Menungu Balasan Cintamu

Menungu Balasan Cintamu
Lebih Luka yang Mana?


__ADS_3

Hari terasa berjalan begitu cepat, dua tahun berlalu tak terasa. Minggu depan adalah hari UN (ujian nasional) penentuan apakah lulus atau tidaknya setiap mahasiswa.


"Ya Di universitas A ada ujian beasiswa untuk 5 orang, kamu mau ikut tidak?" Anne yang selama ini tak pernah berbicara selepas kejadian kuah panas tempo itu memulai percakapan terlebih dahulu.


"Ah Sepertinya iya, aku hanya mengikuti ekomendasi dari para guru saja." menjawab sekenanya.


"Bagaimana keadaan lukamu?"


"Sudah lebih membaik, terimakasih." senyum manis terpatri di wajah gadis itu.


Anne membalasnya kembali dengan senyum kikuk, canggunh hendak memulai obrolan apa lagi sehingga ia kembali memfokuskan matanya pada guru yang sedang menerangkan.


Bel istirahat berdenting, sepertinya sejak kejadian tempo hari Lia selalu membawa bekal sendiri dari rumah. Tak pernah pergi keluar kelas kecuali ke toilet atau bel pulang.


malas bertemu sekelompok orang yang selalu membeda bedakan kasta, memuakan sekali bukan. Untung Lia punya kesabaran hati seluas langit jadi ia tidak akan memperdulikan ocehan orangakn tentang dirinya.


Mungkin hari sial nya datang kembali, hari sial nya yang harus menahan kembali hastrat cinta pada lelaki yang sedang duduk di depan mejanya, ya posisi duduk yang Lia pilih adalah pojok paling belakang, Anne ada disamping nya, Zian berada didepannya.

__ADS_1


Lia memakan roti miliknya dengan lambat, sambil menikmati karya tuhan didepannya ini. Meski hanya bagian belakang saja yang terlihat namun tetap indah.


haha Lia sadarkan dirimu, lihat perbedaannya kamu dan dia bak langit dan bumi. Dia tampan kamu jelek, ia lebih cocok dengan Bianca yang cantik dan juga setara. Ah hati... Mengapa kami begitu ceroboh, sudah tau tidak akan bisa dimiliki tetap saja menaruh hati.


Gundah, Mencintai yang tidak bisa dimiliki. Hey tuhan saja belum berkehendak, bagaimana jika tuhan membalikan hatinya dan balik mencintaimu? Ah ayolah itu hanya angan angan belaka saja.


Zian membalikan wajahnya menatap Lia yang sedang mengunyah tapi fokusnya tertuju pada sesuatu yang lain.


"Ya, maaf untuk tempo hari itu"


"Ah iya apa?" lamunannya buyar saat lelaki dihadapanya berbicara. **** sejak kapan ia melihatku? memalukan.


Lia gelagapan saan pertanyaan beruntun dari Zian.


"Ah a..a anu, bukan, aku ga sakit, hanya sedang memikirkan sesuatu saja" tertawa kikuk.


Zian hanya ber oh ria. Tangannya langsung menyerobot sanwich milik Lia yang tinggal dua dan memakannya.

__ADS_1


Jantung Lia kembali berdebar, "apa apaan dia? Saat mengunyah makanan pun masih saja tampan." batinnya.


"Ah rasanya aneh jika ditaruh sambal. Kamu segitu sukanya kah dengan pedas?" lidah nya tidak nyaman, jujur saja ia tak suka makanan pedas.


"Seperti ada yang kurang jika tidak ada cabai hehe" sang empu nyengir kuda, lalu memberikan botol minum plastik byang masih di segel untuk Zian.


Zian meneguk sampai setengahnya. Plak, ia menepuk jidatnya. "Ini minum milikmu? lalu kamu bagaimana?"


Ah lihat, khawatirkah dia jika aku kepedasan dan tidak ada air minum.


"Aku beli lagi yang baru." Lia berdiri dari duduk nya.


Saat hendak melangkah kakinya tertahan melihat Bianca tergesa duduk dibangkunya dan menangis. Zian sebagai oramg yang paling peduli pun langsung menghampiri dan meneanhkan nya, memeluknya. Dan aneh biasanya Bian akan langsung melepas nya, tapi sekarang ia malah memeluk balik.


nyut..


Lia memegang dadanya yang terasa sakit. "Shh" ia lupa kalau masih ada luka lain ditubuhnya saat ini. Tapi Lia merasa sakit yabg ada di hati nya saat ini melebihi rasa sakit di kulitnya. Dengan tergesa ia keluar, tak sanggup menyaksikan pria yang ia cintai diam dia. memeluk wanita lain didepannya.

__ADS_1


Mohon dukunganya ya teman❤😉


__ADS_2