MIANHAE { Maaf }

MIANHAE { Maaf }
BAB 4 (Mimpi Buruk)


__ADS_3

Sebuah mobil terlihat mulai berhenti tepat di depan sebuah gedung perusahaan pencakar langit disana, sedikit informasi perusahaan yang di pimpin oleh Vano ini merupakan perusahaan terbesar di Asia, dia memiliki banyak sekali cabang,gedung dan tempat besar yang berada di bawah naungan perusahaan Arqio, seperti Hotel, Mall, restauran dan bahkan dia memiliki 3 pulau pribadi yang terletak di benua Asia, Eropa dan Afrika, sehingga bisa di bilang Reyvano adalah salah satu orang terkaya di negaranya dan hal itulah membuatnya menjadi orang penggila kerja, bahkan dia bisa keluar masuk 3 negara sekaligus dalam jangka waktu lima hari.


pria itu mulai keluar dari dalam mobilnya dan disambut oleh para pegawai dan koleganya disana dengan begitu ramah, melihat hal itu Vano hanya bisa tersenyum tipis menatap mereka lalu pergi bgitu saja menuju ke ruang kerjanya.


Ruang kerja Vano terletak di lantai paling atas sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai disana, dan sesampainya disana dia pun mulai melepas jas nya dan meletakkannya di sebuah gantungan yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


" Morning Van." sapa seorang pria berkemeja putih yang baru saja masuk kedalam ruang kerja itu dan melihat Vano sedang berdiri memandang kearah kaca cendela. Dia adalah Xavier Chayton yang merupakan sahabat kampusnya yang kini menjabat sebagai sekretaris sekaligus tangan kanan Vano.


Xavier memiliki kecerdasan yang tak kalah cerdasnya dari Vano, dia bahkan sering menggantikan posisi Vano saat Meeting, rapat ataupun acara lainya ketika Vano benar benar tidak bisa hadir.


" Morning. " jawabnya.


" Aku sudah mengirim materi dan File untuk meeting nanti, apa kau sudah menerimanya? " tanyanya yang membuat pria itu mengangguk dan mulai duduk di sofa yang letaknya berada tidak jauh dari nya.


" Meetingnya akan dimulai 2 jam lagi, dan akan dihadiri oleh para kolega dan Client dari Cina dan dan Amerika, mungkin mereka nanti akan membicarakan tentang proyek yang sedang kita jalani di . " jelasnya pada pri yang ada disana.


" aku mengerti kau siapkan saja semuanya. "


" Dan iya kemarin Client dari Jepang mengirim sebuah pesan padaku, dia menanyakan perkembangan proyek baru yang akan kita bangun bulan depan, dia juga menawarkan beberapa ide lain yang ingin dia tuangkan dalam proyek kali ini. "


" Kalau begitu kau atur jadwal untuk rapat dengan mereka, aku juga ingin membahas beberapa hal yang berkaitan dengan proyek itu." jawabanya yang membuat Xavier seketika mengangguk inya.


itulah kehidupannya, mereka selalu membicarakan hari esok sebelum mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan hari ini, tanpa mengenal lelah.


...****************...


Sedangkan disisi lain di sebuah kamar yang begitu luas Keyra perlahan mulai membuka kedua matanya, dan ketika dia membuka kedua matanya itu dia melihat sebuah dinding ruangan yang terlihat sangat asing baginya.


" Dimana Lagi aku sekarang. " batinnya yang masih verbaring diatas ranjang itu dan melihat ke sekelilingnya yang terdapat banyak sekali barang barang mewah disana.


" Apa aku sudah bangun dari mimpi burukku" lanjutnya yang tidak lama kemudian pintu kamar itu mulai terbuka dan seorang maid pun masuk kedalam kamar itu sembari membawa beberapa makanan di atas nampannya.


" (menghela nafas) ternyata aku belum bangun mimpi ku. " ujarnya ketika melihat lara maid itu berjalan menghampiri nya.


" Selamat Siang Nonna Keyra kami membawakan makanan untuk Nonna. " ucap maid itu yang kemudian duduk di tepi ranjang itu namun Keyra hanya diam menatapnya.


" Ada apa ini kalian memberiku makanan? "


" Iya Nonna Tuan Vano tadi memerintah kan kami untuk memberi makan Nonna Keyra ketika sudah sadarkan diri. " Jawabnya yang membuat Keyra tersenyum seakan akan sebuah ide terlintas di dalam benaknya.


