Meraih Impian

Meraih Impian
Terpilih


__ADS_3

Matahari baru menampakan sinarnya, Lila dan ibunya sudah berjalan cukup jauh dari tempat tinggalnya, berjalan menyusuri jalan mencari barang barang bekas yang akan dijual kepada pengepul.


Sesekali mereka berhenti sejenak untuk beristirahat.


Semenjak ayahnya meninggal satu tahun yang lalu karena kecelakaan saat sedang bekerja menjadi tukang bangunan.


" Nok, udah siang kamu pulang aja gih berangkat sekolah. Biar nanti ibu saja yang membawa rongsokan ini ke tempat pengepul". Suruh ibu


" Ga papa bu, ini berat lho bu" ucap lila pada ibunya


" Ga papa nok, yang terpenting itu sekolah. Sana ntar kamu terlambat" Suruh ibu lagi


Lila lalu mencium tangan ibunya dan berlari pulang ke rumah.


Lila segera bersiap siap berangkat ke sekolah.


Lila melangkah dengan hati hati karena takut sepatunya akan rusak semakin parah.


Ketika sampai disekolahan, Lila segera masuk ke dalam kelasnya.


" Eh si upik abu udah datang nih" ucap Leona salah satu temen kelas lila yang selalu saja menyemooh dan menghina lila, karena ia selalu kalah dalam pelajaran.

__ADS_1


Lila hanya diam dan tersenyum menanggapi ucapan leona.


" He leona yang so kecantikan, kenapa sih lo sering menghina temen gue" ucap febi kesel


" Emang gue cantik, trus lu feb ngapain sih belain tu si upik abu. Apa untungnya sih buat lu, mending sama kita kita. Iya ga gaes" ucap leona sambil bertos riya dengan dua sahabatnya.


" Ih bertemen sama lu lu pada, ogah deh" ucap febi sambil mengibas ngibaskan tanganya


" Eh dasar ya lu ga menghargai niat baik temen gue, coba lihat anak anak yang lain aja pengin masuk ke geng kita. Eh elu yang ditawari malah nolak, rugi lu entar" ucap dian salah satu sahabat leona.


Ketika febi akan membalas ucapan dian, lila segera memegang pundak febi dan menggeleng gelengkan kepalanya.


Tak tak tak


" Pagi anak anak " Sapa ibu widya guru matematika


" Pagi bu"


" Oke, sebelum ibu memulai materi matematika hari ini. Ibu mau menyampaikan kepada salah satu teman kalian yang akan mewakili sekolah kita di ajang lomba matematika tingkat propinsi yang sebentar lagi akan diadakan" ucap ibu widya


" Pasti leona dong" ucap dian lantang, sedang leona senyum senyum.

__ADS_1


Wo...


Sorak temen temen satu kelas


" Stop berhenti jangan berisik" perintah bu widya


" Selamat untuk Lila, kamu yang terpilih mewakili sekolah kita mengikuti lomba matematika di tingkat propinsi" ucap bu widya


" Ih ada yang malu tuh udah pede peres bakal dipilih" sindir doni salah satu anak di kelas itu


" Bu, ibu ga salah pilih lila. Entar yang ada dia malu maluin sekolah kita, lihat aja tu pakeanya aja kumel dan sepatunya udah berlubang di sana sini" ucap leona


" Leona, kamu ga boleh ngomong seperti itu apa lagi sama temen kamu. Lagian yang di nilai bukan penampilanya tapi kecerdasanya" nasihat bu widya


Wo...


Sorak anak anak menatap ke leona.


" Iri bilang bos" ucap dion


" Udah udah anak-anak kita mulai materi matematika hari ini, kalian buka LKS hal 17 disitu ada latihan soal soal coba kalian kerjakan nanti kalau sudah semua kita bahas bareng bareng " perintah bu widya

__ADS_1


Semua anak fokus mengerjakan tugas dari bu widya, namun ada saja beberapa anak yang sibuk tengok kanan kiri untuk mencontek jawaban dari temenya.


__ADS_2