Metamorphosis Cinta

Metamorphosis Cinta
MC - Kilas Balik ( Part Akhir)


__ADS_3

Viola duduk termenung di kursi meja belajarnya. Ia memainkan pulpennya sambil menatap foto dirinya dan Rana. Gelisah dan galau dalam benaknya sungguh menyiksa.


"Apa yang dikatakan Ratu benar? Tidak-tidak, gue harus memperkenalkan Rana pada teman yang lain. Iya itu benar, gue harus bertindak" gumam Viola. Ia sudah menyiapkan semua hal untuk acara ulang tahunnya, termasuk memperkenalkan Rana sebagai sahabat serta saudara terbaiknya.


Hari berganti..


Viola mengadakan acara ulang tahun di salah satu kafe. Semua temannya sudah hadir disana namun masih satu orang yang membuat Viola menunggu. Kehadiran Rana, belum terlihat sama sekali disana. Viola mencoba menghubungi ponselnya namun tak ada jawaban sama sekali.


"Eh, Kak Viola ada disini?" Celetuk seseorang yang baru saja tiba di kafe.


Viola tak mengenal mereka dan mengabaikannya begitu saja, ia masih fokus melihat ke arah pintu masuk kafe.


"Nungguin Rana? Dia lagi kencan tuh" sahut seorang wanita lainnya. Ia berjalan menghampiri Viola dan menunjukkan foto yang diambilnya sebelum datang ke kafe.


Rasa cemas Viola berubah menjadi amarah, ia berjalan menghampiri teman-temannya dan memulai acara itu. Setelah meniup lilin dan memotong kue, Viola perlahan berjalan pergi keluar kafe. Ia ingin melihat sendiri apa yang Rana lakukan sebenarnya di hari ulang tahun Viola.


Setelah berkeliling cukup lama, Viola melihat Rana bersama pemuda itu lagi. Hancur, patah hati Viola saat itu juga. Ia merasa kehilangan dan berpikir jika Rana sudah tak lagi sama. Ia pun pergi kembali ke kafe menghampiri teman-temannya yang lain.


\=====================


Esok harinya...


Rana hendak menghampiri Viola di kelasnya, ia membawa kotak hadiah yang sangat cantik. Rupanya mereka bertemu di lorong sekolah, Rana dengan ceria menyapa Viola yang tengah berjalan dengan teman-temannya.


"Kak Violaa" panggil Rana.


Viola dan temannya melewati Rana begitu saja tanpa menoleh. Itu adalah hal yang biasa Viola lakukan kala ada seseorang yang sok mengenal dirinya dengan baik.


"Vi, dia teman loe? Bukankah dia gadis itu, siapa Rana?" Tanya teman Viola.

__ADS_1


"Gue gak kenal dia" ujar Viola ketus.


Rana yang mendengar semua itu bak tersambar petir di siang hari. Ia menghampiri Viola dan ingin mencari alasannya. Tapi Viola menepis tangan Rana dan menatapnya dengan remeh. Viola berpaling begitu saja kala Rana ingin berbicara dengannya.


Di kejauhan, Ratu melihat semuanya. Cepat atau lambat semua tepat seperti perkiraannya. Tapi ia tak menyangka jika Viola yang akan mengawali semua mimpi buruk Rana. Sekarang akan menjadi hari yang berat untuk Rana.


Semua berjalan dengan sangat aneh, Rana bahkan tak bisa mengerti semuanya. Ia merasa semuanya begitu tiba-tiba, hingga dirinya memilih untuk pulang sekolah lebih awal. Rana sudah mencoba menghampiri Viola dirumahnya berkali-kali namun Viola tak mau menemui dirinya. Harapan terakhir Rana pun menghilang perlahan.


Akhir pekan, Ratu mengunjungi Rana yang sudah tak masuk sekolah selama dua hari. Sahabatnya itu tampak kacau dan terlalu sering menangis. Pasti karena berita tentang Rana dan Viola yang sudah menyebar. Lagi lagi, Rana berada diposisi yang salah, selalu ia yang menanggung semua cemooh.


"Udah nangisnya?" Celetuk Ratu masuk kedalam kamar Rana yang gelap dan penuh tisu berserakan.


"Gue salah apa sih? Kenapa Kak Viola kayak gitu?"