" Kesempatan bagus. " Batinnya.


" Kalau begitu cepat lepaskan ikatan ini, agar aku bisa makan. " ucapnya sembari melihat kedua tangannya yang masih terikat itu.


" Maafkan Kami Nonna, tapi Tuan Vano melarang kami untuk melepas atau mengubah kondisi Nonna, jadi biar kami yang menyuapi Nonna. " jawabanya.


" Kalau begitu tidak usah, kalian saja yang makan. " tolak nya sembari memalingkan pandangannya.

__ADS_1


" Tapi Nonna, jika Nonna tidak makan maka kami yang akan dimarahi oleh Tuan. "


" itu urusan kalian, dengar aku bukanlah seekor hewan yang makan dengan keadaan terikat seperti ini, lagi pula pada akhirnya aku akan mati di tangan Tuan kalian, kenapa kalian harus repot memberiku makan. " Celetuk nya tanpa menatap Maid itu.


" Tapi Noona, Noona makanlah sedikit saja. " bujuknya namun Keyra masih tetap pada pendiriannya tanpa merespon perkataan Maid itu.


melihat hal itu, Membuat Maid itu pasrah dan beranjak pergi keluar dari kamar itu dan membawa makanan itu keluar.


...****************...


Malam Harinya tepat di pukul 9 malam Vano pun akhirnya sampai di Mansion nya, sesampainya disana pria itu langsung masuk kedalam Mansion itu dan disambut oleh beberapa maid dan Bodyguard disana.


" Selamat datang Tuan, kami sudah menyiapkan air hangat untuk mandi dan makan malam untuk Tuan. " ucap seorang kepala maid disana sedangkan Vano mulai membuka jasnya dan memberikannya pada maid itu.


" (mengangguk) lalu bagaimana dengan dokter itu kalian sudah memberinya makan. " tanya nya pada maid itu.


" Maafkan kami Tuan, kami belum memberi makan dokter Keyra, karena beliau tidak hanya mau makan kalau beliau makan sendiri dengan tangannya. " Jawabnya yang membuat langkah Vano terhenti.


" Jadi dia sama sekali belum makan dari tadi pagi? " tanya nya.


" Iya Tuan. "


" Ahhh wanita itu benar benar merepotkan, bawakan makanan nya kemari biar aku sendiri yang memberinya makan. " kesalnya yang membuat maid itu langsung pergi kedapur untuk mengambil makanan untuknya.


" Tuan Vano, saya sudah membelikan Obat Tuan. " ucap Handy asisten pribadinya sembari memperlihatkan paperbag yang dia bawa.


...****************...


Vano membuka pintu itu dengan kerasnya dan masuk kedalam sebuah kamar bersama seorang Maid disampingnya yang membuat Keyra yang sedari tadi hanya duduk disana terkejut akan kedatangannya.


" Yakk kau ingin mati, aku sudah sangat berbaik hati memberimu makan tapi kau menolaknya begitu saja." Bentaknya sembari menghampiri nya.


" memang aku akan Mati bukan, kenapa kau harus repot repot memberiku makan. " jawabnya yang membuat Vano meraih meraih lehernya dan mencekik nya.


" Sudah aku katakan aku tidak akan membiarkan mu mati sebelum kau membalas semua perbuatan Ayahmu padaku. " ujarnya pada Keyra


"Akhh, lepaskan aku kesulitan bernafas. " rintihnya namun Vano tidak menghiraukannya.


" Jadi kau hanya perlu menuruti semua perintahku, dan lakukan apa yang ku mau, anggap saja kau membayar semua perbuatan keluargamu padaku. " lanjutnya


" biar aku tekankan kembali, ayahku bukanlah orang yang jahat seperti mu, dia selalu membantu orang sedangkan kau, kaulah pembunuh kejam bagaikan iblis Reyvano. " ucapnya dengan penuh penekanan dan menatap nya, mendengar hal itu membuat Vano melepaskan tangannya dari tanganmu dan


[ "Plakk" ]


Satu tamparan yang begitu keras mendarat di pipi kirinya hingga membuat Keyra tersungkur dilantai dan mengeluarkan darah dari hidungnya.


