
Vano pergi keluar begitu saja dari rumah itu dengan perasaan yang begitu kesal, sedangkan Aaron Juga ikut menyusulnya.
" Kak Vano Tunggu" panggilnya yang membuat langkah Vano terhenti.
" Kak Apa kau serius dengan Ucapan mu tadi, kau jangan memaksakan diri, Mama hanyalah sedang menggertak kita. " lanjutnya pada pria yang ada di depannya itu.
" Lagi pula waktu yang dia berikan sangatlah sedikit, lalu bagaimana kakak bisa mendapatkan seorang Kekasih dalam waktu sehari semalam. "
" (Menghela nafas) Aaron, kau jangan khawatirkan hal itu, semua itu adalah urusanku, " jawabnya singkat yang kemudian menepuk pundak adiknya itu lalu masuk begitu saja kedalam mobilnya.
Vano masuk kedalam mobilnya dan mulai melakukannya dengan begitu cepat meninggalkan rumah itu, sedangkan Aaron hanya bisa pasrah melihat kepergian Kakaknya itu.
" Arghhh, dasar Wanita Sialan, beraninya dia mempermainkan ku seperti ini, sekarang katakan dimana aku harus mencari wanita di malam buta seperti ini. " Kesalnya sembari memukul keras setir mobilnya.
Mobil Vano melaju begitu cepat melewati hutan belantara yang gelap dan sepi, dan selama perjalanan Dia selalu memikirkan bagaimana caranya dia bisa menangani masalahnya dalam satu malam saja.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan panjang akhirnya Mobil sport berwana hitam itu berhenti tepat di depan mansionnya, se berhenti dia disana pria itu langsung masuk keluar dan hendak masuk kedalam, namun ketika ia ingin masuk dia melihat seorang asisten pribadinya sedang berjalan mondar mandir kebingungan sembari menatap ke arah ponselnya.
" Apa yang kau lakukan disini? " tanya Vano pada pria itu.
" Apa sudah terjadi sesuatu? " tanyanya lagi.
" Sebelumnya Maaf Tuan, telah terjadi sesuatu pada dokter Key, dia berhasil kabur melarikan diri tuan. " jawabnya yang sama sekali tidak berani menatap wajah Vano itu.
" Apa, bagaimana bisa, apa kalian tidak menjaganya dengan baik Eoh!! " bentaknya.
* maaf tuan, kami tidak menyadari bahwa gudang itu belum terkunci, dan Dokter key Kabur ketika kita sedang makan malam. "
" Apa!! wahh kalian benar benar bodoh, apa kalian memang harus makan disaat yang bersamaan Eoh, kenapa tidak makan secara bergantian!!! " marahnya sedangkan Asisten pribadinya itu hanya terdiam di tempat nya.
" Sekarang suruh semua penjaga disini mencari wanita itu di setiap sudut hutan ini, jika dia berhasil lolos dan kabur dari hutan maka kepalamu lah yang akan menanggung akibatnya. " lanjutnya
" Baik Tuan. " Jawabnya yang membuat Vano kembali masuk kedalam mobilnya untuk mencari keberadaan Keyra.
semua penghuni Mansion itu mulai mencari Keberadaan Keyra di setiap sudut Mansion dan hutan begitu juga dengan Vano yang juga ikut turun Tangan membantu mereka meskipun moodnya benar-benar sangat buruk saat ini.
...****************...
sedangkan disisi lain di kedalaman hutan yang begitu jauh dan dalam terlihat seorang gadis yang sedang berjalan menyusuri. hutan yang gelap itu dengan kondisi tangan yang masih Terikat bak seorang tahanan.
" Sebenarnya aku sedang berada di hutan mana sekarang ini, perasaan sedari tadi aku terus berjalan tapi kenapa aku tidak menemukan jalan keluarnya. " titahnya sembari melihat ke sekelilingnya yang begitu gelap dan menyeramkan.
" Sepertinya aku sudah masuk terlalu jauh kedalam hutan ini, apa aku tersesat di hutan ini karena semakin lama disini terlihat semakin gelap. " ujarnya kembali ketika dia sudah hampir tidak bisa melihat langit malam karena tertutup dahan pohon yang tinggi.
Keyra terus berjalan menyusuri hutan itu tanpa kepastian apa dia akan menemukan sebuah jalan pintas atau tidak, hari semakin malam namun Keyra belum juga menemukan jalan pintas ataupun jalan keluar hingga beberapa saat kemudian terdengar suara menggerikan yang membuat langkahnya terhenti.
["Ggrrrhh "]
" Suara Apa itu, a apa mungkin perasaan ku saja. " batinnya yang seketika membuat bulu kuduk nya merinding.
