
Begitu sampai di dalam rumah Joe langsung di suguh kan dengan macam-macam makanan,dengan kebahagiaan Umma menaruh makanan di piring Joe sampai menumpuk.
Tiba-tiba saja Rani adek Azzam yang no 2 pun berkata.
"Umma...Umma kasi makan ke orang loh bukan kasi makan bab*,sampai sebanyak itu Umma,"
Ucap Rani,yang melihat Umma menumpuk makanan di piring Joe.
Ya Rani wanita kalem kalau bicar pedes,tapi ingat Rani paling pendiam jika dia bicara yang lainnya pada diam.
Wanita yang di samping Joe ini hanya tersenyum,tidak seperti yang di depan Joe,malah seperti cacing kepanasan,
dia tidak bisa diam sambil makan suka kali jailin abang nya Azzam.
Joe yang melihat tingkah laku dua mahluk goib ini pun semaki heran,yang satunya bar-bar tapi manja dan yang satunya lagi pendiam tapi tegas.
Setelah selesai makan,mereka semua pun berkumpul di teras karena di teras anginya dingin,tiba-tiba datang Ana duduk di samping Joe.
"Bang besok kita potong rambut ya,"
Ajak Ana,yang melihat rambut Joe terlalu panjang.
Joe yang mendengar itu pun hanya menganggu saja,karena sadar rambut nya pajang馃槯.
Ana yang mendapat anggukan dari Joe pun sangat senang.
Dengan khas nya Ana mulai berbicara.
__ADS_1
"Besok potong rambut,beli baju,abang ganteng tapi seperti orang sawah,"
Ucap Ana,yang melihat Joe tidak terurus.
Sedangkan yang lainnya malah senyum,sedangkan Joe hanya melongok dengan mulut terbuka mendengar mak kondang bicara alias Ana.
Dengan jailnya Rani mengambil bolu coklat dari piring,dengan iseng nya langsung memasukannya kedalam mulut Joe.
Joe yang kaget langsung melongok kesebalah,dan dengan santai Rani berkata.
"Dari pada ke masukan gajah mending ke masukan bolu bang,"
Ucap Rani dengan santai.
Abah yang medengar Rani bicara langsung ngakak,berbeda dengan Azzam.
Ucap Azzam.
Rina yang melihat itu langsung ketawa kepingkal-pingkal sedangkan Umma hanya mengeleng kepalanya saja,Joe yang merasa seperti itu tersentuh hatinya merasa memiliki keluarga lagi.
Dalam hati Joe berkata.
"Begini lah nama nya keluarga harmonis,aku sangat iri,mereka bahagia, mereka tidak pandang bulu,bagi mereka semuanya sama,"
Batin Joe,yang merasa sangat senang melihat keluarga Azzam yang begitu baik.
"Terimakasih Tuhan,kau sangat tau apa yang kurasakan,"
__ADS_1
Lanjut Joe dalam hati.
Karena hari mulai sore mereka semua langsung menuju kamar msing-masing,ada yang sholat ada juga yang mengaji,Joe yang mendengar suara orang mengaji pun langsung keluar kamar ternyata yang mengaji adalah Abah,di musolah kecil di dalam rumah.
Dengan pelan tapi pasti Joe mendekat,tanpa sadar dia duduk di samping Abah dan mendengar kan Abah mengaji,dan sangat indah di dengar.
Karena Joe mendekat Abah pun menghentika mengajinya.
"Maaf Joe...Karena mendengar suara Abah kamu kebangun ya,"
Ucap Abah.
Joe pun langsung menjawab.
"Tidak Abah... Joe suka suara ini,??dia bukan musik tapi bisa menghanyutkan aku,dia bukan lagu tapi bisa membuat hati ku damai,sihir apa dia pakai Abah,??kok Joe merasa nyaman,"
Jawab Joe,yang merasa sangat damai mendengar suara Abah di saat mengaji.
Abah yang mendengar itu sangat tekujut,dengan sabar dan senyum Abah pun menjawab.
"ini bukan lagu atau musik nak,"
Jawab Abah dengan lembut dan tersenyum.
鈻勨劆J嗉橭嗉橢嗉欙富谭炭鈹惶库晲鈹佷竴鉃解灲鉃解灲馃挐馃挐馃挐
LIKE KOME YAA
__ADS_1