk awas gk" ucap asfi
bukan nya melepas galen justru mencium pipi asfi berkali kali
"kak galen awas" ucap asfi yang menjauhkan kapala galen darinya
"berangkat sekarang" tanya galen
"bentar" ucap asfi yang masih berkaca memastikan penampilan nya bagus
"lu udah cantik kok gausah ngaca lagi" ucap galen
"iya bener sih, tapi kenapa aku kecil bangat ya kalo sama kak galen" ucap asfi
"hhh emng iya" ucap galen meletakkan tangan nya ke kepala asfi seolah olah iya ingin menyombongkan dirinya yang tinggi
__ADS_1
"gaush gitu, udah ah ayo berangkat sekarang" ucap asfi yang langsung mengambil tas nya dan pergi
"akhirnya gue gila" ucap galen yang gemes sendiri melihat asfi lalu menyusul nya
singkatnya sampailah mereka di rumah orang tua galen
dan disinilah mereka sedang duduk berbincang bincang sampai tiba tiba dina menanyakan sesuatu sehingga membuat asfi dan gelen terdiam
"kalian kapan sih kasi mama cucu" tanya dina
"eum papa juga udah gk sabar gendong cucu" ucap jehan
"kalian cepet cepet ya jangan sampek keburu tetangga yang duluan gendong cucu" ucap dina
"kalian harus usaha lebih keras" ucap dina lagi
sedangkan asfi dan galen tak tau harus bereaksi seperti apa mereka hanya bisa diam dan sesekali mengecek hp berharap ada yang menelpon mereka supaya bisa lari dari pertanyaan dina dan jehan
"kalian denger gk mama ngomong apa?" tanya dina yang melihat putra dan menantunya hanya diam saat ia bertanya bahkan mereka terkesan tak peduki dengan apa yang jehan dan dina katakan
"iya kita bakal usaha lebih keras, mama sama papa gausah khawatir pasti kalian juga bakal gendong cucu" ucap galen
sedang kan asfi tak tau harus berkata apa jangan kan untuk menjawab, pertanyaan nya saja masih ia cerna
tiba tiba hp galen berdering membuat galen sangat senang ia berjanji akan berterima kasih kepada si penelpon
"ma bentar ya " ucap galen yang langsung pergi
sedangkan asfi hanya bisa tersenyum melihat kedua mertuanya
"asfi minum dulu airnya" ucap jehan
asfi pun meminum air
"giman kalo kamu sama galen pergi honeymoon" ucap dina antusias
pernyataan itu membuat asfi tersedak dengan air yang ia minum
"heh pelan pelan minum nya" ucap dina yang kemudian duduk di samping asfi dan mengelus punggung asfi
"kak galen lu ngomong apaan sih lama banget" batin asfi
sementara galen iya tiba tiba ditelpon oleh sekretaris nya bahwa ada pertemuan hari ini
"ma galen kayanya gk bisa lama ada pertemuan sama klien penting " ucap galen
"yaudh kamu pergi aja tpi asfi tetap disini" ucap dina
galen pun melihat asfi yang menatap galen dengan tatapan memohon agar ia bisa ikut dengan galen
namun galen tersenyum ramah kepada asfi membuat asfi seketika melihat galen dengan tatapan tajam galen tak peduli ia berusaha menahan senyumnya
"yaudh pa ma galen pergi dulu ya" ucap galen melihat asfi
"yok sayang " ucap galen mengulurkan tangan nya kepada asfi, asfi menerima uluran tangan tersebut dengan terharu
"loh kok asfi dibawa " tanya dina
"e itu ma aku mau bawa asfi makn siang nanti habis pertemuan" ucap galen berusaha membuat ibunya percaya
__ADS_1
"iya pergi aja sna " ucap dina ngambek
"ma nanti kita balik lagi kok, kita bakal nginap disini" ucap asfi yang membuat galen melotot ke arah asfi galen tak mau malam nya dipenuhi dengan pertanyaan dari orang tua nya