menikahi tunangan kakak ku

menikahi tunangan kakak ku
mengajak pulang


__ADS_3

Galen, papa mau bicara sama kamu" ucap jehan yang pergi ke kantor galen


"emng gk bisa dirumah aja pa sampai papa harus ke kantor?" ucap galen


"tadi papa ketemuan sama pak hendra trus dia bilang kalo asfi sekarang dirumahnya, dan dia bawa koper " ucap jehan


"lah emang kenapa kalo dia bawa koper" tanya galen


"kenapa kamu tanya, itu berarti dia gk betah tinggal sama kamu, kamu apakan dia hah?" tanya jehan


"nggak ngapa-ngapain kok" ucap Galen


"papa nggak mau tahu kamu harus bawa pulang asfi ke rumah kamu dan tolong perlakukan dia layaknya seorang Istri kalau nggak papa bakal cabut kepemilikan kamu di perusahaan ini paham" ucap pak Jihan tegas


"tapi Pah, Papa nggak bisa kayak gitu dong masa cuman gara-gara asfi papa sampai mau cabut kepemilikan aku di perusahaan ini lagian dia sendiri kok Yang mau pulang ke rumahnya" ucap Galen


"terserah dalam waktu 3 hari kalau kamu nggak bawa asfi ke rumah Papa bakal cabut kepemilikan kamu di perusahaan ini" ucap pak Jihan yang langsung pergi


"ahh asfi lo masalah di hidup gue" ucap galen mengepal tangan nya


keesokan harinya


jam sudah menunjukkan pukul 09.00 terlihat asfi yang belum bangun dari tidurnya sehingga mira yang harus membangunkan nya sebenarnya mira tak masalah jika asfi bangun telat tapi karna ada hal penting makanya ia membangunkan nya


"nak bangun dulu nak " ucap mira mengusap sambil kepala asfi


"bentar ma lima menit lagi" ucap asfi dengan suara memalas


"bangun nggak atau kamu bakal gk kebagian


nanti " ucap mira


"iya mah ini aku bangun sekarang aku ke kamar mandi dulu nanti aku turun mama turun duluan aja" ucap asfi yang langsung bergegas ke kamar mandi sementara mira hanya tersenyum dan keluar dari kamar asfi


"emang ada apa sih sampai kalau aku nggak bangun sekarang bakal kehabisan emang apanya makanan ? " ucap asfi sambil mencuci muka dan setelah itu ia menggosok gigi dan langsung turun ke bawah


saat berjalan di tangga tiba-tiba ia berhenti karena melihat pemandangan di depannya yang membuatnya terkejut serta kesal ya itu adalah galen dengan ayah dan ibunya yang entah mengapa mereka ke sini, asfi sendiri ia tak kesal dengan ibu dan ayah mertua nya tapi ia kesal dengan galen


"ngapain si galen ke sini" ucap asfi sinis


asfi pun berbalik hendak berjalan ke kamarnya namun mira yang melihat itu langsung memanggilnya


"sayang sini" ucap mira dan asfi pun tak bisa mengelak lagi ia pun turun dengan wajah yang kesal namun ia tetap tersenyum kepada mertua nya tapi tidak dengan galen, setelah itu dia duduk di samping ibunya

__ADS_1


"ma ada apa sih" tanya asfi kepada mira


"sayang" panggil dina ibu mertuanya


"galen ngomong" ucap dina sambil menyenggol lengan galen


sedangkan galen dengan muka pura pura menyesal meminta maaf kepada asfi dan keluarga nya


"ma ,pa aku minta maaf karna udah berperilaku tidak baik kepada asfi" ucap galen dengan wajah sedihnya yang membuat asfi rasanya ingin menggiling wajah galen


"dan kamu juga asfi aku minta maaf karna perilaku aku yang buat kamu kesal aku gitu karna aku masih kesal sama kejadian tempo lalu aku masih gk terima aja gitu ditinggal di hari nikah hal itu yang buat aku kesal dan kamu yang jadi korban nya aku bener bener minta maaf " ucap galen penuh drama


asfi tak menjawab sehingga membuat dina berbicara


"asfi kamu mau kan pulang ke rumah kamu lagi ucap dina


"rumah aku?" ucap pasti bingung


"ya rumah kamu dan juga galen, apa yang jadi milik galen itu juga menjadi milik kamu"


ucap dina


"jadi kamu mau ya pulang ke rumah" ucap dina lagi


iya begitu supaya mimik galen yang asli keluar dan bener saja, sudah terlihat dari wajah galen yang mulai kesel


"ayo keluarin semuanya" ucap asfi dalam hati


"jadi kamu mau kan pulang sama aku" ucap galen


"untuk hari ini aku nggak mau karena aku masih kangen kamu keluarga aku" asfi diam sejenak


"gimana kalau kakak galen yang menginap disini aja" ucap pasti senyum lebar


ingin rasanya galen menolak tapi ibunya dina terlebih dahulu mengiyakan hal tersebut membuat galen bertambah kesal ingin rasanya dia mengamuk jika tak memikirkan tentang perusahaan


akhirnya setelah berbincang-bincang dina dan suaminya pun pulang sedangkan galan tinggal di rumah keluarga asfi karena ia akan menginap malam ini


galan yang berada di kamar asfi hanya bisa menatap asfi dengan tatapan tajamnya membuat asfi ketawa bukan takut


"muka lo kenapa gitu" ucap asfi yang menahan senyumnya


galen kaget mendengar asfi memanggil "lo" galen pun bangun dari kasur dan berjalan ke arah asfi yang sedang duduk di sofa kamarnya

__ADS_1


"kenapa lo" tanya asfi yang lagi lagi memanggil galen dengan sebutan "lo"


"ngomong apa tadi lo" tanya galen yang menunduk dan ia mendekatkan wajahnya ke arah asfi


dibanding takut asfi malah mendekatkan wajahnya sehingga mengikis jarak di antara mereka berdua


galen segera menjauhkan wajahnya iya yakin pasti saat ini asfi sedang gila


"kenapa" tanya asfi


"udah berani lo panggil gue pake kata lo" tanya galen kesal


"emng kenapa suka suka gue dong lagian gue juga belajar dari lo yang selalu ngelakuin sesuatu suka suka lo tanpa mikir orang lain" ucap asfi menatap galen


"lo " ucap galen mencengkam muka asfi dengan tangannya


sedangkan asfi justru membuat fly kiss yang membuat galen jijik


"udah gila lo ya" tanya galen yang bingung terhadap asfi


"kaya yang lo liat gimana" ucap asfi


"lo bisa gk sih sopan dikit" ucap galen yang mulai sedikit meninggikan suaranya


"shutt jangan ajarin gue sopan kalo lo gk tau cara menghargai" ucap asfi mulai serius


"jadi lo pengen gue hargai lo? gk akan pernah" ucap galen


"maka jangan harap gue bakal sopan sama lo" ucap asfi yang kemudian tertawa membuat galen lagi lagi bingung


"aku cuma becanda kok kak" ucap asfi yang masih tersenyum


"jangan di masukin hati ya" ucap asfi tersenyum manis


"becanda lo gk lucu" ucap galen


"iya iya maaf tadi aku cuma pengen liat reaksi lucu kak galen aja , sekarang aku harus apa biar kak galen maafin aku " tanya asfi


"cih" ucap galen yang berjalan ke kasur dan berbaring


asfi pun menghampiri galen dan ikut berbaring di samping nya


"kak kalo suatu hari ka galen suka sama aku gimana?" tanya asfi

__ADS_1


"gk akan pernah" ucap galen


__ADS_2