
Beep, beep, beep.
Dering panjang telepon genggam milik Lola bertalu-talu memekakkan telinga pendengarnya. Lola berlari mengejar suara tersebut, mencari letak hapenya yang ia lupakan, dan membalas dengan, "Assalamu'alaikum, siapa ini?".
"Lola? Ini Lastri, istrinya mas Dirman. Kamu sudah janji kan sama mas Dirman sore ini ke rumah?", jawab Lastri.
"Oh iya, memang rencananya mau ke sana. Alamat mbaknya sudah di-'share loc' kok oleh mas Dirman".
"Mas?", Lastri makin geram dengan kalimat yang terlontar dari mulut Lola.
"Iya? Kenapa ya mbak?".
"Gapapa, 'Mas' Dirman itu sedang ku kurung di kamar mandi. Dia hanya butuh kamu kesini sekarang. Jika tidak, kamu yang ku kurung", ancam Lastri.
"Loh? Kamu apakan suamiku?", tanya Lola.
"Suami? Apa?!".
(Backsound music)
Lastri terkejut mendengar suaminya ternyata bukan selingkuh, melainkan menikah tanpa sepengetahuannya.
Beep. Telepon terputus.
Tok-tok-tok!
"Mas Dirman! Buka pintunya! Aku mau ngomong!", teriak Lastri mengencang tanda naik pitam.
"Ga bisa dek, kamu yang kunci dari luar kan!", jawab Dirman.
"Lah iya".
Ceklek.
__ADS_1
"Mas, kamu jawab jujur! Kamu ada hubungan apa sebenarnya sama Lola? Hah?!", tanya Lastri sambil mencengkram buah anunya.
"Aduh aduh, dek sakit!".
"Loh kok gini aja sakit? Kamu ga ngerasa nyakitin aku mas?", tanya Lastri.
"Lah kamu sendiri ga ngerasa nyakitin aku sekarang?".
Lastri terdiam. Ia sadar bahwa masa depan rumah tangganya bisa hancur kalau tidak ada biji kacang kembar yang tersembunyi di balik kain sarung milik Dirman.
Huft.
Lastri lantas sadar bahwa ia salah, sedikit. Ia memilih untuk mengambil air untuk wudhu lalu mengikat Dirman di kursi meja makan. Kemudian, setelah sedikit tenang, Lastri menyalakan lampu dan mematikan lampu lain di sekitar.
Adegan interogasi dimulai.
"Baiklah, saudara Dirman, mengaku lah! Sudah berapa lama menikah dengan Lola?", tanya Lastri serius.
"Baru dek, sejak kuliah".
____
Tok-tok-tok.
"Assalamu'alaikum! Mas Dirman!", suara wanita memanggil di teras.
____
"Anu dek, bukain pintu, itu Lola".
"Iya, aku tau, aku sering liat 'snapgram' miliknya dan itu suaranya".
Lastri berjalan menuju pintu rumah meninggalkan Dirman yang lemas terikat di kursi interogasi. Dirman sudah menyerah dengan kenyataan bahwa dia akan dibantai habis-habisan seperti sidang skripsinya tempo dulu.
__ADS_1
"Masuk, mbak Lola kan? Itu siapa?", tanya Lastri.
"Amaria Salsabila, istri kedua mas Dirman setelah Lola", jawab Amaria.
Lastri terkejut dan terheran-heran seperti layaknya wanita yang tak berdaya menahan pahitnya kehidupan. Kepalanya berputar-putar seperti ingin pingsan.
____
Sejam kemudian.
"Mas, aku sudah pernah ingatkan, kalau kamu sama Lola ga boleh satu perusahaan mas!", tegas Ria, begitu sapaan akrabnya.
"Lah dek, aku mesti kerja apa kalau gitu? Lola juga yang paling ngebet pengen punya anakku, kan? Kalian aja yang belum mau", jawab Dirman berkelit.
"Iya mas, tapi lihat mbak Lastri ga kuat gini", jawab Lola.
"Diam kamu!", Lastri berteriak mengingatkan Lola.
"Belum selesai aku denganmu, malah kau bawa wanita ini ke hadapanku. Jangan-jangan, Salsa itu juga gundikmu? Benar begitu, Dirman?", teriak Lastri kesetanan.
"Eh, anu dek. Hmmmm. Ga gitu dek ceritanya", jawab Dirman.
"Biar aku yang jawab, mbak Lola ga akan bisa jelasin", sahut Ria.
"Jadi gini mbak, orang tuaku dinas di DPR pusat. Jadi, kami dijadikan model atau percontohan konsep keluarga Rasulullah S.A.W. versi modern. Hanya saja, ini bukan proyek resmi.", jelas Ria berusaha meyakinkan.
"Kemudian, undang-undang yang rencananya akan dibuat adalah tentang nikah siri mbak. Berhubung ada problem masyarakat tentang masa depan anak, jadi, urgensinya ya harus ada proses yang baik. Kami kirim laporan terus kok selama 2 tahun ini. Namun, masalahnya cuma si Salsa. Dia WNA mbak, masih betah di luar negeri. Dia kesulitan untuk membangun hubungan jarak jauh dengan mas Dirman".
Lastri Marselina terkaget-kaget dan tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Ia merasa bahwa kebahagiaannya selama beberapa minggu ke belakang hanyalah palsu. Ia bukanlah yang pertama bagi Dirman, walaupun memang, dahulu ia pernah pacaran dan putus nyambung. Tetapi, bagi Lastri, pernikahan ini adalah sakral dan paling penting baginya, hatinya, dan masa depannya.
Percakapan berlangsung selama berjam-jam hingga matahari mulai tukar 'shift' dengan rembulan di awang-awang. Keempat manusia yang berseteru masih sibuk berbincang dan berkenalan.
Lastri Marselina, seorang ibu rumah tangga. Ia sehari-hari membantu kebutuhan Dirman dan mengisi malam-malamnya dengan cinta kasih. Kemudian, istri Dirman yang pertama semenjak kuliah, Lola Davina. Lola dinikahi secara siri karena orang tuanya yang menuntut untuk meneruskan perusahaannya. Dengan begitu, keberadaan seorang cucu laki-laki sangat dinantikan oleh keluarga Lola. Istri kedua Dirman, Amaria Salsabila, adalah seorang politikus. Ia banyak membantu keluarganya dari balik meja kantornya. Sedangkan, seorang lagi bernama Salsa Van Dijk, turis asing yang ia temui di tempat wisata modern di wilayah selatan pulau Jawa.
__ADS_1
Bukanlah cinta yang salah, bukan?