
Sebuah mobil melaju begitu cepatnya melintasi jalanan Malam dan masuk ke sebuah hutan yang begitu lebat dimana merupakan hutan perbatasan kota, mobil itu masuk ke hutan yang begitu jauh hingga beberapa jam kemudian mobil itu berhenti di sebuah mansion atau rumah yang begitu megah dan besar yang berdiri tepat di tengah hutan itu.
mobil itu berhenti dan seorang pria berjas hitam pun mulai keluar dari dalam mobil itu dan disambut oleh Bodyguard yang sedang berjaga disana.
" Tuan Xavier tadi mengirim kan File yang harus tuan pelajari untuk Meeting besok. " ucap seorang yang merupakan kepala Bodyguard sekaligus asisten pribadinya sembari memberikan sebuah tab pada pria tinggi itu. Melihat hal itu pria itupun langsung meraih tab itu dan membuka sekilas File yang telah dikirimkan oleh sekretaris nya.
" Bawa gadis itu masuk ke ruang bawah tanah. " ujarnya singkat dan langsung masuk begitu saja kedalam mansion itu sembari menatap tab nya itu.
" Baik Tuan. " Jawabnya yang kemudian langsung melaksanakan tugas yang pria itu berikan.
...****************...
Keesokan Harinya di sebuah ruangan yang begitu kumuh dan gelap keyra pun mulai membuka kedua matanya karena silauan cahaya matahari yang menerpa wajahnya, ketika dia membuka kedua matanya itu dia melihat sebuah ruang yang begitu asing dan gelap baginya hanya terdapat satu sinar yang masuk kedalam ruangan itu.
" Dimana Aku? " batinnya sembari melihat ke sekelilingnya yang terdapat benda benda tua yang kotor dan sudah dipenuhi oleh debu dan sarang
laba. dia terus mengamati ke sekelilingnya hingga pada akhirnya dia menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya telah terikat dengan begitu kuat dengan rantai.
" Apa ini, siapa yang melakukan semua ini padaku. " ucapnya sembari berusaha untuk lepas dari ikatan itu tapi yang nyatanya mustahil baginya.
gadis itu terus berusaha melepaskan diri dari ikatan rantai yang cukup besar itu, hingga beberapa saat kemudian tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang sedang menuruni anak tangga dan sepertinya akan ada seseorang yang akan masuk kesana.
suara langkah kaki itu perlahan mulai terdengar begitu jelas dan semakin dekat hingga beberapa beberapa saat kemudian terlihat sebuah bayangan yang tidak begitu jelas perlahan mendekati gadis yang sedang terduduk disana.
" Kau sudah bangun? kukira kau tidak akan pernah bangun. " ucapnya sembari tersenyum tipis menghampiri nya.
" Siapa kau? " tanya keyra dengan perasaan yang sedikit takut karena nya, pria itu terus mendekat hingga pada akhirnya terlihat dengan jelas rupa wajahnya
" (tertawa kecil) apa kau tidak mengenalku Dokter Key?. " Ucapnya dengan diiringi sebuah senyuman diwajahnya, sedangkan kau yang mulai tidak asing dengannya itupun terdiam.
" Vano? Tuan Vano? " sontak nya sedangkan pria itu semakin mendekat ke arahnya.
" Kau masih mengingat ku rupanya, ku kira kau sudah lupa. " ucap pria tampan bertubuh tinggi itu.
" Apa yang kau lakukan padaku, lepaskan aku. " protesnya pada pria itu.
" aku sudah bersusah payah mencarimu, apa mungkin aku akan melepaskan mu begitu saja, tentu saja tidak. " jawabnya yang perlahan duduk berjongkok mensejajarkan posisinya dengan Keyra.
" Apa yang kau mau dariku, kenapa kau berbuat berbuat seperti ini padaku, apa kau seorang psikopat atau semacamnya. "
" Ssttt apa pria setampan diriku bisa terlihat seperti psikopat. " celetuk nya sembari manatap wajah gadis yang ketakutan itu.
