
Karena asyik membuat puisi,Joe pun tidak sadar kalau Azzam diam-diam ngintip melihat Joe menulis puisi.
"Wow dalam kali puisi mu Joe,buat siapa tu tututuuuuuu,."
Tanya Azzam,yang sekaligus menjaili Joe.
Joe yang di jaili Azzam pun hanya bisa tersenyumlah..
"Ooo iya Joe,besok kamu sama tante Dewi bantu aku ya,."
Pinta Azzam,yang meminta tolong kepada Joe.
"Bantu apa ya bang,.??"
Tanya Joe,yang belum tau apa yang harus dirinya bantu.
"Gini Joe,saya butuh kariayawan bagian keuangan di resto,jadi saya mau kamu sama tante Dewi,bagian itu,."
Jawab Azzam,yang sambil menjelaskan kepada Joe,apa yang perlu Joe bantu.
"Tapi bang,..Joe belum berpengalaman bagian itu,apa tidak apa-apa jika Joe di bagian itu,.??"
"Joe takut salah bang,."
Jawab Joe yang sekaligus bertanya kepada Azzam,tentu saja Joe merasa tak enak hati karena Azzam sangat baik kepada dirinya.
Azzam yang mendengar itu pun hanya tertawa,Azzam tidak menyangka bahwa Joe akan mengatakan itu.
"Joe...Joe aku percaya kamu,jadi tolong ya Joe,."
"Kamu pasti bisa,."
Jawab Azzam,yang sambil berlalu ke meja makan.
Joe yang mendengar itu pun hanya bisa diam.
.
"Mungkin emang ini sudah takdirnya,."
__ADS_1
Batin Joe,yang sambil melihat ke arah Azzam pergi.
Sehabis makan siang,Joe dan Azzam pun pergi ke rumah calon istri Azzam, ya tentu saja Azzam sudah tunangan.
Azzam ke sana ingin mengambil surat udangan yang mau diatar ke orang-orang yang di udang.
"Joe bantu aku nantik ya,soal nya aku mau surat udangan ini segera di antar hehehe,."
Pinta Azzam dengan cengengesan,karena dirinya sangat senang.
"Siap bang,."
Jawab Joe.
Dalam perjalanan Joe banyak diam, Joe diam bukan karena gak ada sebabnya,karena tadi pagi paman nya joe telpon,dan mengatakan bahwa saat ini sedang membawa omak nya Joe yang sakit,..Tapi Joe bingung ingin pulang akan tetapi uang nya belum ada.
Joe ingin cerita kepada Azzam akan tetapi Joe takut,..Joe gak enak hati sama keluarag Azzam karena keluarga Azzam sudah sangat baik terhadap dirinya,dengan berat hati Joe hanya bisa diam saja.
Azzam yang melihat itu pun merasa aneh,sebab Joe lebih banyak diam dari biasanya.
"Joe boleh abang tanya sesuatu sama kamu,."
"Boleh bang,..Abang mau tanya apa ya,.??"
Jawab Joe,sekaligus bertanya kepada Azzam.
"Kamu bahagia tinggal bersama kami gak,.??”
Tanya Azzam.
"Bahagia bang,."
Jawab Joe.
"Kamu tau gak apa artinya keluarga bagi mu,.??"
Tanya Azzam lagi.
"Keluarga itu ibarat rumah kita bang, tempat kita berkeluh kesah,tempat kita mengadu,tempat kita menumpah kan semuanya,."
__ADS_1
Jawab Joe tanpa berpikir apa-apa lagi.
"Lalu kamu menganggap kami gak, sebagai keluarga kamu,.??"
Tanya Azzam sambil tersenyum penuh arti.
"Iya bang,...Joe anggap abang sebagai keluarga Joe,bahkan Joe sangat bahagia bisa hidup bersama kalian semua,."
Jawab Joe,yang sambil memikirkan kenapa Azzam bertanya begitu,.
Dengan senyum azzam pun berkata.
"Joe...Jika kamu mengganggap kami adalah keluarga,lalu kenapa kamu pendam sendiri,kenapa kamu gak cerita sama abang,.??"
"Asal kamu tau Joe,..Abang akan selalu ada buat kamu,."
"Jadi tolong jangan pernah kamu pendam sendiri lagi joe,."
Pinta Azzam,yang sangat tau bahwa Joe menyembunyikan sesuatu.
Joe yang mendengar itu pun sangat tersentuh,Joe bersyukur bertemu dengan keluarga Azzam yang sangat baik.
"Makasih bang,..tapi nanti saja ceritanya,soalnya kan kita sudah mau sampai kan,."
Jawab Joe,dengan tersenyum melihat kearah Azzam.
Azzam yang melihat itu pun ikut tersenyum,Azzam sangat senang karena Joe mau bercerita.
─────╮✿✿╭─────
**tak selamanya cinta itu indah jalan nya.
tak selamanya cinta itu sakit ujung nya.
jika kita mencintai dengan hati yang tulus.
akan ada cinta yang tulus bersama kita.
tapi jika kita cinta dengan serakah hanyan ingin
__ADS_1
main saja. cinta itu akan sakit ujung nya😊😊😊**