
Bus berhenti sejenak di pom bensin, beberapa murid turun untuk ke kamar mandi. Rana masih terlelap dalam tidurnya, sepertinya obat itu membuatnya tertidur.
"Gimana kondisi Rana?" Tanya Aiden pada Dean.
"Baik, setidaknya dia tidak kesakitan karena tertidur" jawab Dean.
"Baguslah, gue gak bisa melihatnya menderita" celetuk Aiden tanpa sadar. Ia tak sengaja bertatapan dengan Dean, rasanya begitu canggung kemudian pemuda itu pergi kembali ke tempat duduknya.
Dean menatap kekasihnya yang tertidur, di genggamnya tangan Rana dengan erat. Aiden begitu terang-terangan menunjukkan perhatiannya pada Rana, jika begini bukan tidak mungkin Rana bisa saja menyukainya. Terlebih Aiden murah senyum, tampan, pintar idola para siswi. Sifat dan sikapnya sedikit berbeda dari Dean yang cuek.
\==============
Di tempat tujuan...
Para murid mulai bergantian turun dari dalam bus, mereka terkesima melihat tempat tujuan yang sangat indah ini. Penginapan yang megah dan memiliki perkebunan didekatnya.
"Berbaris berdasarkan kelas" perintah Pak Cipto lalu meniup peluit.
Semua tas mulai digeledah, karena pasti ada saja murid nakal yang mencoba menyelundupkan sesuatu untuk bersenang-senang. Rana menatap ke arah Dean yang berdiri di barisan sampingnya. Mereka saling bertukar pandangan dengan wajah datar.
"Apa?" Tanya Dean tanpa suara.
Rana menggerakkan tangannya seperti orang merokok, lalu menyilangkan kedua telunjuknya. Ia ingin memberitahu Dean jika merokok itu dilarang. Pemuda itu tertawa dengan senyuman kecil, melihat Rana menjulurkan lidahnya mengejek.
"Waah nih anak, udah sembuh nih" celetuk Suho kala melihat Rana yang kembali aktif.
Kelas yang sudah melalui pemeriksaan boleh memasuki kamar penginapan sesuai nama yang terdaftar. Para siswi tak langsung masuk kedalam kamar mereka, tentu harus berfoto dan update sosmed lebih dulu.
Setelah menata barang-barang, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan lebih dulu. Para murid bergitu bersemangat mengambil hidangan sesuai keinginan mereka.
"Sayang" panggil Rana seraya memeluk Dean dari belakang.
"Kamu mau makan apa?"
__ADS_1
"Aku gak mau makan, maunya peluk kamu"
"Hoeeek gak nafsu gue, jijik" ejek Alin lalu pergi menjauhi pasangan itu.
Rana tertawa dan melepas pelukannya, ia mengambil piring lalu mencari makanan yang ingin ia makan. Ada banyak sekali makanan yang Rana sukai. Ia ingin mengambil semuanya, karena itulah ia panggil teman-temannya agar bisa mengambil banyak jenis makanan untuk dimakan bersama.
"Ran, udah baik-baik saja?" Tanya Aiden mendekati gadis itu.
"Iya, terimakasih sekali lagi untuk airnya"
"Baguslah, gue senang loe sudah ceria lagi"
"Aiden" panggil Rana dengan nada serius.
"Iya kenapa?"
"Loe tau kan kalau Dean pacar gue, dan harusnya loe juga tau kalau gue suka banget sama dia"
Aiden tersenyum dan mengangguk, ia terdiam sejenak memandangi Rana yang begitu serius. Sepertinya ini adalah batas yang akan Rana buat, Aiden pikir selagi Rana baik-baik saja maka mereka bisa dekat. Namun mendengar hal seperti ini langsung dari Rana, membuat perasaan Aiden hancur.
"Maaf jika gue melewati batas, tapi gue rasa Dean tidak serius. Gue hanya ingin berteman.."