" Lalu,kenapa menangkapku tanpa alasan seperti ini eoh. "
" Seorang Reyvano tidak pernah bertindak tanpa alasan, aku melakukan ini karena aku sudah memiliki tujuan yang ku pendam selama bertahun-tahun lamanya. "
" Tujuan? " tanya nya yang membuat pria itu mengeluarkan senyuman smiriknya, dan mendekat kan wajahnya pada wajah gadis itu.
" Tujuan untuk melenyapkan mu. " ucapnya yang terdengar begitu jelas dan membuat nyaterdiam dan merinding mendengar nya.
__ADS_1
" apa? melenyapkanku?tidak kau pasti salah orang, aku pasti bukan orang yang kau cari, kumohon jangan lakukan hal itu padaku. " ujarnya sembari berusaha menjauh dari pria itu sedangkan Vano mulai mengeluarkan sebuah foto dari dalam sakunya.
" Ini milikmu kan, aku menemukannya di dalam dompetmu. " ucapnya sembari memperlihatkan foto mu bersama ayahmu disana.
" pria yang ada di dalam foto ini telah menghancurkan hidupku, sebenarnya aku tidak mau mengungkit masalah ini, tapi karena kau aku menjadi teringat oleh masa yang pernah ku lewati dulu. "
" apa? "
" ahh kau tidak tahu rupanya, ketahuilah pria yang kau sayangi ini adalah seorang pembunuh dan penghancur kehidupan ku, karena perbuatannya aku harus melewati kehidupan yang begitu kejam dan menggerikan. " tekannya.
" Tidak mungkin, Ayahku bukanlah orang seperti itu." Celetuk nya yang tidak percaya dengan omongannya itu.
" terserah kau ingin percaya atau tidak, tapi tujuanku adalah membuat putrinya membayar semuanya dan merasakan apa yang pernah aku rasakan. " ucapnya sembari mengeluarkan sebuah pistol dari dalam saku lainnya.
" Tidak, aku benar-benar tidak tahu tentang hal ini, ini pasti hanya sebuah kesalahpahaman, ayahku bukanlah orang seperti itu, kumohon jangan bunuh aku. " mohon nya yang perlahan memundurkan tubuhnya menjauh dari pria itu.
Keyra berusaha memohon dan menjauh darinya namun pria yang bernama Reyvano itu sama sekali tidak merespon nya, hingga pada akhirnya punggung Keyra mulai menyentuh dinding dimana dia tidak bisa menghindar atau pun menjauh darinya lagi.
" Kau mau kemana, sekeras apapun kau menghindar, kau akan tetap melihat wajahku. " ucapnya dan dia pun mulai menarik pelatuk pistol itu dan menodongkan tepat di depan wajahnya.
" Tidak, kumohon jangan bunuh aku seperti ini Rey, aku benar benar tidak tahu apapun, kumohon ampuni aku. " ujarnya yang terus memohon pada pria itu namun Vano tetap tidak memdulikannya hingga beberapa saat kemudian.
["Dorrr" ]
" Arghhh!!! " teriaknya sembari menyembunyikan wajahnya ketika mendengar sebuah peluru akhirnya melesat dari sarangnya dan menancap tepat di dinding atas kepalanya.
" Hiks kumohon, hiks kumohon ampunilah aku. " Tangisnya sembari meredupkan wajahnya, sedangkan pria itu hanya bisa tertawakan kecil melihat nya.
" Hiks Kak Ryan, aku takut. " lirihnya.
" Ryan? Siapa dia? Apa dia kekasihmu. " tanya nya ketika mendengar nama yang dia sebutkan itu.
" Hiks kumohon jangan bunuh aku, aku akan melakukan apa yang kau mau, tapi tolong ampunilah aku. " tangisnya lagi sembari mendongak kan kepalanya dan menatapnya.
mendengar hal itu membuat bibir seorang Reyvano itu terangkat dan langsung mengeluarkan pelurunya kembali.
