
Sepancar Sinar matahari pagi yang hangat mulai menyinari seisi kota, diiringi dengan kicauan burung burung dan suara ricuh desiran kendaraan yang mulai ramai dan memenuhi jalan raya, seperti biasanya kota itu selalu di penuhi oleh orang orang sibuk yang hendak pergi berkerja dan ke sekolah sehingga jalanan selalu macet dan ramai di pagi hari.
Ditengah keramaian itu terlihat seorang gadis cantik dengan rambut tergerai panjang dengan menggunakan pakaian casual dan ber sepatu sedang berlari mengejar bus yang berhenti di sebuah halte bus dan melewati ramainya orang orang yang sedang ramai disana. " oh tidak, aku harus cepat jika tidak aku akan terlambat sampai di rumah sakit " ucap gadis bernama Keyra Callysta itu sembari memegang tas bahunya agar tidak terjatuh ketika dia berlari.
Keyra berlari sekuat tenaganya hingga akhirnya dia berhasil masuk kedalam bus itu sebelum pintu nya tertutup yah meskipun dia mendapatkan tempat duduk di paling belakang. memang sangat melelahkan dia yang biasanya selalu berangkat menggunakan mobil kini ia harus berangkat dengan bus ke tempat berkerjanya. setelah berhasil mendapatkan tempat duduk dan mulai menyandarkan tubuhnya itu tiba tiba saja terdengar suara dering handphone dari dalam tasnya, mendengar hal itu membuatnya langsung mengambil handphonenya itu tanpa menyadari ada salah satu barang yang terjatuh disana.
" Hallo kak Ryan. " sapanya ketika berhasil mengangkat telepon itu.
" Hallo Key, Kau ada dimana sekarang kenapa terdengar ramai sekali. " ucap seorang pria dari dalam telepon genggam itu.
" hmm, Keyra sedang berada di bus kak. "
" di bus, memangnya kenapa dengan mobilmu hmm."
" Iya kemarin mobilku mogok, dan kata orang bengkel ada sedikit kerusakan jadi terpaksa hari ini aku harus pergi ke rumah sakit naik bus. " jawabanya sembari memandang kearah luar kaca cendela Bus itu.
" ohh begitu rupanya, maaf aku baru bisa menelepon mu sekarang sebab perbedaan waktu disana dan disini sangat berbeda aku takut akan menggangu waktu istirahat mu. "
" (tertawa kecil) tidak masalah kak. " ucapnya pada kakak laki lakinya yang sekarang ini sedang bertugas di New Zealand dan merupakan anggota kepolisian yang baru menjabat sebagai anggota detektif tahun lalu.
" kau sudah sarapan kan, ingat meskipun terlambat tapi jangan pernah melupakan sarapan mu mengerti." omel nya yang membuat gadis itu tersenyum mendengar nya.
" iya kak mengerti, sudah sebaiknya kakak segera menutup telepon nya dan tidurlah, kak Ryan juga tidak boleh sering bergadang, aku akan makan dengan sangat baik disini. " ujarnya.
" Baiklah, kalau begitu sampai jumpa lagi. "
" Good Night kak, mimpilah dengan indah. " ucapnya yang kemudian langsung mematikan handphone nya secara sepihak.
Bus itu melaju melewati jalanan yang ramai dan macet itu hingga 15 menit kemudian akhirnya bus itu berhenti di halte bus yang letaknya tidak jauh dari tempat berkerja mu.seberhentinya bus itu Keyra langsung berjalan menuju ke rumah sakit yang terletak kurang lebih 2 meter dari tempatnya berdiri sekarang. Keyra mulai berjalan memasuki lobi rumah sakit itu sembari disertai senyuman yang begitu manis dari ujung bibirnya.
" Selamat pagi Dokter Key. " sapa seorang wanita yang sedang mengotak atik komputer yang ada di meja Resepsionis
" Pagi. " jawabanya dengan begitu ramah sembari berjalan melewati nya begitu saja.
Keyra berjalan melewati lorong rumah sakit dan masuk kedalam ruang kerjanya yang berada tidak jauh dari ruang Resepsionis, hanya berjarak beberapa ruangan dari sana. keyra masuk kedalam ruangannya dan langsung meletakan tas bahunya serta mengganti sepatu dan memakai jas kerjanya,
"Ceklek." terdengar suara seseorang yang baru saja membuka pintu ruangan itu.
" Morning key." sapa seorang gadis yang baru saja masuk kedalam ruangan itu sembari membawa tas bekal ditangannya.
" Morning Van. " Jawabnya sembari mengikat seluruh rambutnya dan merapikan nya.
" ini aku bawakan gimbab untuk mu. " ujarnya sembari meletakkan tas bekal itu di atas meja kerjanya.
