
Dua bulan cukup untuk menguatkan hati yang tidak baik baik saja, jangan terlalu lama bersedih ambil hikmah dan pelajaranya. Tuhan tau apa yang terbaik untuk hambanya, never give up!
Saat ini Lia, Anne dan Zian tengah melakukan ospek, biasalah disebut sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah tapi malah jadi bahan bullyan senior kelas. Huufff melelahkan.
Dimulai dari pidato dan acara lainnya yang bla bla bla (Maaf aurhor ndak ngerti:D)
Hari pertama saja sudah sangat melelahkan, apa lagi besok, tiga hari ospek itu benar benar menyiksa.
...----------------...
"Ya kita berada di jurusan yang sama, berarti satu kelas kan?" Anne memulai pembicaraan karna sedari kemarin Lia tampak lebih tertutup deri biasanya, sikap dan sifatnya pun jadi lebih kalem terkesan cuek padahal dulu waktu SMA dia tidak seperti itu. Bahkan berbicara saja irit sekali.
"Iya kali." menjawab sekenanya.
Mereka berdua berjalan dilorong yang masih penuh orang yang berlalu lalang, wajar saja kelas pagi hanya sebagian yang masuk.
Mencari letak ruang dosen untuk memberikan laporan data diri kelasnya. Sebenarnya dia tidak ingin, hanya saja si dosen galak menyuruh nya.
"Kenapa gak orang lain aja coba! Kan masih banyak orang kenapa harus gua?" Menggerutu didalam hati.
__ADS_1
"Ini pak berkasnya"
Tangan Kekar si dosen terulur menerima barang itu lalu memeriksa jika terdapat kesalahan maka ia akan memarahi mereka.
"Masih ada yang lain?" Lia berterus terang.
"Tunggu, saya sedang memeriksa, saya tidak mau ada kesalahan walau sekecil apapun." Jawabnya dengan wajah ketus.
Lia mendengus pelan, jengah dengan kelakuan dosen galaknya ini. Apa apaan coba? Ia tidak mau ada kesalahan, memangnya hidup manusia harus sesempurna itu.
Untung saja tidak ada masalah dalam data tadi kalu tidak, Lia dan Anne sudah bisa membayangkan si galak itu pasti akan menceramahi dengan mengeluarkan kata kata pedas.
"Sudahlah balik ke kelas kalian, gak ada kerjaan banget nungguin disini. Hus hus" sambil melambai tangan seolah sedang mengusir hewan.
Kalau bukan dosen pasti sudah habis kena jambak tu dosen, kan dia yang suruh tunggu kok jadi malah kena semprot? Aneh sekali makhluk ciptaan tuhan satu ini.
Mereka berdua terus mengoceh sepanjang jalan hingga sampai tepat dikelas, mereka kembali dibikin cengo.
Sejak kapan dosen galak itu datang? Bukan kah tadi masih ada diruangan nya? Apa ia punya ilmu telepati yang bisaberpindah tempat dengan cepat? Atau tadi berpapasan hanya saja tidak ngeh karna sibuk memaki sifat dosen itu? Ah ntah lah intinya pasti akan ada drama hukuman telat masuk kelas.
__ADS_1
"Kenapa telat?"
"Maaf pak, kami kan tadi abis nganterin data mahasiswa" Jelas Lia
"Alasan! Pasti kalian keasikan ngerumpi jadi telat. Iya kan?" Nadanya begitu mengintimidasi, menyebalkan bukan.
"Ini orang kerasukan apa sih? Sikapnya kayak bocah banget!" Gerutu Lia dalam hati.
Anne hanya diam saja tak menjawab, ia sudah takut duluan apalagi saat melihat wajah garang itu, ah menakutkan. pikir nya.
"Maaf pak tidak akan ada lain kali."
"Sudah ada sekali pasti akan ada yang kedua. Duduk, setelah selesai pelajaran ini saya akan kasih kalian tugas tambahan!" Dengan wajah datarnya ia memulai palajaran.
"Baik pak" Jawab Anne dan Lia.
Mereka duduk dikursi paling pojok, karna hanya itu yang tersisa. Biarlah Lia memang suka duduk dipojokan.
Pelajaran berlangsung tidak dengan damai, memberi soal susah di pertama pembelajaran.
__ADS_1
Lia sangat tertarik dengan berbisnis, jadi ia memilih jurusan bisnis meski keinginan hati nya ingin masuk jurusan psikologi. Ah ia saja sudah gila masa iya mau ngurusin orang gila lagi? Hehe
Hay gaes mohon dukungan nya ya;)