
Saat berangkat ke sekolah di jalan ia melihat ada dua anak yang sedang mengorek ngorek tempat sampah.
" Dek, kalian lagi ngapain?" Tanya lila
" Eh ini kak lagi nyari botol bekas" jawab anak laki laki yang usianya sekitar 10th
" Oh..kalian ga sekolah?" Tanya lila lagi
" Kak kak jangankan sekolah untuk makan aja ga ada uang" jawab anak itu sedih
" Orang tua kalian mana?" Tanya lila
" Bapak udah ga ada dan ibu lagi sakit dirumah jadi kita yang nyari uang buat makan dan beli obat" jawab anak itu
Lila teringat akan dirinya dulu dengan ibunya sebelum kehidupanya lebih baik dari sekarang.
Ia masih beruntung masih bisa mengenyam pendidikan dari pada mereka.
" Ya udah hati hati ya dek, semoga ibumu cepet sembuh. Ni kakak ada uang sedikit buat beli makan" ucap lila sambil menyerahkan uang jajanya dua puluh ribu.
Ia merasa mereka lebih membutuhkan dari padanya.
" Makasih ya kak" ucap anak itu
Sesampainya di sekolah lila masih memikirkan dua anak yang ia temui di jalan.
" Lil, kamu ngelamunin apa sih dari tadi diem aja" Tanya febi
Lila lalu menceritakan kejadian tadi pagi yang masih mengganggu pikiranya.
Mereka lalu membuat rencana akan mengumpulkan anak anak yang putus sekolah dan mengajari mereka calistung.
Setidaknya itu adalah dasar untuk bekal mereka.
__ADS_1
Saat bel pulang berbunyi, Lila dan febi pulang bersama mencari anak anak itu.
Sudah lama mereka menyusuri jalanan namun anak anak itu tidak terlihat.
Saat mereka duduk beristirahat di tepi jalan, lila melihat anak itu sedang berjalan cepat.
" Feb, itu anak yang kita cari yo kita ikuti" ajak lila
Lila dan febi berlari mengejar anak itu.
Mereka berhenti di rumah kecil yang bangunanya terbuat dari geribik yang sudah banyak lubangnya.
" Assalamualaikum" Salam lila
" Waalaikumsalam" jawab anak itu keluar dari rumahnya menemui kita
" Eh ini kakak yang tadi pagi kan?" Tanya anak itu
" Iya dek, kakak tadi lihat kamu jalan terburu buru jadi kakak hawatir. Ada apa dek kalau kakak boleh tahu". Lila balik bertanya
" Ibu kamu sekarang bagaimana?" Tanya lila
" Alhamdulillah udah mendingan dan lagi istirahat tidur" jawab anak itu
" Oh ya ngomong ngomong kakak belum kenal nama kamu" tanya lila
" Aku adi kak" jawab ia memperkenalkan namanya
" Adi udah makan?" Tanya lila
Adi menggeleng
" Uang yang tadi dari kakak buat beli obat untuk ibu". Jawabnya sambil memegang perutnya yang keroncongan
__ADS_1
" Ni dek kakak ada sedikit uang buat beli makan" ucap febi sambil menyerahkan uang sisa jajanya dua puluh lima ribu
" Makasih ya kak" ucapnya haru
" Oh ya dek, kakak bisa minta tolong enggak" Tanya lila
" Boleh kak" jawab adi
" Besok kan hari minggu, nanti adi ngomong sama temen temen adi yang ga sekolah kumpul di rumah adi. Ntar kakak mau ngajarin baca tulis ya" ucap lila
" Wah beneran kak, mereka pasti mau" ucap adi senang
" Ya udah kakak pulang dulu ya, besok kita kesini lagi jam delapan pagi" pamit lila
" Iya kak, hati hati ya" ucap adi
Keesokan harinya lila dan febi mendatangi rumah adi
Di depan rumah adi ada sekitar sepuluh anak yang sedang duduk menuggu kita.
" Assalamualaikum" salam lila
" Waalaikumsalam" jawab mereka
" Eh ini kakak yang mau ngajari kita baca tulis" ucap adi pada teman temanya
" Iya bener, kalian udah siap belajar sama kakak" Tanya lila
" Siap kak" jawab mereka serempak
" Oke, kakak siapin dulu ya peralatan buat belajar bareng" ucap lila
Lila dan febi menyiapkan papan tulis kecil, kapur, pensil da buku buku bekas yang masih bisa dipakai oleh anak anak untuk belajar.
__ADS_1
Setelah siap semuanya anak anak semangat mendengarkan pelajaran mengenalkan huruf abjad dari lila dan febi.