
Semua tamu sudah datang termasuk leona dan kedua orang tuanya.
" Maaf ya pak burhan saya membatalkan perjodohan anak kita" ucap ferdi
" Ya gapapa, mungkin belum jodoh" ucap burhan
" Leona kamu cantik pasti nanti dapat laki laki yang baik" ucap ferdi
" iya om" ucap leona dengan senyum dipaksakan
" Pih kok pengantin perempuanya belum keluar keluar ya, tu si adrian udah ga sabaran" ucap desi
" Tenang mih, mungkin sebentar lagi" ucap ferdi
" Pengantin perempuanya ga akan datang dan acaranya bakal bubar" ucap leona dalam hati
" Tuh pengantinya mih" pak ferdi menunjuk lila yang baru ke luar dari ruang make up
" Ha ga mungkin, trus siapa yang mereka bawa. Brengksek" umpat leona dalam hati
" Wah menantuku cantik sekali" puji desi
Semua yang ada disitu terpesona dengan kecantikan lila termasuk adrian yang terus menatap tanpa berkedip.
Lila duduk disamping adrian sambil menunduk malu.
" Ehm ehm mas jangan dipandang dulu, sabar sebentar lagi halal" ledek pak penghulu
Adrianpun menunduk malu, namun jantungnya berdetak kencang karena sebentar lagi akan mengucapkan ijab qobul.
" Gimana pengantin pria udah siap" tanya pak penghulu
" Insya Allah siap pak" ucap adrian
__ADS_1
Adrian menjabat tangan pak penghulu.
Lila berdoa dalam hatinya.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda adrian pratama bin ferdi pratama dengan ananda kalila az zahra dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dibayar Tunai.” ucap pak penghulu
"Saya terima nikahnya dan kawinnya kalila azahra binti mohamad nasirudin dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” ucap adrian
" Bagaimana, sah" tanya pak penghulu
SAH
" Alhamdulillah" ucap pak penghulu dan dilanjutkan dengan doa.
" Pengantin wanita bisa mencium tangan pengantin laki laki" perintah penguhulu
Lila lalu mencium tangan adrian, dan salah satu tangan adrian lagi mengelus kepala lila
Adrian dan lila mencium tangan pak ferdi, bu desi dan bu ningsih
*****
Di gudang kosong febi baru tersadar dari pingsanya, ia kaget karena kedua tanganya terikat tali.
" He brengsek siapa kalian berani beraninya nyulik gue" teriak febi
" Diam, kamu tidak perlu tahu siapa kami" bentak orang itu
Drt drt drt
Panggilan hp di salah satu orang itu
__ADS_1
" Halo bos ada apa" tanya orang itu
" Dasar kalian ga becus, suruh nyulik perempuan aja ga bisa" teriak leona
" Bos ini gimana, ni perempuanya ada disini" ucap orang itu
" Kalian itu bego atau buta sih, yang kalian bawa itu salah" ucap leona marah
" Jangan salahkan kami dong bos, bos kan nyuruh nyulik perempuan yang berhijab pake baju putih dan ada di kamar pengantin, ya kami nyuliknya dia kan hanya perempuan ini yang ada di kamar pengantin" ucap orang itu
" Ya udah terserah kalian mau diapakan perempuan itu" ucap leona
" Tapi kami tetap dibayarkan" ucap orang itu
" Kerjaan aja ga beres minta dibayar" ucap leona
Febi diam diam mendengarkan percakapan orang itu dengan bosnya di telepon
" Oh berarti mereka salah sasaran sebenarnya yang mau mereka culik adalah lila, tapi siapa yang nyuruh mereka ya" tanya lila dalam hati
" ha.. ha..ha.. salah sasaran ya bro" ledek febi
" diam lu" bentak orang itu
" oke aku beri penawaran, kalian bebaskan aku dan kalian akan aku berikan uang sekalian katakan siapa orang yang nyuruh kalian, gimana" febi menawarkan
Orang itu saling melirik.
" oke kita terima penawaran dari kamu, tapi awas jangan bohongi kami" ucap orang itu
" tenang, kalian bisa pegang kata kataku" ucap febi
Orang itu pun melepaskan ikatan tali di tangan febi
__ADS_1
" Ayo kalian antar aku ke gedung pernikahan tadi dan kalian harus jujur dihadapan orang orang tentang rencana punculikan ini dan siapa yang nyuruh kalian ntar aku kasih uangnya. Tapi kalau ga mau ntar aku laporin kalian ke kantor polisi atas kasus penculikan" ancam febi
" Baik kita akan ikuti perintah kamu" ucap orang itu.