
Lila binggung harus menjawab apa, satu sisi adrian baik namun di sisi yang lain ia tidak mau menjalin suatu hubungan dengan seseorang dengan kata lain pacaran.
Lila mempunyai prinsip jika ada seseorang yang berniat serius dengan dirinya maka langsung dihalalkan dalam ikatan pernikahan.
Dan orang itu harus menyayangi ibunya seperti menyayangi orang tuanya sendiri.
" Sebelumnya aku trimakasih karena kamu udah jujur tentang perasaanmu, tapi maaf untuk saat ini aku belum mau pacaran. Aku mau fokus dulu untuk meraih cita citaku, mungkin suatu saat nanti kalau kita memang berjodoh pasti akan ada jalanya untuk kita bersatu" tolaknya secara halus
Adrian sedikit ada rasa kecewa akan jawaban lila, namun ia hargai keputusan lila mungkin ini yang terbaik.
" Kamu marah" lila melihat adrian diam
" Enggak kok, aku hargai keputusanmu dan aku berharap kelak kita bertemu lagi dan saat itu aku akan bertanya lagi namun bukan meminta menjadi pacar tapi menjadi pendamping hidup" adrian tersenyum penuh harap semoga harapanya terkabul
" saat ini kita sahabatan aja ya" ucap lila
Adrian mengangguk sambil tersenyum.
Setelah hari itu lila dan adrian disibukan dengan persiapan kuliahnya.
Lila bersiap siap ke semarang sedang adrian pergi ke amerika.
" Bu, sehat sehat ya jangan terlalu capek dan jangan lupa makan ntar lila sering nelpon ibu" lila memeluk ibunya serasa berat meninggalkan ibunya namun ini demi kebaikan bersama
" iya nok, kamu juga jaga diri disana" ucap ibu
__ADS_1
" Feb aku titip ibu ya" lila meminta kepada febi
" Pasti lil, ibu kamu kan ibu aku juga" jawab febi
Lila lalu masuk kedalam bis, ia duduk di samping jendela kaca.
Tanganya melambai ke ibu dan febi sahabatnya tanpa terasa matanya berkaca kaca.
Baru kali ini ia harus berpisah dengan ibunya dengan waktu yang lama.
Setibanya di semarang, lila mencari tempat kos yang dekat dengan tempat kuliahnya nanti.
" Neng lagi cari tempat kos" tanya tukang ojek
" Ada neng, mau bapak anterin" tukang ojek itu menawarkan diri
" Boleh pak trimakasih" ucap lila
Lila lalu naik motor tukang ojek itu dan pergi ke tempat kos yang tukang ojek itu maksud.
"Ini neng" Berhenti di tempat kos yang lumayan rapi dan bersih di halaman depanya.
" Makasih pak, ini ongkosnya" ucap lila sambil menyerahkan uang lima puluh ribuan
" Ini neng kembalianya" ucap tukang ojek itu sambil menyerahkan uang kembalian
__ADS_1
" Ga usah pak, kembalianya buat tanda trimakasih udah nunjukin tempat kos" tolak lila
" Makasih neng" ucap tukang ojek
" Assalamualaikum" salam lila
" Waalaikumsalam" jawab seseorang didalam rumah
" Ada yang bisa saya bantu " tanya ibu pemilik rumah
" Maaf bu, tadi aku lihat ada tulisan menerima kos putri. Apa masih berlaku" tanya lila
" oh iya neng, neng mau ngekos disini kebetulan ada satu kamar yang kosong" bu endang ( ibu kos ) menawarkan kepada lila
" Boleh saya lihat dulu kamarnya bu" tanya lila
" Tentu ayo masuk neng" ajak bu endang
Bu endang menujukan kamar yang masih kosong, lumayan bersih rapi dan ada kamar mandinya.
" Maaf bu kalau boleh tahu untuk satu bulanya berapa" tanya lila
" Untuk neng mah ga mahal cuma 450 perbulan" jawab bu endang
" Oh..ya udah bu saya mau ngekos disini" ucap lila
__ADS_1