
Bu desi sudah menyiapkan semuanya dari gedung, pakaian, makanan dan undangan juga sudah disebar.
BRAK
Leona marah dan membuang apa saja di kamarnya.
" Sayang, sudah kamu cantik pasti nanti ada laki laki yang cinta dan mau nikah sama kamu" bujuk bu yuni
" Enggak leona ga mau laki laki lain selain adrian, mama sama papa jahat" teriak leona
" Cinta ga bisa dipaksakan sayang, mungkin adrian bukan jodoh kamu" ucap pak burhan
" Pokoknya leona ga ikhlas adrian nikah dengan dia, adrian harus nikah sama aku.hiks hiks hiks" leona menangis dan segera berlari keluar mengemudikan mobilnya dengan cepat
" pa cepet susul leona, mama takut terjadi sesuatu" cemas bu yuni
Pak burhan pun segera mengikuti leona dari belakang.
Leona mengendarai mobil dengan cepat hingga lampu merah ia terobos dan ditikungan jalan ia berpapasan dengan mobil lain.
BRAK
Leona banting setir hingga mobilnya menabrak pohon.
Semua orang yang ada disitu segera mendekat dan menolong membawa leona ke rumah sakit
Pak burhan melihat keramaian di samping jalan dan dilihatnya mobil putrinya ada disitu.
Ia segera turun dan memastikan apa yang ia pikirkan, ternyata benar apa yang dikhawatirkan.
Pak burhan segera pergi ke rumah sakit tempat leona dibawa.
__ADS_1
" Maaf sus, korban kecelakaan yang tadi di bawa kemana" tanya pak burhan
" Masih di IGD pak" jawab suster itu
Pak burhan segera melangkah ke ruang IGD, ia menunggu di depan pintu menunggu dokter keluar.
" Gimana dok keadaan anak saya" tanya pak burhan pada dokter
" Gapapa cuma luka ringan, sebentar pasien biar itirahat nanti bisa pulang" ucap dokter
" Trimakasih dok" ucap pak burhan kemudian masuk keruangan menemui leona
" Hiks hiks papa" leona menangis
Pak burhan memeluk leona.
" Sabar ya sayang, pasti nanti kamu akan mendapatkan pengganti dari adrian" pak burhan membelai rambut anaknya
Leona dibawa pulang oleh papanya.
Ia menghubungi seseorang.
" Kamu harus membatalkan acara pernikahan adrian dan si upik abu itu bagaimanapun caranya, kalau perlu singkirkan si upik abu" perintah leona pada orang suruhanya
" Baik bos, saya akan laksanakan perintah bos dengan baik. Jangan lupa bayaranya" ucap orang itu
" Tenang, saya akan bayar kamu kalau tugas kamu sudah selesai" ucap leona
*****
" Wah kamu cantik sekali lil" puji febi ketika melihat lila sudah memakai baju kebaya putih dan dengan riasan yang natural tidak terlalu tebal
__ADS_1
Lila tersenyum " makasih" ucapnya.
" Pantesan si adrian klepek klepek dan ga sabar nikahin kamu" ucap febi
" Doain ya semoga lancar" ucap lila sambil memeluk febi sahabatnya
" Pasti" ujar febi
" Kamu kapan nyusul" tanya lila
" Nyusul sama siapa, orang belum ada yang mau" febi memanyunkan bibirnya
" Tuh mas bayu nganggur" ledek lila
" Ama cecunguk itu, ogah" tolak febi namun sebenarnya di hatinya ada rasa dengan bayu, cuma gengsi aja buat mengakui
Lila sakit perut dan pergi ke toilet, sedang febi masih dikamar lila masih asik duduk sambil mainin ponsel.
Dari belakang ada yang membekap mulut febi dan membawanya masuk kedalam mobil.
" Bos, perempuan ini sudah kami bawa ke gudang tua deket kantor papa bos" ucap orang suruhan leona
" Bagus, jaga dia jangan sampai kabur" perintah leona
Lila keluar dari toilet dan masuk kedalam kamarnya.
" Mba temen saya mana" tanya lila pada penata rias
" Ga tau mba, tadi saya masuk ga ada siapa siapa" jawab penata rias
" Apa mungkin febi pergi, ga biasanya dia ga pamit" ucap lila
__ADS_1
" Mba duduk sini saya rapihin make up nya" ucap penata rias