menikahi tunangan kakak ku

menikahi tunangan kakak ku
party


__ADS_3

"lo pengen banget pergi ya?" tanya galen


"gk terlalu" ucap asfi


"yaudah bentar gue mandi dulu" ucap galen yang langsung ke kamar mandi serta tak lupa membawa baju yang asfi bawa tadi


"kak galen seriusan gpp ni" ucap asfi


"eum" ucap galen


asfi pun bersiap siap ia mengenakan jeans kulot dan atasan crop top hoodie, asfi pun duduk di meja rias dan merias wajahnya


20 menit kemudian galen keluar dari kamar mandi ia hanya menggunakan hoodie dan celana kain hitam


"rambut keringin dulu" ucap asfi yang masih sibuk dengan riasannya


"keringin" ucap galen


"gk bisa aku lagi sibuk" ucap asfi


galen menghampirinya dan menatap wajah asfi dengan jarak yang dekat namun tak lama kemudian ia menjauh


"lipstik lo ketebelan hapus" ucap galen


asfi melihat ke arah kaca


"tebel dari mana udah bagus ini kok" ucap asfi


"kaya tante tante muka lo" ucap galen


asfi yang kesal mengambil handuk yang dipegang galen lalu menggosok rambut galen menggunakan handuk tersebut dengan kasar


"gila lo ya" ucap galen


"ya tente ini emng gila kenapa hah" ucap asfi kesal


"udah jam 8 lebih itu rambutnya gausah dikeringin lagi nanti juga kering sendiri, berangkat sekarang yok" ucap asfi


"bentar gue pake bedak dulu" ucap galen


"nanti aja di mobil" ucap asfi


"gue juga mau make farfum" ucap galen


"yaudah ni" asfi menyerah kan farfum kepada galen


"lu beli ini buat siapa sih" ucap galen


"buat lu" ucap asfi yang langsung keluar kamar begitupun dengan galen yang menyusul


"bentar gue ambil kunci mobil dulu di kamar" ucap galen yang tersenyum ia suka melihat muka asfi yang cemberut


sementara asfi ia merasa galen sengata mungulur waktu sedari tadi


"mobil kak galen kan gk pake kunci " ucap asfi


"remot mobil maksud gue"


"ihh remotnya di tangan kak galen" ucap asfi


"iya iya ayo berangkat" ucap galen yang masuk ke mobilnya begitu pun dengan asfi


"bentar dompet gue ketinggalan " ucap galen

__ADS_1


asfi menatap galen dengan tatapan mematikan lalu menunjuk kan dompet gelen yang sudah dimasukkan ke dalam tas nya


"oo udah lu bawa ,yaudah ayo" ucap galen yang mulai melajukan mobilnya


saat di perjalanan asfi terlihat masih kesal dengan galen


"habis ini kemana " tanya galen yang tak tau dimana viila jessi


"belok kiri, bentar lagi nyampek" ucap asfi dengan datar


"bentar lagi nyampek?" tanya galen


"iya" ucap asfi


"bedak gue belum lu pakein " ucap galen sok panik


"sini aku pakein" ucap asfi yang mengambil bedak dari dalam tasnya


asfi pun mendekat ke arah galen dan memakaikan nya bedak


"udah 2 kali aku yang pakein bedak" ucap asfi


"kenapa emng" tanya galen


"kaya bayi tau gk " ucap asfi


"udah siap, apa lagi yang belum" tanya asfi


akhirnya mereka sampai ke villa jessi betapa kagetnya asfi saat melihat sangat banyak muda mudi di villa tersebut


"ini bakar bakar?" tanya galen


"entah masuk aja yok" ucap asfi yang langsung masuk


"untung gue ikut klo gk, bisa lupa lo kalo udah nikah " ucap galen memegang tangan asfi


"udah ca jessi mana" tanya asfi


"disana yok gue anter" ucap caca


asfi dan galen mengikuti caca dan terlihat jessi dian dan beberapa remaja lainnya


