
wanita itu memaksakan diri dan masuk begitu saja kedalam kamar itu melewati dia bodyguard yang sedang berjaga disana. dia langsung membuka pintu kamar itu dan melihat seorang pria yang sedang terbaring lemas diatas ranjangnya dengan di temani Asisten Pribadinya.
" Lama tak Jumpa Rey " sapanya sembari tersenyum kearah merek yang membuat kedua pria itu seketika menatapnya.
" Siapa yang mengizinkannya masuk kekamar Tuan, bukankah aku sudah bilang jangan biarkan siapapun masuk kemari. " bentak Handy kepada para bodyguard yang ikut masuk menyusul wanita itu.
" Maafkan Kami tuan, Nonna Livia memaksakan diri untuk masuk. " ucapnya.
" Sudah jangan marahi mereka, lagi pula mereka sudah melaksanakan tugas mereka dengan sangat baik. " sahut Livia.
" Noona Livia, keadaan Tuan Vano sekarang sedang Drop, akan lebih baik Noona keluar dan membiarkan Tuan Vano untuk beristirahat. "
" Kau mengusir ku, yang punya kamar saja tidak keberatan dengan kedatangan ku, tapi kau mengusirku. " protesnya.
" Yakk kalian ingin aku mati disini karena melihat kalian berdebat di depanku, aku minta keluar kalian semua. " bentaknya.
" Maafkan kami Tuan. " Ucap Handy dengan penuh penyesalan.
" Kau juga mengusir ku, Vano aku sudah jauh jauh kemari tapi kau mengusir ku, Apa kau tidak sedang dengan kedatangan Adikmu ini. " ocehnya yang membuat Vano harus menghela nafas panjang untuk meladeni nya.
" Apa yang kau inginkan? " tanya nya yang membuat Livia seketika tersenyum mendengar nya.
" Aku merindukanmu. " ucapnya sembari menatap pria itu.
" Cepat katakan apa maumu atau tidak aku akan menyuruh Handy untuk menyeretmu dari disini. " ancam nya.
" astaga apa kau tidak bisa berbicara lebih lembut lagi pada kakak perempuan mu. "
" Lagi pula jangan terlalu sering emosian dan marah marah seperti itu Vano, kalau kau seperti ini terus menerus kau bisa drop setiap hari. " lanjutnya dengan tatapan yang sedikit meledeknya.
"kedatangan mu lah yang sudah memperburuk kondisi ku sebaiknya kau segera katakan apa yang kau mau dan pergilah dari sini. "
" Apa yang kau katakan,aku ini kakakmu, tentu saja aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu, maka dari itu aku menasehati mu. " Jawabnya.
" Jika kau tidak ingin melihat kondisi ku drop dan memburuk maka pergilah dari sini, jangan biarkan aku terlalu lama melihat wajahmu. "
" Handy, bawa Wanita ini pergi. " panggilnya pada asisten pribadinya.
" Baik Tuan. "
" apa, tunggu, oke oke aku akan mengatakannya. " ucapnya ketika Handy mulai memegang tangannya dan hampir menariknya keluar.
"Cih sepertinya kau sangat alergi melihat wajahku, padahal aku pemenang kontes kecantikan di kampus." ocehnya.
" Dengar, aku kemari karena Mama yang menyuruhku, jika bukan karena nya aku juga tidak mau menemui pria angkuh sepertimu. "
"Dia menyuruhku untuk mengajakmu dan adikmu kerumah untuk makan malam bersama, sekalian dia juga ingin membicarakan beberapa hal dengan kalian. " lanjutnya sedangkan Vano tidak terlalu memperhatikan nya
" tapi berhubungan kondisi mu yang drop seperti ini, kalian bisa pergi besok malam. " ucapnya lagi.
__ADS_1
" Katakan Padanya kalau aku dan Aaron menolak undangannya, lagi pula tidak ada gunanya aku kesana itu hanya akan membuang waktu. " sahutnya.
"apa? yak kenapa kau selalu tidak mau jika ku ajak ke rumah eoh, dia masih menjadi mama kalian, kenapa kalian sangat enggan sekali untuk menemuinya sebentar. setidaknya temuilah dia sebentar. " Celetuknya yang marah dengan jawaban Vano. namun Vano hanya menatapnya tanpa merespon apapun.
