Meraih Impian

Meraih Impian
Puisi dari Mr.A


__ADS_3

Puisi pertama


Ya Allah, Engkau ciptakan mahluk yang begitu indah


Bukan hanya parasnya tapi juga kepribadianya


Entah mengapa, hatiku berdegup kencang walau hanya menatapnya dari jauh


Aku tahu ini salah


Tak seharusnya mata ini memandang yang bukan muhrinya


Namun aku tak dapat mengendalikanya


Dia bagai maghnet yang menarikku untuk semakin mendekat


Cinta atau hanya sekedar mengagumi


Entahlah, aku baru merasakan perasaan ini


from: Mr.A


Puisi ke-2


Semakin hari rasa ini semakin kuat


Ingin aku pendam karena aku sadar


Apalah aku yang hanya manusia lemah


Yang tak mampu mengungkapkan rasa


Aku takut


Takut jika engkau menolak


Takut jika engkau menghindar


Takut jika engkau benci


Aku takut akan itu semua

__ADS_1


Biarlah rasa ini aku pendam sementara


Sampai saatnya nanti tiba


Dan sampai saat itu, aku persiapkan diriku agar pantas mendampingimu


from : Mr.A


Puisi ke-3


Bidadariku


Semakin lama semakin bersinar


Auramu menyilaukan mata


Bukan hanya mata yang terlihat


Tapi mata hati yang tak terlihat


Senyumu bagai mentari di pagi hari


Menyejukan siapa saja yang melihat


Wahai bidadariku


from: Mr.A


puisi ke-4


Masya Allah


Kalimat itu yang terus aku ucapkan ketika melihatmu


Wajah cantikmu di balut jilbab menambah pesonamu


Tutur katamu yang halus


Tingkahmu yang santun


Menambah rasa ingin lebih mengenalmu lebih jauh

__ADS_1


Sudikah engkau mengijinkan aku untuk itu


from: Mr.A


******


(Maaf ya gaes jika puisinya kurang romantis, author bukan seorang pujangga yang pandai dalam merangkai kata kata..cie cie kaya lagu aje)


Kembali ke cerita lila ya...


******


Di rumah febi, lila dan febi lagi belajar bersama karena sebentar lagi akan ujian sekolah.


Setelah selesai, febi membuka surat yang dititipkan lila padanya yang berisi puisi dari seseorang yang tidak diketahui namanya hanya inisial Mr.A


Febi geleng geleng membaca puisi yang diberikan oleh orang yang masih misterius yang diberikan oleh lila.


" Gila gila gila, kalau yang dikasih puisi kaya gini aku. Duh...baper abis nih, tapi ngomong ngomong menurut kamu cowok Mr.A itu siapa ya?". Tanya febi penasaran


Lila mengangkat kedua bahunya bertanda tidak tahu.


" Ah kamu mah, menurut kamu coba di ingat ingat. Siapa cowok Mr.A yang selama ini kasih perhatian lebih ke kamu" Tanya febi lagi


" Ga tahu feb, dan ga mau tahu. Udah ah jangan ngebahas puisi atau tentang cowok lagi" marah lila


" iya iya bidadariku" ledek febi


" Ih tu kan ngledekin aku, udah ah aku mau pulang" ucap lila


" Eh eh eh kok pulang, jangan ngambek dong. Sory..." maaf febi


" Febi..siapa yang ngambek, aku mau pulang karena udah sore ntar ibu aku cemas. Kan aku pamitnya cuma sebentar" ucap lila


" oh kirain ngambek, ya udah hati hati ya say" ucap febi


" Tante lila pamit pulang dulu ya, makasih udah ngizinin lila belajar disini dan maaf udah ngrepotin tante nyediain minum dan cemilan" pamit lila seraya menyium tangan ibunya febi


" Eh harusnya tante yang berterimakasih ke kamu karena mau mengajari febi tentang pelajaran sekolah, jangan bosen bosen main kerumah tante ya" ucap ibunya febi


" iya tan, febi pulang dulu ya" pamit febi lalu melangkah ke luar dan berjalan pulang.

__ADS_1


Rumahnya dengan rumah febi tidak jauh hanya beda Rt saja.


__ADS_2