
"Dalam kehidupan di zaman ini sering kita melihat orang-orang yang mulia di sisi Allah tapi dipandang sebelah mata oleh manusia, sebaliknya orang yang mulia di sisi manusia ternyata sangatlah hina di sisi Allah,Maka jangan menilai orang cuma dari penampilan fisiknya saja karena kemualiyaan manusia ada pada ketaqwaannya,"
Lanjut Abah menjelaskan kepada Ana.
"Sungguh Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta kalian,akan tetapi Allah melihat pada hati dan amalan kalian.,,Hadits ini mengajarkan kepada kita bawa Allah tidak sekedar melihat penampilan dan rupa seseorang tapi lebih kepada hati dan amalannya, taqwa dan imannya, niat dan keikhlasannya,"
Lanjut Abah mengingatkan Ana,agar tidak lupa dengan itu semua.
Dengan memegang bahu Ana...Azzam juga ikut bicara dan menjelaskan kepada Ana.
"Ketahuilah bahwa boleh jadi orang membersihkan bajunya malah mengotori agamanya,bisa jadi orang yang merasa memuliakan dirinya padahal hakikatnya ia menghinakan dirinya sendiri,bersegeralah menganti kejelekan-kejelakan masa lalu dengan kebaikan-kebaikan yang baru,"
"Abu Ubaidah radhiyallahu ‘anhu yang melihat banyaknya orang yang kelihatan mulia padahal ia sedang menghina dirinya sendiri,orang yang Allah muliyakan adalah orang yang diberikan taufik untuk beramal kebaikan, sebab kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dan kejelekan hanya akan dicatat sebagai satu perbuatan dosa,sehingga orang yang binasa adalah orang yang kejelekannya lebih berat dari kebaikannya,tidak ada seorangpun diantara kita kecuali...Pasti akan sering melakukan kesalahan dan dosa,namun yang jadi masalah adalah apakah kita akan bersegera menghapus dosa kita itu dengan kebaikan atau kita akan menumpuk kejelekan dan dosa dan tidak segera menghapusnya,Allah ta’ala,"
Ucap Azzam yang menjelaskan kepada Ana,agar Ana tidak lagi memandang orang hanya dari luar nya saja,..Jika belum tau isi hati nya,belum tentu buruk rupa buruk pula hati nya,begitu juga dengan seseorang yang cantik rupa belum tentu cantik hati dan akhlaknya.
Karena asyik nasehati ana tiba-tiba umma pun datang,ya bidadarinya Abah,dengan kas senyum nya Umma rangkul lengan abah.
"Udah udah Ayo kita makan,ini makanan malah cuma lihat kalian dari tadi,"
Ucap Umma dengan tersenyum.
dengan sok coll nya Abah dan lebay,mulai bermanis manja di depan Umma.
"Ah sayang ku,tau saja jika suami tercintanya lapar,"
jawab Abah sambil memeluk Umma dan mencium pipi Umma,tanpa menghiraukan kehadiran Azzam dan Ana.
__ADS_1
Dengan kesal nya Azzam dan Ana
mereka berdua berteriak hampir memenuhi semua ruang makan.
"ABAHHHHHHHHHHH,"
Teria Ana dan Azzam,yang merasa kesal melihat tingkah laku Abah yang bermanis manja.
"Dasar Abah udah tua masih juga tidak tau malu,"
Ucap Ana dengan kesal.
"Entah itu abah,"
Sambung Azzam.
Dengan jail nya abah malah menjawab
Jawab Abah dengan sangat santai.
"Lah kan kami masih di sini dari tadi Abah,"
Jawab ana dengan polos nya.
Abah pun menjawab dengan jailnya.
"Jika sudah ada bidadari ku di sini
__ADS_1
kalian nampak seperti semut di mata Abah,"
Jawab Abah yang sambil tersenyum dan menatap kearah Azzam dan Ana.
Umma yang di gombalin hanya tersenyum malu,sedakan dua kurcaci memasang muka asem🤣🤣🤣
Karena melihat muka Azzam dan Ana jadi asem,dengan peka nya Umma mencubit pinggang Abah.
" Abah sudah kenapa,suka kali jailin mereka berdua,"
Ucap Umma dengan lembut,akan tetapi tangganya mencubit pinggang Abah.
"Aduh sayang sakit tau,"
Jawab Abah dengan manjanya,dan itu yang membuat Azzam dan Ana sangat kesal.
"Ana panggil Rani bilang makan,"
Pinta Umma.
Ya karena peraturan rumah jika waktu makan harus semuanya berkumpul tidak boleh satu makan satu lagi tidak.
dengan jail nya ana malah berteriak memanggil Rani.
"Raniiiiiii makan woooooiiii,"
Teriak Ana dengan sangat kencang,dan membuat Azzam yang di samping Ana lasung kaget.
__ADS_1
Sedakan Umma dan Abah malah tertawa terbahak-bahak karena sifat Ana memang selalu bar-bar,dan itu menjadi cirikhas dari diri Ana.