" (Menghela nafas) Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus datang besok,aku tidak menerima penolakan." lanjutnya yang kemudian pergi begitu saja dari ruangan itu.
sedangkan Vano hanya bisa menatap kepergian wanita itu dengan tatapan kesalnya.
" Dasar wanita sialan, sekarang apa lagi yang mereka rencanakan. " grutunya kesal sbari menatap kepergiannya.
...****************...
Keesokan Harinya Setelah mandi dan membersihkan dirinya Vano pun keluar dari kamarnya, dan ketika ia berjalan melintasi lorong tanpa disengaja dia melewati ruang kamar Keyra yang membuatnya seketika menghentikan langkahnya dan masuk kedalam kamar itu.
dan ketika dia masuk dia melihat gadis itu masih tertidur dengan begitu pulsanya dengan kondisi tangan dan kaku yang masih terikat.
" Dengar, setelah dia bangun, suruh dia mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ku beri, dan bersihkan kamar dan kasur itu. " Ujarnya sembari menatap gadis itu.
" Karena aku paling benci melihat orang yang kotor tidur diatas kasur. " lanjut nya.
" Baik Tuan. " Jawabnya yang membuat Vano pergi dari tempat itu.
Vano satu persatu berjalan menuruni anak tangga yang cukup tinggi itu untuk menuju ke ruang makan, namun ketika dia berjalan melintasi ruang tengah dia melihat seorang pria yang sedang duduk di sofa yang ada disana sembari memainkan telepon genggamnya.
" Aaron kau disini. " ujarnya yang membuat pria itu seketika menoleh kearah Vano.
" Apa kau sudah sarapan? " tanya nya.
" aku sengaja mengosongkan perutku untuk bisa sarapan dengan mu kak. " jawabnya yang membuat kedua pria itu langsung berjalan menuju keruang makan.
kedua pria itu mulai masuk kedalam ruang makan itu dan duduk di bangku mejanya masing masing.
" Kudengar kau mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu, apa kau baik baik saja? " tanya nya sembari menyantap makanannya itu.
" Aku baik baik saja, hanya tangan ku yang sedikit patah tapi aku baik baik saja. " Jawabnya tanpa menatap lawan bicara nya itu.
" Maafkan aku karena tidak bisa menjenguk mu Aaron. " ucapnya
" Tidak masalah, lagi pula aku hanya dua malam disana, dan itu tidak menjadi masalah bagiku. "
" ahhh benarkah, biasanya kau orang yang tidak suka berlama di rumah sakit, apa terjadi sesuatu disana? " tanya nya.
" Tidak ada yang istimewa, hanya saja aku bertemu dengan seseorang yang bisa ku ajak bicara selain kau." Jawabnya.
" ohhh benarkah, siapa dia ? "
" Dia hanya seorang dokter, dan apa kau tahu dia mau menjadi waliku saat aku dirawat disana, dia juga mengobati dengan sangat baik. "
" Itu sudah menjadi tugasnya sebagai seorang dokter Aaron, tapi jika kau sampai mengatakannya seperti itu pasti dia sangat baik. " ucapnya.
__ADS_1
" Aku sebenarnya ingin menjadikan dokter itu sebagai dokter pribadimu kak, tapi sayangnya dia menolaknya. " decak nya kesal.
"kau berpikir sampai sejauh itu Aaron, kupikir keputusan dokter itu sangat tepat, lagi pula aku tidak membutuhkan seorang dokter. " sahutnya tanpa menatapnya sedikit pun.
" aku sangat peduli denganmu, akan lebih baik ada satu dokter yang ada disampingmu, dan lagi Handy mengatakan kalau kondisimu drop lagi, bagaimana bisa kau tidak meminum obatmu. " celoteh nya yang hanya membuat Vano tersenyum mendengarnya.
" kau jangan khawatir, aku sudah terbiasa akan hal itu Aaron jangan terlalu mengkhawatirkan diriku dan fokuslah pada dirimu sendiri. "
" Siapa yang bilang aku mengkhawatirkan dirimu, aku bilang aku peduli denganmu, jangan terlalu memaksakan diri untuk berkerja kak, kau harus memikirkan dirimu sendiri dan rutin lah meminum obat. " ocehnya lagi.
" Oke baiklah,maafkan Aku. " ucapnya lalu mereka berdua pun kembali menyantap makanan mereka.
ruangan itu terlihat hening dan sunyi kembali hanya terdengar suara derit sendok dan garbu yang memenuhi ruang makan yang cukup luas itu.
" Kak Vano, kemarin Livia menelfon ku, dia mengajakku untuk makan malam nanti di rumah mama. " ucapnya di tengah keheningan ruangan itu.
"dia tadi malam juga kemari mengatakan hal seperti itu. " jawabnya yang membuat Aaron menghela nafas panjang.
" Sebenarnya apa lagi yang ingin mereka rencanakan ada kita kali ini, apa kau akan pergi kesana? " tanya nya.
" Entahlah, mungkin aku akan pergi aku penasaran apa yang ingin mereka bahas denganku" jawabnya
" Kalau begitu pergilah denganku, aku akan menjemput mu nanti malam. " ujarnya.
" oke baiklah. " jawabnya pada adiknya itu.
...****************...
beberapa Jam kemudian tepat pukul 9 pagi Keyra mulai terbangun dari tidurnya karena terpaan cahaya matahari yang menerpa wajahnya. Melihat hal itu membuat beberapa Bodyguard masuk kedalam kamar itu dan langsung melepaskan ikatan rantai pada tangan dan kaki Keyra.
" Kalian melepaskan ku? " tanya nya yang sedikit bingung dengan tindakan yang dilakukan para bodyguard itu.
" Iya Noona, Tuan Vano menyuruh kami melepaskan Noona agar bisa mandi dan membersihkan diri, Noona bisa mengganti pakaian Noona dengan pakaian ini. " Ujarnya yang membuat Keyra seketika melihat kearah dirinya sendiri yang terlihat sangat berantakan dan masih mengenakan baju yang sama.
Bodyguard itu mulai memberikan satu stel pakaian termasuk pakaian dalam pada Keyra, melihat hal itu Keyra pun langsung menerimanya begitu saja dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. dan disaat yang bersamaan Beberapa maid pun masuk kedalam kamar itu dan mulai membersihkan nya, mulai dari sprei, kasur, lantai dan lain sebagainya.
selang beberapa waktu kemudian Akhirnya Keyra menyelesaikan mandinya, dengan memakai Dress berwarna abu tua berlengan pendek dan jatuh diatas lutut Keyra keluar dari kamar mandi itu dan melihat para Bodyguard yang melepaskan rantainya tadi seperti nya sedang menunggu disana.
melihat Hal itu, Para Bodyguard itu pun kembali memasang ikatan rantai itu pada kaki dan tangan Keyra hingga gadis itu terduduk kembali diatas kasurnya yang baru saja selesai dibersihkan para maid tadi.
" Sampai kapan kalian akan mengikat ku seperti ini hmm, aku bukanlah hewan yang selalu kalian kurung dan ikat. " ucapnya pada bodyguard itu namun Bodyguard itu sama sekali tidak menghiraukannya dan langsung pergi keluar begitu saja dari kamar itu.
...****************...
Sementara itu disisi lain Setelah menyelesaikan pertemuan nya dengan Client dari Jepang, Vano pun kembali ke ruangannya dan terduduk dibangku kerjanya sembari memikirkan sesuatu yang masih menjanggal di hati dan pikirannya, Vano yang terus terbelenggu oleh pikirannya itu pun segera menekan beberapa tombol pada telepon ruangan nya itu untuk menghubungi seseorang.
[ " Xavier Carikan berkas Riwayat Tuan Rionard Arqio, riwayat Client lama tahun 2017,berkas perkembangan perusahaan tahun 2017,dan lagi salinan surat kematian Tuan Rionard Arqio. " perintahnya. ]
["Baik Tuan Vano. " Jawabnya yang membuat Vano langsung menutup telepon nya itu. ]
__ADS_1