"Kak Viola ya? Gue juga gak tau, tapi mending loe gak lagi dekat dia. Lihat kan dia malah kayak gini ke loe, lupain semuanya kita buat awal yang baru. Teman-teman khawatir sama loe, kangen Rana katanya" hibur Ratu.


"Benar, gue juga gak mau dikira bawahannya Kak Viola. Orang jahat itu fikir gue menderita karena tidak lagi berteman dengan Kak Viola. Tidak, pertemanan kami bukan karena popularitas atau sebagai nya. Toh Rana masih punya Ratu dan yang lain kan"


Usai perbincangannya dengan Ratu, Rana tak lagi menghindar dan melawan semuanya. Ia bahkan juga tak peduli apa yang dikatakan oleh orang lain padanya. Selagi ada teman-teman terbaiknya disini. Setelah lulus SMP, Viola pun pindah rumah. Meski begitu hubungan mereka masih sangatlah canggung.


Viola memandangi rumah Rana di hari terakhir sekolahnya. Ia ingin menghampiri Rana dan berangkat sekolah bersama. Namun rasa takut akan ditolak itu menghantui pikiran Viola.


"Seandainya aku tau lebih cepat, apa kamu akan memaafkan ku?" Lirih Viola ditengah rasa menyesal.


Seminggu sebelumnya..


Viola tengah makan seorang diri disalah satu kafe. Sambil memainkan ponselnya, ia menatap ke arah sekitar. Dilihatnya seorang pemuda yang familiar bersama dengan seorang gadis. Mereka berdua adalah seseorang yang ada di dekat Rana. Keduanya tampak begitu akrab seperti seorang kekasih.


Lihat hal itu, Viola mencoba mendekat dan duduk di meja sebelah mereka. Mencoba mencuri dengar atas apa yang mereka katakan.

__ADS_1


"Apa kamu masih menyukai Kak Viola? Apakah aku sudah terlihat seperti nya sayang?" Tanya gadis itu dengan nada manjanya.


"Bukankah itu adil? Aku membantumu memisahkan Rana dan Kak Viola. Jadi kau juga harus menurutiku agar aku tetap menyukaimu"


"Iya iya, lagian aku tak mengerti kenapa Kak Viola begitu menyukai Rana padahal cewek freak itu tak ada apa-apanya"


"Tapi dia gadis yang baik dan periang"


"Diam"


Viola berdiri dari duduknya, ia mengambil gelas berisikan air dan menyiram kannya pada pasangan konyol itu.


"Kalian menjijikkan, sial" umpat Viola kemudian berjalan meninggalkan kafe itu. Ia mulai berada dalam dilema, pasti Rana juga akan terluka jika mengetahui hal ini. Terlebih pemuda yang selama ini membuatnya tertawa adalah pria paling brengsek.


Selama seminggu terakhir, Viola terus mengikuti Rana dan memperhatikannya dalam jauh. Ia juga mengancam siapapun yang merundung Rana. Hingga akhirnya Viola pun pergi membawa penyesalan dalam dirinya.


FLASHBACK OFF


\============================


Viola dan Rana tengah makan es krim sambil menikmati camilan lainnya. Saat ini adalah waktu keduanya untuk berbagi cerita dimasa lalu.


"Ran, aku ingin tau, dihari ulang tahunku saat itu kenapa kamu tidak datang?"


Rana menghentikan makannya dan mulai berpikir. Ia mengingat kembali kejadian di hari itu.


"Aku perjalanan kesana, tapi tiba-tiba cowok itu menelepon dan mengatakan akan berangkat bersama. Tapi tiba-tiba dia ada urusan dan pergi, saat aku kesana pestanya sudah selesai"


"Cowok itu pacar kamu?"

__ADS_1


"Ha? Bukannya dia pacar Kak Viola? Dia bilang kalian backstreet, dan katanya Kak Viola terlalu malu untuk memberitahuku. Makanya dia yang memberitahuku, dia sering mengajakku pergi untuk membelikan barang kesukaan Kak Viola"


Rahasia lain yang tak Viola ketahui, bagaimana bisa Rana tertipu oleh omongan penuh kebohongan itu. Rana memang terlalu baik, meski terlambat Viola senang bisa berbaikan dengan Rana sebelum ia pindah keluar negeri nantinya. Mereka berdua menghabiskan waktu seharian untuk menebus semua waktu yang terlewat karena kesalahpahaman.


__ADS_2