" (tersenyum) kau memang teman terbaikku, tahu saja kalau aku belum sarapan. " senangnya dan membuka tas bekal yang dibawa Vania yang merupakan teman satu kampus yang juga merupakan dokter disana.
Keyra mulai membuka kotak bekal itu dan menyantap makanan yang ada di dalamnya, sedangkan vania mulai memberikan berkas yang sedari tadi ia bawa itu.
" Key satu jam lagi kau akan ada operasi pada pasien kamar 28,dan ini data diri dan surat persetujuan dari pihak keluarganya. " ujarnya pada temannya yang sedang asik menyantap makanan yang ada di depannya. melihat hal itu Keyra hanya melihat sekilas setumpuk kertas itu dan mengangguk inya.
__ADS_1
" terimakasih Van. "
" Key kau serius akan mengoperasi nya, beberapa dokter bedah hari ini banyak yang tidak hadir karena tugas di luar kota, kau yakin akan mengoperasi nya hari ini? " tanyanya yang sedikit ragu akan hal itu.
" (mengangguk) Pasien itu mengindap penyakit Endokarditis [ peradangan pada lapisan dalam jantung ] dan sudah menginap dan dirawat di rumah sakit ini sejak satu minggu yang lalu tanpa adanya penanganan khusus, jika kita terus menunda operasi nya akan berdampak semakin buruk padanya. apa lagi penyakitnya itu disebabkan oleh kerusakan pada katup jantung, jika tidak ditangani segera akan berdampak pada kematian. " Jelasnya yang kemudian mulai menghabiskan makanannya itu.
" Ngomong ngomong terimakasih untuk makanannya, ini sangat lezat, aku akan memakan sisanya nanti siang" lanjutnya.
" sama sama, jangan lupa mengembalikan kotak bekalnya. " jawabnya yang membuat Keyra seketika mengangguk inya.
mereka berdua membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan berbagai penyakit dan hal lain disana, dan satu jam kemudian Keyra pun mulai menyiapkan segalanya untuk melakukan operasi pada pasien kamar 28. Operasi itu berlangsung sangat lama membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam disana dan pada akhirnya beberapa jam kemudian operasi nya itu berjalan dengan baik tanpa adanya kesalahan apapun.
setelah menyelesaikan perkerjaan yang cukup melelahkan itu Keyra pun kembali ke ruangannya untuk beristirahat sejenak, dan sesampainya disana terfengar suara dering handphone yang sedari tadi berbunyi di dalam tasnya, mendengar hal itu membuatnya langsung mengambil handphone nya itu dan mengangkat teleponnya.
" Hallo"
" Hallo nonna Keyra ini dari pihak bengkel yang menelfon. "
" Ahh iya ada apa, apa sudah terjadi sesuatu pada mobil saya " tanyanya sembari duduk dibangkunya.
" Tidak Nonna, saya hanya ingin memberitahu kalau mobil Nonna telah selesai diperbaiki, "
" eoh benarkah, kalau begitu bisakah kau mengantarnya ke rumah sakit karena aku sedang sibuk sekarang, kau tenang saja aku akan membayar biaya ongkosnya. " ujarnya yang menyuruh agar mobilnya itu di antar ke tempat kerjanya.
" Baik Nonna. "
" Aku akan mengirim lokasinya dan mentransfer uangnya. terimakasih untuk pengertian nya. "
Gadis itu mulai mengotak atik handphonenya dan mentransfer beberapa uang yang dia bilang tadi, setelah itu dia meletakkan kembali handphonenya kedalam tas, namun ketika dia membuka tasnya dia merasa ada yang berbeda dari dalam tasnya.
" Tunggu, Apa aku tadi lupa tidak membawa Dompet" ujarnya ketika teringat akan sesuatu di benaknya.
" tapi sepertinya aku tadi membayar uang bus menggunakan uang cash, itu berarti aku membawa dompet tadi, tapi kenapa tidak ada." lanjut nya sembari mengeluarkan semua isi tasnya itu namun tidak menemukan hasil apapun.
" Astaga, atau jangan jangan terjatuh di bus, jangan bilang terjatuh di dalam bus, Ahh bagaimana ini. " Resahnya sembari meredupkan wajahnya yang kebingungan itu.
" apa aku harus menghubungi pihak bus, ahh bagaimana ini. " lanjutnya yang sangat kebingungan karena di dalam dompetnya terdapat kartu Identitas, kartu rekening dan lain sebagainya.
sedangkan disisi lain di tepatnya di lobi rumah sakit terlihat seorang pria yang baru saja masuk kedalam rumah sakit itu dengan menggunakan pakaian berjas rapi, pria itu berjalan masuk dan menghampiri meja resepsionis disana.
" Selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu? " tanya pegawai resepsionis itu dengan begitu ramah.
" Apa aku bisa bertemu dengan Dokter Keyra Callysta. " ucapnya tiba tiba yang membuat pegawai itu sedikit bingung karena nya
" Apa? "
" Bukankah disini ada dokter Yang bernama Keyra Callysta? "
" iya tuan, tapi ngomong ngomong tuan ada keperluan apa ingin bertemu dengan Dokter Keyra? " tanyanya yang membuat pria itu mengeluarkan sebuah dompet berwarna merah jambu dari dalam saku nya.
__ADS_1
" aku ingin mengembalikan dompetnya, bisakah aku menemuinya. " jawabnya sembari menunjukan dompet itu pada pegawai itu
" Ahh begitu rupanya, tapi sepertinya Dokter Keyra sedang ada di ruang operasi saat ini, tuan bisa menitipkan dompetnya disini, nanti saya akan memberikannya pada dokter Key, "
" Tidak, aku ingin memberikan sendiri padanya, segera hubungi dia aku akan menunggu. " ujarnya sembari duduk di bangku yang terletak telat di depan meja resepsionis itu.
" Baik Tuan, " patuhnya yang langsung meraih teleponnya.
Dan Setelah beberapa menit menunggu akhirnya terlihat seorang gadis yang masih memakai jas kerjanya sedang berlari menuju meja resepsionis disana, melihat hal itu membuat pria itu berdiri dan menghampiri nya.
" (menyodorkan dompet itu) Ini milikmu? " tanyanya singkat sembari menatapnya.
" (mengangguk) benar ini memang benar milikku, terimakasih banyak Tuan. " jawabnya yang senang sembari mengambil dompet itu,sementara itu pria
itu hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan nya.
" Tunggu, duduklah sebentar disini, aku akan mentraktir mu kopi untuk ucapan terimakasihku. " cegahnya yang berusaha ingin membalas budinya itu
" Tidak perlu. " jawabnya singkat yang tanpa menoleh nya ataupun berhenti.
" Kalau begitu, Bolehkah aku tahu siapa Nama mu Tuan. " ucapnya lagi yang berhasil menghentikan langkah pria itu dan menoleh kearah Keyra.
" Vano. " jawabanya sembari menatap nya, dan beberapa saat kemudian dia pun memalingkan pandangannya kembali dan pergi dari tempat itu.
melihat hal itu membuat Keyra sedikit terdiam dan hanya menatap kepergian pria itu yang berlahan menghilang setelah melewati pintu.
" Dia pasti orang sibuk. " batinnya setelah melihat perilakunya padanya.
" yah sudahlah yang terpenting dompetku sudah ketemu sekarang, kau tidak boleh memandang orang seperti itu Key. " ocehnya lagi yang kemudian kembali ke ruangannya dengan membawa barang yang sempat membuatnya panik itu.
namun ketika dia baru saja ingin melangkahkan kakinya dari meja resepsionis itu tiba tiba saja pintu rumah sakit itu terbuka dengan begitu lebarnya dan beberapa orang dari tim ambulans masuk kedalam dengan membawa seorang pria yang baru saja mengalami kecelakaan masuk kedalam rumah sakit itu.
" Aku titip dompet dan handphone ku disini dulu, aku akan mengambilnya nanti. " ucapnya sembari meletakan semua barangnya itu dan berlari menyusul pasien itu.
Keyra berlari masuk kedalam ruangan IGD dan langsung memeriksa pasien yang baru saja datang itu dengan kondisi tubuh yang cukup memprihatinkan.
" Dia mengalami kecelakaan lalu lintas di perbatasan kota dengan mengendarai sepeda motor, dan kita baru membawanya kurang lebih setelah 15 menit. " ujarnya sedangkan gadis itu masih terus memeriksa kondisinya.
" Tangan kanannya sedikit patah, dan seperti nya dia juga mengalami benturan di bagian dada dan kepala itu akan membuat nya akan sedikit kesusahan untuk bernafas untuk beberapa waktu, siapa nama pria ini?" tanyanya sembari menatap seorang pria yang membawa pasien itu tadi.
" Dari kartu Identitas yang kita temukan, pria ini bernama Aaron Christian Arqio. " jawabnya
" Segera hubungi anggota keluarganya, dan berikan dia alat bantu bernafas, dan bersihkan luka yang ada di tubuhnya itu. " ujarnya pada perawat yang ada di sana.
" Baik. " Jawabnya singkat yang membuat Keyra langsung keluar dari ruangan itu.
melihat hal itu para perawat yang ada disana segera melakukan apa yang Keyra katakan itu.
__ADS_1
Hai Guys Terima kasih sudah mampir semoga kalian suka dengan Ceritanya 😁