["Ggrrrhhh"]
Suara itu terdengar kembali dan semakin lama suara itu semakin jelas terdengar di telinga gadis itu yang membuat kaki gadis itu terdiam tidak bisa berkerak karena takut.
" Kak Ryan aku takut, suara apa itu sebenarnya.... tidak jangan bilang." batinnya yang kemudian terlihat sebuah bayangan seekor hewan yang sedang berjalan Kearahnya.
Bayangan hewan itu semakin lama semakin jelas terlihat olehmu dan terlihat seekor kucing besar atau bahasa lainnya adalah seekor Harimau yang sedang berjalan menghapiri gadis yang terlihat seperti seekor kelinci penakut disana.
" Apa ini yang dinamakan keluar dari kandang singa masuk ke mulut macan, apa nyawaku akan berakhir di sini. " batinnya lagi
" Kak Ryan sepertinya hidupku benar benar akan berakhir disini, maafkan adikmu ini yang tidak pernah menurut padamu. " lanjutnya sembari perlahan berjalan mundur menjauh dari binatang besar itu
" Tenang Key, Kak Ryan Bilang jangan pernah berlari ataupun membuat suara ketika bertemu dengan binatang buas, kau harus tenang. " gumamnya yang berusaha menenangkan dirinya sendiri namun naasnya tanpa sengaja kakinya menginjak dahan pohon sehingga menimbulkan suara yang membuat Harimau itu menggeram semakin keras.
__ADS_1
" Mampuss kau Keyra. " ucapanya yang langsung berlari dari tempat itu. binatang besar yang merasakan pergerakan Keyra itu pun langsung berlari mengejar gadis itu.
Keyra terus berlari meskipun dia tahu tenaganya tidak sekuat kucing besar itu, dia terus berlari hingga tanpa ia sengaja dia tersandung sebuah batu yang membuatnya terjatuh, melihat hal itu Harimau itu langsung melompat dan bersiap menerkam gadis itu.
" Agrhhhh!!!! " teriaknya sembari menutupi wajahnya itu namun tiba tiba.
["Ceklek"] ["Dorrr"] ["Dorrr"]
terdengar seperti sebuah peluru yang baru saja keluar dari sarangnya, dan akibat dari peluru itu membuat kucing itu langsung seketika menjauh meskipun peluru nya sudah mengenai beberapa kaki nya.
Keyra yang terkejut akan hal itu seketika mulai mendongak kan wajannya.
" Jangan angkat kepalamu dokter Key! " ujarnya sembari mengangkat senapannya kembali ketika Harimau itu berlari menghampiri keyra lagi.
["Dorrr"] ["Dorrr" ]
Dua peluru melesat kembali dan tepat mengenai tubuh Harimau itu sehingga membuat nya mati begitu saja disana.
Melihat hal itu Keyra pun kembali mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang telah membunuh binatang buas itu.
" Vano. " ucapnya ketika melihat wajah Reyvano berjalan menghampiri nya.
tanpa berbasa-basi, pria itu langsung menarik Keyra masuk kedalam Mobilnya yang berada tidak jauh dari tempat nya sekarang.
" Yakkk Vano, Lepaskan sakit, aku. tidak mau kembali denganmu Yakk" berontak nya namun Vano tidak menghiraukan nya dan terus menarik gadis itu sampai masuk kedalam mobilnya.
...****************...
Vano membawa dan menarik keyra dengan begitu kuatnya ke ruangan bawah tanah dimana tempat asalnya.
Sesampainya disana Vano pun langsung melempar Keyra ke dinding sehingga kepalanya terbentur dengan begitu sangat keras disana.
" Agrhhh. " rintihanya.
" Aku melakukan hal ini karena aku ingin Bebas, aku tidak ingin disini terus menerus dengan manusia kejam seperti mu. " (Jawab gadis itu dengan mata yang sudah memerah dan perlahan menumpahkan semua isinya.)
["Plakkk"] Satu tamparan begitu keras mendarat tepat di pipi nya.
" Kejam katamu, yang kejam adalah keluargamu, yang ku lakukan selama ini tidak ada apa apanya dengan penderitaan yang ku alami selama bertahun-tahun. "
" Hiks Lalu apa hubungannya dengan ku Eoh, Apa hubungannya, aku adalah gadis yang belum tahu apa apa hari itu, aku juga tidak tahu apa ayahku melakukannya atau tidak aku tidak tahu. "
"Sebenarnya penderitaan apa yang kau alami sehingga kau harus menyiksa wanita tidak tahu apa apa ini Eoh!!! " Teriaknya yang begitu kesal pada semua itu.