"Maka bersikaplah seperti seorang teman. Bukankah harusnya loe dukung hubungan kami? Dean bahkan tak pernah membicarakan loe setelah semua sikap loe padanya"
Aiden kembali terdiam, ia menatap ke arah Dean yang tengah makan bersama teman-temannya. Mungkin karena sikap cuek Dean, ia tak terlalu ingin mengomentari orang lain. Setelah merenungkan perkataan Rana, Aiden pun berpamitan pergi. Mungkin ini memang adalah akhir dari kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
Baru saja Aiden pergi, ponsel para murid tiba-tiba berbunyi saling bersahutan. Mereka lantas menatap ke arah Rana yang sedang mengambil makanan dengan teman-temannya. Tanpa mereka tahu jika sesuatu yang besar telah tersebar luas diantara para murid lain.
Dean dan teman-temannya juga menatap ke arah Rana, mereka tak mengira jika gadis itu bisa bersikap seperti ini. Rana yang kekanakan rupanya juga bisa serius dalam mengambil keputusan.
"Buahaha, harusnya Rana lihat waktu Dean cemburu" celetuk Felix seraya menyantap makanannya.
"Gue gak cemburu" sahut Dean cuek.
__ADS_1
"Idih sok jual mahal, kami lihat wajah marah loe, segala ngepalin tangan. Hajar dong kalau gak suka, massa ceweknya yang harus bertindak hahaha" goda Gerald mengingatkan kejadian di bus.
Dean menghela napasnya dan menatap Rana, ia sedikit merasa bersalah pada kekasihnya itu. Jika Rana sampai begitu, pasti ia juga risih karena melihat Dean yang hanya diam padahal jelas-jelas ada seseorang yang mencoba masuk diantara mereka.
Rana terlihat membawa banyak makanan dinampan. Ia mencari tempat duduknya ditengah keramaian. Tak sekali dua kali matanya bertatapan dengan murid lain yang terang-terangan menatap dirinya. Meski tak peduli namun sedikit risih karena Rana masih tak tau alasan mereka menatapnya dengan sinis.
"Sok cantik banget sih, ge'er banget ngira idola sekolah suka dia" celetuk salah seorang siswi.
"Hahaha udah tau punya pacar masih aja carmuk ke cowok lain"
"Namanya juga pick me girl"
Suasana tiba-tiba berada dalam mode bahaya, sayangnya seseorang yang mereka sindir tak peduli sama sekali. Rana malah asik mencicipi makanan bersama teman-temannya yang juga belum membaca berita di grup chat. Mereka tampak seolah tak terjadi apapun disana, sebab makanan ini benar-benar lezat. Justru sikap inilah yang membuat para netizen terdiam merasa diabaikan.
Usai makan, para murid diberi jam bebas untuk menikmati waktu karena hari menjelang malam. Mereka boleh melakukan apapun di penginapan, memanfaatkan fasilitas yang ada. Berendam air hangat, berfoto, main bilyard, bowling, dan ada banyak lagi.
Rana dan teman-temannya memilih menonton film bersama-sama di aula dengan layar lebar. Mereka sudah menyiapkan beberapa makanan serta minuman untuk melihat film yang tengah viral dikalangan para remaja tersebut. Film percintaan yang tentu memiliki banyak penggemar kaum wanita.
"Aaahh manis banget sih cowoknya, pingin satu" teriak Rana histeris. Ia benar-benar terkagum-kagum dengan dengan pemeran pria dalam film.
"Cowok itu atau Dean?" Celetuk seseorang.
"Dean lah hehehe" jawab Rana tanpa pikir panjang. Tentu tidak ada yang bisa menggantikan sang kekasih.
Mereka kembali fokus menonton film sambil sesekali menyeletuk mengomentari adegan romantis itu. Terlalu fokus pada film hingga membuat para siswi itu tak sadar jika penonton bertambah banyak. Tentu para pendatang tertarik karena teriakan para gadis yang histeris saat menonton filmnya.
"Anjiir ganteng banget, siapa itu?" Celetuk Rana kala matanya menatap ke arah pintu masuk aula.
Sontak saja semua orang menoleh, mereka menghela napas panjang dan kembali fokus pada filmnya.
"Pacar loe anjing, sialan" umpat Ratu kesal.
"Heheh iya pacar gue. Sayaaang.... Kamu cari aku?" Teriak Rana berjalan menghampiri Dean sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Bucin.. keluar sana!!" Ujar Bela yang mendapatkan persetujuan dari kaum anti bucin.
Rana tersenyum lebar dan berjalan cepat menuju Dean, dengan menunjukkan jari tengah lewat yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya.