Meraih Impian

Meraih Impian
Nembak


__ADS_3

" Nok bagaimana sekolahmu?" Tanya ibu


" Alhamdulillah bu baik sebentar lagi mau ujian, doain ya bu semoga lulus" Lila merangkul ibunya


" Pasti nok, ibu selalu berdoa semoga kamu di beri kemudahan dalam mengerjakan soal ujian dan lulus dengan nilai yang bagus" harapan ibu


Sudah beberapa hari berlalu, lila selalu belajar untuk ujian.


Besok adalah ujian, lila sudah menyiapkan peralatan ujian seperti pensil 2B, penghapus dan alas kertas.


Tak lupa lila meminta doa pada ibunya sebelum ia berangkat kesekolah


Suasana disekolah begitu tenang karena anak anak sedang fokus mengerjakan soal ujian di kelas masing masing.


Akhirnya sudah beberapa hari ujian dan hari ini adalah pengumuman kelulusan, semua anak berkumpul di depan kelasnya masing masing.


Di dalam kelas orang tua sedang mendengarkan pengumuman dari wali kelas tentang hasil ujian kemaren.


Bu widya selaku wali kelas IPA 1 mengumumkan bahwa kelas IPA 1 siswanya lulus semua.


Semua anak kelas IPA 1 teriak bahagia.


" Baiklah bapak ibu saya selaku wali kelas IPA 1 begitu bangga karena salah satu anak didiknya mendapatkan nilai yang tinggi dan masuk tiga besar dari seluruh SMA yang ada di kota kita dan dia juga dapat beasiswa kuliah di universitas negri di semarang" ucap ibu widya

__ADS_1


" Dan siswi tersebut adalah Kalila Azzahra" ucap ibu widya bangga


" Selamat ya lil" febi memeluk lila " Ya kita bakalan kepisah deh" ucapnya lagi


" Feb semarang sama tegal deket lagi, ntar aku sering pulang ke tegal. Lagian ibuku juga ntar tetep tinggal di tegal, tolong ntar sering tengokin ibu ya" pinta lila


Adrian bingung harus sedih atau senang karena senangnya ia lulus dan sedihnya bakal jauh dari orang yang ia sayangi.


" Lil, boleh ngomong berdua sebentar aja" adrian berharap hari ini ia bisa mengungkapkan isi hatinya.


Lila mengangguk.


" Feb aku tinggal dulu sebentar ya" pamit lila


Adrian mengacungkan jempolnya.


Adrian dan lila duduk di taman samping sekolah, suasanya ga sepi amat karena masih ada beberapa anak yang sedang duduk santai disana.


" Ada perlu apa kamu ajak aku kesini" tanya lila


" Ehm ehm sebenernya ada yang perlu kamu tahu tentang aku" ucap adrian menggantung


" Maksudnya" lila bingung dengan ucapan adrian

__ADS_1


" Puisi yang sering kamu terima itu dari aku"


jleb


" Mr.A itu aku adrian"


" Mungkin kamu bingung kenapa aku baru berani ngomong ke kamu saat ini, tapi mungkin ini kesempatan aku yang terakhir karena sebentar lagi aku akan pergi. Orang tuaku akan mengirimkan aku ke amerika dan aku akan kuliah di sana" jelasnya panjang lebar


Lila masih diam mendengarkan ucapan adrian.


" Kamu sudah baca puisi dariku kan" tanya adrian


Lila mengangguk.


" Trus gimana tanggapan kamu" tanya adrian lagi


" Puisinya bagus" jawab lila polos karena ia bingung harus menjawab apa


Adrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Gini ya lil, pertama lihat kamu itu aku kagum kamu cewek sederhana dan ga neko neko kaya cewek cewek lain yang pernah aku temui. Semakin lama entah mengapa bukan hanya kagum tapi ada yang lebih dari itu, mungkin kamu anggap aku lebay tapi tahu enggak wajahmu dan senyumu itu selalu ada dipikiran aku. Aku seperti orang gila senyum senyum sendiri jika keinget kamu" tegasnya


" Mau enggak kamu jadi pacar aku" tembaknya

__ADS_1


__ADS_2