
Pagi ini matahari tak menampakan wujudnya, yang terlihat hanya awan gelap menutupi langit. Cuaca mendung yang mendukung untuk tidur.
Kebetulan Lia memiliki kelas pagi tapi sialnya hujan turun menyapa bumi, untung saja tidak terlalu lebat hanya hujan kecil. payung kecil yang selalu ia bawa pun dikeluarkanya, menerobos gemercik air memuju kampus.
Jarak dari rumah Lia menuju kampus tidak terlalu jauh hanya memerlukan waktu 20 menit untuk berjalan kaki. Karna motor peninggalan ayahnya telah hancur terlindas truk saat kecelakaan tempo lalu.
Ia berkerja part time untuk memenuhui kebutuhan hidupnya dan sang adik, keluarga satu satunya yang harus ia jaga.
Saat mata kuliah telah selesai dia akan pergi menuju kafe dan menjadi barista sekaligus waiters, di karenakan kafe tempat bekerjanya tidak terlalu besar jadi hanya ada tiga karyawan dan satu manager disini.
Banyak menu yang disajikan bukan hanya kopi, jus, dan minuman kekinian saat ini, makanan ringan pun ada di daftar menu.
Meski tempat yang terbilang tidak besar, setiap malam pasti banyak pemuda pemudi yang nongkrong bersama teman, termasuk dua pasangan yang mungkin... Sedang dimabuk cinta.
Heleh emang gitu kan? Kalo ga jadi tempat buat nongki sama bestai ya sama doi sapa lagi? Kalo sendiri yaa positif aja yekan. Mungkin lagi nyari jodoh, heheee.
...****************...
Lia free sore ini, karna ia hanya memiliki dua kelas pagi dan siang.
Entah angin apa yang membawa dua pasangan yang Lia sendiri sudah jenuh melihatnya apalagi sekarang ditambah satu.
__ADS_1
Zian dan Anne meresmikan hubungan mereka dua hari yang lalu, entah karna apa dan bagaimana bisa itu terjadi yang jelas Lia tidak suka. Mau cemburu pun ya bukan tempatnya, hanya bisa bersabar munkin ini ujian. Hahay ujian kelas kali ya ah.
Saat pukul 16.40 Zian dan Anne datang sambil gandengan tangan, eh jam 17.05 si dosen galak alias Chio Lin datang membawa sebuah laptop. Hah lengkap sudah le deritaan hari ini bukan. Benar benar harus sabar hati, semangat Lia!
"Lia sini!" Anne bersorak antusias
"Eh Anne sama Zian, kalian mau pesen apa?" memaksakan tersenyum meski hati merasa ngilu, tangan mereka yang pegangan kok tangan sama hati gua yang panas ya, begitu pikirnya.
"Lemon tea satu, Boba Tiramisu satu, Cake coklat sama.. Kamu mau apa sayang?"
Nyees! Dalam dua hartian ya, si Anne melting pasti sedangkan Lia? Seperti terkena lelehan plaslik, kalian pasti tau rasanyakan saat iseng membakar plastik eh si lelehannya itu malah terkena tangan, Sakit cok!
"Enh Itu Yang lolipop love yang di pajang di etalase itu. Kayaknya enak deh." Sumpah wajah Anne saat ini merona dan salting. Eh si Lia salting nutupin sakit hati.
"Ternyata mendung pagi ini pertanda bahwa hati kecil ini akan terluka."
Lia memberikan sobekan kertas berisi pesanan kepada Jessica dengan lesu, "Duh ada apa ini anak bontot wak? Tumben kali lah wajahnya di tekuk tekukan macan kodok kilangan pacar, senyum lah, jelek kali kau." Ucap Dian melihat Lia yang sudah mereka anggap adik sendiri.
"Eh iya lah ada apa Ya? Ceritakan lah pada kami biar kami tau."
"Ntar aja ceritanya pas break. Sekarang kerja Nggak liat kah pak Danang udah melotot terus itu."
__ADS_1
Sontak mereka berdua menengok satu sudut yang terdapat sosok memyebalakan dengan wajah julidnya, Danang menghampiri ketiga karyawannya itu dengan perasaan dongkol.
"Ye wak! Kenapa nggak ngajak ekye? Klean pada lupya yah cama ekye" Dengan wajah yang di jelek jelekan Dananh menganbkat tangannya dibuat se 'Slay' mungkin.
"Amin tuhan semoga makhluk satu ini jadi banci dan pergi mangkal bersama teman temannya di taman lawang" Dian angkat bicara melihat tingkah teman nya itu, memang sudah biasa sih Danang cosplay jadi uke aslinya mah kagak, ya cuman emang kadang kadang aja.
"Udah hus hus kerja lagi sana, tuh lian si ganteng di pojokan depan kaca itu belom dilayanin kan? Sono gih." Danang menunjuk Lia sambil mengibaskan tangannya.
"Awas lu ya, baliknya kita beneran buang loh ditaman lawang." Timpal Lia sewot. Saat berjalan menuju pri di pojokan yang menghadap kaca, memperhatikan rutinitas orang lain didepanya sambil menyesap rokok Hesse miliknya.
"En pak? Permisi, mau pesen apa?" Dengan ragu ragu Lia memecahkan suasana.
"Americano satu Butterbread, itu saja."
Lia menggangkuk dan pergi membuatkan pesanan.
15 menit Pasanan sudah datang, mengantarkan pesanan kesetiap meja dan terkhir milik Chio.
Byur
Hujan turun sengan lebatnya, para pengunjung yang sedang berada diluar menikmati angin sepoi sepoi berhamburan masuk kedalam, menyelamatkan barang bawaannya dan kembali memesan makanan atau minuman.
__ADS_1
"Hah hujan ini sangat mewakili perasaanku, andai bisa berdiri di bawah hujan dan menangis. Itu akan lebih baik."Lirih Lia sambil memperhatikan lewat pintu kaca sambil memasang wajah lesu.
Kalo mampir usahain tinggalin jejak ya? Jangan kayak dia tiba tiba ilang tanpa jejak kayak si dia aja;v