" Kau menampar ku, Ayahku saja tidak pernah membentak ataupun mengasariku. " ucapnya sembari menatapnya.

__ADS_1


" Aku paling benci ketika ada orang yang berkata seperti itu padaku, aku bukanlah orang seperti itu, sebaiknya kau berfikir dulu sebelum mengatakan sesuatu padaku. " ujarnya.


" Cih, benarkah, kau membawaku kemari tanpa adanya alasan yang jelas, kau tiba tiba menculik ku dan menyiksaku, bukankah hal ini itu disebut dengan kasus kekerasan dan pembunuhan. "


" Dan sekarang kau sangat marah ketika aku menyebutmu seorang pembunuh kejam, sebenarnya yang gila itu aku atau kau hmm. " lanjutnya yang membuat Vano kesal dan mengepal tangan kirinya dengan begitu keras.


" (tertawa kecil) kau ingin memukulku, Pukul saja, apa yang kau tunggu, kau ingin memukul kepala atau wajahku hmm, pukul lah bukanlah itu yang kau mau dan kau inginkan Rey " ucapnya dengan penuh penekanan pada pria itu, dan yang benar saja pria itu langsung mengangkat tangannya dan bersiap untuk mendaratkanya padamu.


namun ketika ia ingin melakukannya entah kenapa tiba tiba kepalanya mendadak begitu sakit, pandangannya memudar dan melemas.


" Agrhhhh. " rintihnya yang seketika melemas dan terduduk di atas sofa yang ada di belakangnya.


" Tuan, Tuan Baik baik saja. " paniknya sedangkan Keyra hanya bisa terdiam melihat nya yang tiba tiba kesakitan seperti itu. melihat hal itu maid itu pun langsung pergi keluar untuk memanggil para Bodyguard untuk membantu Vano pergi dari kamarmu.


dan beberapa bodyguard pun masuk lalu langsung menuntun pria itu keluar dari kamar itu, sedangkan Keyra hanya bisa menatap kepergiannya itu.


" Apa yang terjadi dengannya. " batinmu yang penasaran akan hal itu.


" Noona Key, anda baik baik saja?, izinkan saya mengobati Mimisan anda Noona. " ucapnya yang membuyarkan lamunan Keyra, dan maid itupun mulai membantu Keyra untuk berdiri dan duduk di atas ranjangnya.


" Ada apa dengannya, kenapa dia tiba tiba seperti itu? " tanya nya begitu saja dengan maid yang sedang berusaha menghentikan darah yang terus keluar dari hidungnya.


" Mungkin keadaan Tuan saat ini sedang Drop dan kelelahan, Tuan Vano sering seperti ini ketika telat meminum obatnya dan ketika kondisinya tubuhnya menurun. " jelasnya pada Keyra.


sedangakan disisi lain Pada bodyguard itu berhasil membawa Vano ke kamar nya dan membaringkan nya di ranjang miliknya.


" Tuan Vano baik baik saja? " Tanya asisten pribadi nya itu.


" ambilkan obat yang kau beli tadi. "


"Tuan tidak ingin makan dulu sebelum meminumnya"


" cepat ambilkan obat itu Handy. " bentaknya dengan nafas yang tidak beraturan.


" Baik Tuan. " Jawabnya yang langsung membuka laci meja yang ada disana dan mengambil sebutir pil dari dalam sana.


Handy mengambil dan memberikan obat itu pada Vano dan pria itu langsung meminumnya begitu saja.


Sementara itu keadaan di lorong tepatnya di luar kamar Vano terlihat seorang gadis dengan pakaian modis nya berjalan melintasi lorong Mansion itu.


" Apa yang Noona lakukan disini? " tanya seorang bodyguard yang sedang menjaga kamar Vano itu yang menghentikan langkah gadis itu


" Vano ada didalam kan, aku ingin bertemu dengan nya. " ucapnya yang kemudian melanjutkan langkah nya namun para Bodyguard itu menghalangi nya.


" Maaf Noona, kondisi Tuan Vano saat ini sedang Drop, jadi akan lebih baik Noona Livia kembali besok." ujar bodyguard itu.


" keadaannya sedang drop, (smirik) tapi aku bukanlah orang yang pergi sebelum tujuan ku tuntas" jawabnya lalu menerobos masuk kedalam kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2