
Puisi pertama
Ya Allah, Engkau ciptakan mahluk yang begitu indah
Bukan hanya parasnya tapi juga kepribadianya
Entah mengapa, hatiku berdegup kencang walau hanya menatapnya dari jauh
Aku tahu ini salah
Tak seharusnya mata ini memandang yang bukan muhrinya
Namun aku tak dapat mengendalikanya
Dia bagai maghnet yang menarikku untuk semakin mendekat
Cinta atau hanya sekedar mengagumi
Entahlah, aku baru merasakan perasaan ini
from: Mr.A
Puisi ke-2
Semakin hari rasa ini semakin kuat
Ingin aku pendam karena aku sadar
Apalah aku yang hanya manusia lemah
Yang tak mampu mengungkapkan rasa
Aku takut
Takut jika engkau menolak
Takut jika engkau menghindar
Takut jika engkau benci
Aku takut akan itu semua
__ADS_1
Biarlah rasa ini aku pendam sementara
Sampai saatnya nanti tiba
Dan sampai saat itu, aku persiapkan diriku agar pantas mendampingimu
from : Mr.A
Puisi ke-3
Bidadariku
Semakin lama semakin bersinar
Auramu menyilaukan mata
Bukan hanya mata yang terlihat
Tapi mata hati yang tak terlihat
Senyumu bagai mentari di pagi hari
Menyejukan siapa saja yang melihat
Wahai bidadariku
from: Mr.A
puisi ke-4
Masya Allah
Kalimat itu yang terus aku ucapkan ketika melihatmu
Wajah cantikmu di balut jilbab menambah pesonamu
Tutur katamu yang halus
Tingkahmu yang santun
Menambah rasa ingin lebih mengenalmu lebih jauh
__ADS_1
Sudikah engkau mengijinkan aku untuk itu
from: Mr.A
******
(Maaf ya gaes jika puisinya kurang romantis, author bukan seorang pujangga yang pandai dalam merangkai kata kata..cie cie kaya lagu aje)
Kembali ke cerita lila ya...
******
Di rumah febi, lila dan febi lagi belajar bersama karena sebentar lagi akan ujian sekolah.
Setelah selesai, febi membuka surat yang dititipkan lila padanya yang berisi puisi dari seseorang yang tidak diketahui namanya hanya inisial Mr.A
Febi geleng geleng membaca puisi yang diberikan oleh orang yang masih misterius yang diberikan oleh lila.
" Gila gila gila, kalau yang dikasih puisi kaya gini aku. Duh...baper abis nih, tapi ngomong ngomong menurut kamu cowok Mr.A itu siapa ya?". Tanya febi penasaran
Lila mengangkat kedua bahunya bertanda tidak tahu.
" Ah kamu mah, menurut kamu coba di ingat ingat. Siapa cowok Mr.A yang selama ini kasih perhatian lebih ke kamu" Tanya febi lagi
" Ga tahu feb, dan ga mau tahu. Udah ah jangan ngebahas puisi atau tentang cowok lagi" marah lila
" iya iya bidadariku" ledek febi
" Ih tu kan ngledekin aku, udah ah aku mau pulang" ucap lila
" Eh eh eh kok pulang, jangan ngambek dong. Sory..." maaf febi
" Febi..siapa yang ngambek, aku mau pulang karena udah sore ntar ibu aku cemas. Kan aku pamitnya cuma sebentar" ucap lila
" oh kirain ngambek, ya udah hati hati ya say" ucap febi
" Tante lila pamit pulang dulu ya, makasih udah ngizinin lila belajar disini dan maaf udah ngrepotin tante nyediain minum dan cemilan" pamit lila seraya menyium tangan ibunya febi
" Eh harusnya tante yang berterimakasih ke kamu karena mau mengajari febi tentang pelajaran sekolah, jangan bosen bosen main kerumah tante ya" ucap ibunya febi
" iya tan, febi pulang dulu ya" pamit febi lalu melangkah ke luar dan berjalan pulang.
__ADS_1
Rumahnya dengan rumah febi tidak jauh hanya beda Rt saja.