"jess ?" panggil caca


"as sini gabung" ucap jessi


asfi dan galen pun gabung bersama mereka namun galen merasa tak suka dengan teman laki laki jessi yang selalu memandang wajah asfi


"kapan lu makan gorengan " bisik galen kepada asfi


"gorengan apaan?" tanya asfi


"bibir lu berminyak banget " ucap galen


"ini bukan minyak tapi lipglos" ucap asfi


"jelek banget" bisik galen lagi


asfi pun berkaca di hp nya dan lips nya terlihat biasa aja tak sejelek yang galen ucapkan


"lu ngapain pake baju kelitan perut gk cukup bahan" tanya galen


"apasih kak" ucap asfi

__ADS_1


galen mengambil tisu dan mengelap lipstik asfi yang lumayan merah


"kak galen" ucap asfi marah


"as lu mau makan apa" tanya jessi


"ayam bakar" ucap asfi terlihat kesal


"maaf kita gk maksud buat boongin lo kok tapi kalo kita jujur lo gk akan dateng pasti" ucap dian


"yaudah gue ke kamar mandi dulu ya" ucap asfi dan pasti galen mengikutinya


sampai lah asfi di depan kamar mandi


"kak galen tunggu disini " ucap asfi


galen pun menunggu asfi namun ia terlihat kesal saat asfi kekuar


"bagus tambahin lagi" ucap galen yang melihat asfi memakai lipstik lagi


"lap gk" ucap galen


"kenapa sih kak" ucap asfi


"lap sendiri atau gue yang lap" ucap galen


asfi tetap nyolot tak mau mengelap lipstik nya sampai tiba tiba galen mendekatkan dirinya ke asfi sampai asfi tersudut ke dinding ,asfi yang tetap kekeh tak mau mengelap lipstik sampai akhirnya galen mencium nya


asfi melotot kaget dan segera mendorong galen


"aa kak galen udah gila ya" ucap asfi mengelap bibirnya


"lap atau kita lanjut" ucap galen


asfi tak ada pilihan lain ia segera mengelap lipstik nya


", puas? " ucap asfi yang berjalan meninggalkan galen


"bisa gila gue" ucap galen mengelap bibirnya dan menyusul asfi


"muka lo kenapa gitu kan kita udah minta maaf" ucap caca yang melihat muka asfi cemberut


namun tiba tiba galen datang hal itu membuat asfi menatap galen dengan tajam dan langsung pergi


galen juga mengikutinya


"mereka kenapa sih" ucap caca bingung


di tempat lain asfi sedang berbincang dengan beberapa teman SMA nya sementara galen hanya bisa memandang asfi entah kenapa ia merasa tak suka jika ada pria yang mendekati asfi ataupun menatap asfi


"gue gk mungkin suka sama dia" ucap galen meyakinkan dirinya jika ia tak menyukai asfi


singkatnya asfi dan galen pulang meskipun party nya belum selesai


sekarang mereka sedang berada di dalam mobil,


asfi yang kelelahan tertidur di mobil sementara galen ia fokus mengemudi sesekali ia akan melihat asfi


dan akhirnya sampailah mereka di rumah


galen yang hendak membangun kan asfi mengurungkan niat nya ia memilih menggendong asfi membawa nya ke kamar asfi ,lalu membaringkannya di kasur, galen yang memang sudah sangat lelah dan ia merasa tak ada salahnya tidur dengan istri nya sendiri akhirnya galen tidur di samping asfi


keesokan paginya asfi terbangun saat pertama membuka matanya ia heran kenapa galen ada di depan wajahnya sampai tiba tiba ia terkejut dan mendorong galen hingga jatuh ke lantai

__ADS_1


"aduh kenapa sih" ucap galen yang mengelus kepalanya yang kejedot lantai


sementara asfi ia mengecek badan nya dan ia lega saat melihat pakaian nya masih utuh


__ADS_2