Meraih Impian

Meraih Impian
Antara sedih dan bahagia


__ADS_3

Lila berlari masuk kedalam rumah mencari ibunya.


Namun di semua sudut rumah sepi tak ada ibu yang ia cari.


" Lil lila". Panggil salah satu tetangganya


" Iya bu ada apa?" Tanya lila


" Kamu cari ibumu ya". Bu retno balik tanya


" Iya, bu retno lihat ibuku enggak" Tanya lila lagi


" Gini lil, ibumu tadi siang pulang dari memulung tiba tiba pingsan di depan rumah terus langsung di bawa sama pak Rt ke rumah sakit, kita bingung mau ngabari kamu gimana" ucap ibu retno


Tubuh lila tiba tiba lemas, ia terduduk di lantai.


" Terus ibu gimana bu" Tanya lila cemas


" Katanya kena gejala tipes dan harus dirawat dulu di RS, sabar ya lil " ucap ibu retno


" Trimakasih bu, lila pamit ke rumah sakit dulu ya" pamit lila ke bu retno


Lila segera pergi ke rumah sakit menemui ibunya.


" Bu mau nanya kamar rawat atas nama bu ningsih yang dibawa tadi siang dimana ya". Tanya lila ke bagian resepsionis

__ADS_1


" Sebentar saya cari, bu ningsih dirawat di kamar mawar lantai tiga no.17" jawab bagian resepsionis


" Trimakasih bu" ucap lila lalu melangkah menuju tangga dan naik ke lantai tiga dan mencari kamar no.17


" Neng lila" panggil pak Rt


Lila segera melangkah menuju ke pak Rt.


" Pak ibu dimana". Tanya lila


" Ibu ningsih di dalam neng lagi istirahat tadi habis di priksa sama dokter" Jawab pak Rt.


" Trimakasih ya pak udah bawa ibu saya ke rumah sakit" ucap lila


" Neng, bapak pulang dulu ya udah sore ntar kalau neng butuh apa apa bisa ngomong sama bapak" pamit pak Rt.


" oh iya pak, sekali lagi trimakasih ya" ucap lila


Pak Rt lalu pulang dan lila masuk kedalam ruang rawat ibunya, dilihat ibunya sedang berbaring lemah dengan tangan yang di impus.


Lila duduk dikursi sebelah ranjang ibunya.


Ia menatap wajah ibunya dengan mata yang berkaca kaca.


" Bu jangan tinggalin lila, hanya ibu yang jadi sandaran lila sekarang setelah ayah ga ada". ucapnya sedih

__ADS_1


" Nok, kamu udah ada disini gimana lombanya?" Tanya ibu lirih


Lila segera memeluk ibunya, tangisnya pecah.


" Lho kok malah nangis, ibu gapapa sayang. Ibu cuma kecapean aja sebentar juga sehat lagi" ibu menenangkan lila


" Lila takut bu, janji ibu ga ninggalin lila" ucap lila dengan suara serak menahan tangis


" Iya ibu janji ga ninggalin anak kesayangan ibu, udah ah jangan nangis malu tuh dilihat orang" ucap ibu


" Bu, tadinya lila bawa kabar baik buat ibu" ucap lila


" Kabar baik apa sayang" tanya ibu


" Lila jadi juara satu lomba matematika tingkat propinsi dan dapat hadiah uang sama beasiswa kuliah di Universitas Negri di Semarang" jawab lila


" Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mengabulkan doaku" ucap ibu penuh syukur


" Tapi bu, lila bingung ntar kalau lila kuliah di Semarang ibu disini sama siapa?" Cemas lila


" Kamu tenang aja nok, disini para tetangga baik sama ibu. Kamu harus kuliah dan kejar cita citamu, katanya pengin jadi guru" ucap ibu


" Trimakasih ya bu, terus doain lila semoga cita cita lila dapat terwujud" pinta lila


" Pasti nok, ibu akan terus doain kamu" jawab ibu.

__ADS_1


__ADS_2