MENUJU SYAHADAT

MENUJU SYAHADAT
BAB 4


__ADS_3

Di pagi hari Joe lasung bangun,tanpa mandi hanya gosok gigi dan juga makan roti,dengan semangat 46 dia pigi ngamen,ya dia berharap seperti kemarin mendapat rezeki.


Dengan semangat Joe naik angkutan umum menuju tempat dirinya biasa ngamen,sampai di sana Joe pun berjumpa sama rekan rekan nya,ya sesama pengamen.


Joe punya seorang teman nama nya Edi,. Edi ini lah yang sering kawanin joe ngamen,apa yang di lakukan Joe hanya Edi yang tau.


"Joe kamu sering kali aku lihat bengong ada apa Joe,"


Tanya Edi yang seringkali melihat Joe bengong.


"masa sih,"


Jawab Joe dengan singkat.


"Iya Joe...Jangan sering bengong


nantik kesambet janda mau,"


Jawab Edi yang sambil mengejek Joe.


"Enak dong kesambet janda,"


Jawab Joe dengan membayangkan wajah janda yang nakal.


"Iya janda nya mak ujang,"


Jawab Edi dengan tertawa terbahak-bahak,Edi pun beranjak dari tempat dirinya duduk karna melihat Azzam membawa makanan.


Ya karena mereka berdua selalu mendapatkan makanan gratis setiap hari Jum'at dari Azzam.


Joe yang kesal pun ikut beranjak dari tempat duduk nya dan ngomel-ngomel melebihi mulut inang inang di pasar.


"Hay Joe...Hay Edi,"


Sapa Azzam dengan ramah.

__ADS_1


"Hay juga bang,"


jawab Edi sambil senyum-senyum melihat muka Joe seperti kain pel asem melebihi belimbing ulu.


"Kenapa dengan kamu Joe,?gak kaya biasa nya,.!!biasanya selalu ceria,!!"


Tanya Azzam yang melihat raut wajah Joe yang sangat kesal.


Joe pun menjawab dengan kesal.


"Ini si Edi masa bilang aku kesambet janda,"


Jawab Joe dengan kesal,sambil melihat ke arah Edi.


Azzam pun tersenyum mendengar perkataan dari Joe.


"Kan bangus Joe kesambet janda


dari pada kesambet sentan mau,"


Jawab Azzam.


Jawab Joe dengan sangat kesal.


Azzam yang mendengar apa kata Joe pun sampai kepingkal-pingkal karena Azzam tau siapa emak ujang ituπŸ˜…


Melihat Azzam tertawa terbahak-bahak Joe pun semakin bertambah kesal,.!! Tapi maugimana lagi hidup nya memang di kelilingi emak emak pasar.


Dengan asyiknya mereka berbicara,tanpa terasa jam pun sudah pukul 11 siang,dengan malas nya Joe bangun menuju pinggir jalan,membawa sebuah gitar dan menyanyi seperti biasanya.


Di lain tempat πŸ‘‰


Keluarga Azzam.


"ZAM bagai mana apa kamu sudah mencari karyawan baru,.??"

__ADS_1


Tannya Abah.


"Belum abah,"


Jawab Azzam.


"Loh kenapa belum,kamu tau kan itu caffe tambah rame,.!!"


Jawab Abah,yang merasa tidak percaya bahwa Azzam masih belum mendapatkan seorang karyawan baru.


"Iya Abah,sebenarnya Azzam ada pilihan sih,!!"


"Azzam pengen Joe jadi karyawan caffe Abah,!!"


Jawab Azzam yang sekaligus menyampaikan niat nya itu.


Tanpa mereka sadari ada yang nguping pembicaraan mereka,ya itu mak kondang alias Ana.


dengan PD nya Ana pun ikut berbicara atau kasih pendapat.


Kaya di butuhkan aja itu pendapat nyaπŸ™„πŸ™„πŸ™„.


"Abah...Abang,..Ana gak setuju dia itu preman pasar,habis itu juga penampilannya kaya begal,!!"


Ucap Ana yang memberi pendapat dirinya terhadap Joe.


Abah dan Azzam pun hanya bisa melongok mendengar ucapan Ana.


Dengan senyum dan lembut Abah menjelaskan kepada Ana.


"Ana jangan lihat penampilan orang nak,belum tentu tampang preman hati juga preman,dan jangan melihat orang yang udah pake peci ngaku-ngaku dirinya ustad,tau tau peci di atas tapi tingkah kaya kuda nill,"


Ucap Abah menjelaskan kepada Ana.


__ADS_1


BERSUBANG ALIAS BERBUNG


BESOK LAGI. LAGI GAK MOOD


__ADS_2