" Apa kau tahu lebih baik aku di terkam harimau di hutan gelap itu, dari pada aku harus terus menderita disini dengan pria yang tidak mempunyai hati nurani seperti mu. "
["Plakkk" ]
" Kau bisa berkata seperti itu karena kau belum merasakan apa itu kehidupan, hidupmu pasti penuh dengan kebahagiaan dan canda tawa. "
" Itu benar, kehidupan ku memang dipenuhi oleh canda tawa karena aku putri satu satunya, keluarga ku selalu menjaga ku, selalu membuat ku bahagia dan mereka memperlakukan ku seperti halnya mereka menghargai ku sebagai wanita."
" namun beda halnya dengan mu, yang selalu menyakiti seorang wanita yang tidak berdaya seperti ku, jangan jangan apa kau juga memperlakukan kekasihmu seperti ini eoh. " lanjutnya yang membuat Vano terdiam.
" Pria seperti apa kau yang hanya bisa melukai seorang wanita. "
" (Smirik) Kau adalah wanita yang sangat keras kepala, dan sepertinya kau seorang wanita yang memiliki harga diri yang tinggi, sehingga kau harus membels dirimu sendiri sampai segitunya. "
" Sepertinya aku tahu apa yang harus ku lakukan agar membuatmu menderita dan menyesal sudah berkata seperti itu denganku. " ucapnya yang kemudian langsung menarikmu keluar dari gudang itu.
" Yakk kau ingin membawaku kemana lagi Eoh, lepaskan aku. " berontak nya, namun pria itu tidak. menghiraukan nya.
...****************...
__ADS_1
Vano menarik Keyra dengan begitu kasarnya masuk kedalam mansion dan melewati banyaknya maid yang berada disana hingga membuat semua mata mereka tertuju pada mereka berdua.
" Aku benar benar sangat kasihan dengan dokter Keyra. " ucapnya sembari melihat tuannya yang sedang menarik gadis itu menaiki anak tangga mansion itu.
" Apa yang bisa kita lakukan, kita tidak bisa melakukan apapun, sebab yang kutahu sifat Tuan Vano tidak pernah sekeras ini. " sahutnya
...****************...
Vano membawa Keyra masuk kedalam kamarnya, lebih tepatnya di kamar pribadinya, sesampainya disana pria itu langsung melempar tubuh kecil Keyra ke atas ranjangnya lalu langsung mengunci pintu kamar itu.
" Apa yang ingin kau lakukan, kenapa kau mengunci pintunya. " ucapnya namun Vano tidak menjawab pertanyaannya itu dan mulai membuka sepatu, jas, dan dasinya dia hanya meninggalkan kemeja putih dan celana Hitamnya.
" Tidak, Apa yang ingin kau lakukan padaku Eoh, kau jangan coba macam macam denganku. " titahnya lagi sedangkan Vano hanya bisa tersenyum dan mulai membuka ikatan rantai pada pergelangan tanganmu.
"Aku ingin menghancurkan harga diri yang kau banggakan itu dan membuat mu tidak berani mengangkat kepalamu menatap ku. " bisiknya yang membuat Keyra langsung mendorong tubuh pria itu sehingga menjauh darinya dan pergi keluar dari kamari itu.
Namun ketika Keyra ingin membuka kunci pintu kamar itu dan hendak ingin keluar Vano sudah terlebih dulu menarik tangannya itu dan melempar nya kembali ke atas ranjangnya.
" Tidak, kumohon jangan lakukan ini Rey, kumohon ampunilah aku. " mohon nya ketika melihat Vano mulai membuka satu persatu kancing kemejanya dan membukanya sehingga terlihat dengan jelas tubuh dan otot perutnya.
" kau tenang saja, aku bukanlah pria yang suka bermain kasar, seharusnya kau senang karena kau adalah wanita pertama yang akan bermain denganku. " ucapnya dengan senyuman liciknya.
" Hiks tidak, menjaulah dasar brengsek. " ucap Keyra yang mendorong tubuh pria itu kembali dan berlari ke arah pintu kamar itu
namun Alhasil usahanya itu sia sia melihat hal itu Vano langsung menarik tubuh Keyra dan memojokkan nya ke dinding kamar tepat di samping pintu kamar itu.
" Lihatlah, aku baru menyadari meskipun kau begitu menjengkelkan, ternyata kau mempunyai wajah yang cukup cantik juga dokter Keyra. " ucapnya yang membentengi tubuhnya itu sembari menarik ikat rambutnya sehingga membuat rambut keyra jatuh tergerai panjang.
" Tidak Vano, kumohon jangan lakukan itu, hiks kumohon ampunilah aku, kumohon. " tangisnya yang berusaha mendorong tubuh kekar pria itu.
" Untuk Apa kau menangis hmm, kau akan bersenang senang malam ini denganku sayang, jangan buang sia sia air matamu ini, dan fokuslah pada ku. " ujarnya sembari mengusap air mata yang membasahi pipi keyra, kemudian dia pun mulai menarik tengkuk leher gadis itu dan mulai ******* bibirnya.
Vano terus ******* bibir mungil keyra, namun Keyra sama sekali tidak membalas ******* yang dia berikan itu sehingga membuat Vano langsung menggigit bibir bawah gadis itu yang sontak membuka mulutnya dan membuat lidah Vano masuk kedalam sehingga membuat Vano semakin memperdalam ******* bibir nya.
Keyra mulai membalas semua sentuhan yang pria itu berikan dengan air mata yang terus keluar dan mengalir dipipinya, sedangkan Vano mulai menekan beberapa tombol yang berada di dinding kamar itu, dia mulai mematikan beberapa lampu dan menyalakan pengharum ruangan tersebut.
Vano mulai melepas ikat pinggang nya dan melepas pakaian bawahnya itu lalu menggendong dan melempar kembali tubuh Keyra diatas ranjangnya.
" Hiks Vano kumohon jangan, seperti ini, hiks maafkan aku, aku akan menuruti semua kemauan mu, dan menerima semua hukuman mu, tapi jangan lakukan ini padaku, aku janji aku tidak akan kabur darimu, hiks kumohon. " tangisnya sembari menatap wajah pria yang sedang berada di atas tubuhnya itu dan ingin melepas dress yang ia kenakan.
" aku mendapatkan banyak sekali masalah hari ini, termasuk masalah yang kau buat, bukankah sudah ku katakan berfikirlah sebelum melakukan sesuatu setidaknya berfikirlah hukuman apa yang akan aku berikan karena kesalahanmu. "
" hiks aku benar benar minta maaf, hiks kau boleh memukulku, menamparku ataupun kau boleh melukaiku dengan peluru peluru itu, hiks tapi kumohon jangan lakukan ini padaku, kumohon. " tangisnya sehingga tak berani menatap nya.
"Shutt dan inilah hukuman mu, kenapa kau terus menangis, hukuman kali ini kau tidak akan terluka bukan,nikmati saja permainannya sayang,tugasmu hanyalah membebaskan ku dari semua masalahku. "
"Hiks tidak Vano kumohon maafkan aku, hiks kumohon. "
" layani aku dengan baik dokter key, aku ingin kau terus memanggil namaku di sepanjang permainan, penuhi ruangan ini dengan ******* indahmu sayang." ucapnya sembari menghisap seluruh lehermu.
" Hiks tidak Vano hentikan, lepaskan aku, hiks kumohon. " tangis Keyra yang terus memohon hingga akhirnya membuat Vano langsung mengunci bibirnya itu dan ******* nya dengan begitu agresif kemudian dengan kuatnya mulai merobek dress yang di kenakan Keyra saat ini.
Vano pun memulai permainan panas itu di ruangan yang hanya di terangi oleh sebuah lampu kecil dan suhu ruangan yang cukup dingin
Vano terus menghantam Keyra hingga dia berhasil menerobos dinding perbatasan kemudian menyemburkan dan memasukan banyak mikroorganisme kedalam rahim Keyra, hingga Keyra yang awalnya terus menangis menolak dengan perlahan mulai mengeluarkan suara suara aneh akibat ulah Reyvano itu.
dan beberapa jam kemudian setelah terpuaskan Vano pun mulai terbaring di samping Keyra dengan nafas tersengal lelah itu dan tertidur sembari memeluk gadis yang terbaring membelakangi nya dan menangis.
" Hiks apa yang sudah ku lakukan, hiks kenapa aku selalu menjadi wanita lemah dan tidak berdaya seperti ini. " tangisnya yang malu. pada dirinya sendiri.
" Hiks Ayah ibu, Maafkan Keyra, aku benar-benar minta maaf, seharusnya aku tadi berlari menghampiri harimau itu, pasti aku sudah bertemu dengan kalian disana, hiks maafkan aku. "
" Kak Ryan, hiks maafkan aku, adikmu ini sekarang sudah menjadi wanita yang sangat kotor, aku sudah sama halnya seperti seorang ****** yang mau melayani pria diluar sana,hiks aku tidak tahu apa yang akan ku katakan jika bertemu denganmu, hiks maafkan aku. " tangisnya yang terus terdengar di ruangan yang sepi itu, sedangkan Vano sama sekali tidak memedulikannya dan tetap tidur dengan lelapnya.
__ADS_1