[" Dorrr"]
" Agrhhh!!! " Jeritnya kesakitan ketika sebuah peluru berhasil keluar dan melesat menggores serta mengenai lengan kanannya sehingga membuatnya mengeluarkan banyak darah di sana.
" Kau kira aku akan membunuhmu begitu saja, tidak, kau tidak boleh mati sekarang dokter Key. "
" Sebelum kau mati aku mau kau merasakan siksaan dan penderitaan dariku, agar kau tahu bagaimana kehidupan ku yang sebenarnya nya. " Lanjutnya sedangkan Keyra tidak menghiraukan nya dan masih menangis kesakitan disana.
" (smirik) Selamat menikmati kejamnya neraka Seorang Reyvano dokter Key. " Ucapnya lagi yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Keyra yang kesakitan akibat ulahnya.
...****************...
Hari semakin lama semakin Gelap, begitu juga dengan gudang itu yang semakin lama semakin gelap, dingin dan menyeramkan, tidak ada satupun cahaya penerangan disana entah itu sebatang lilin ataupun sebuah lampu kecil yang setidaknya bisa menerangi beberapa wilayah gudang itu. Dengan posisi yang gadis yang bernama Keyra masih duduk menangisi nasib hidupnya saat ini, dia hanya bisa menangis seharian sembari menahan luka yang begitu teramat sakit dan lapar.
__ADS_1
" Hiks sebenarnya dosa apa yang sudah aku perbuat sampai aku diperlakukan seperti ini, Hiks Hiks sebenarnya apa yang sudah aku lakukan. " tangisnya yang tersedu-sedu sehingga menggema di ruangan yang dingin dan gelap itu.
" Kak Ryan Aku takut, Hiks aku benar benar sangat takut, aku berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk, aku berharap kau ada disini menolong dan memelukku sekarang. "
" Hiks aku takut, kesakitan dan kedinginan, Kak Ryan Kau selalu mengingatkan ku untuk makan, tapi sekarang adikmu ini sangat kelaparan, hiks kumohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini kak. " tangisnya di dalam gelap dan sunyinya gudang itu.
...****************...
Keesokan Harinya setelah menyelesaikan rutinitas paginya, Vano pun mulai keluar dari kamarnya menuju ke meja makan untuk sarapan, dengan pakaian yang begitu rapi dan wangi pria tampan itu turun kebawah sembari membaca Tab yang ada di tangannya.
" Selamat pagi Tuan Vano. " Sapa asisten pribadinya dengan penuh hormat begitu juga para maid disana, mendengar hal itu Vano hanya mengangguk dan duduk di kursinya.
melihat hal itu para Maid pun mulai berdatangan membawa satu persatu makanan dan meletakkannya di atas meja hingga meja itu penuh akan makanan.
" Handy, apa terjadi sesuatu pada Aaron? " tanya nya.
" Iya tuan, Tuan Muda Aaron mengalami kecelakaan motor beberapa hari yang lalu. " jawabnya yang tidak berani menatap wajah majikannya itu.
" Kenapa kau tidak memberitahuku, aku bahkan juga tidak tahu kalau pihak rumah sakit menelpon ku. "
" Maafkan saya Tuan,sebenarnya Tuan Aaron kecelakaan ketika Tuan hendak pergi ke luar kota untuk meeting. " Jawabnya yang membuat pria itu menghela nafas panjang.
" Kalau begitu bagaimana keadaannya, tanyalah Xavier apa aku punya waktu luang hari ini agar aku bisa menjenguk nya. "
" Iya Tuan Xavier sudah mengirimkan jadwal Tuan hari ini, dan kemungkinan tidak ada jam kosong atau waktu luang untuk berkunjung ke rumah sakit, tapi Tuan Aaron akan dipulangkan besok, jadi Tuan Vano tidak perlu mengunjunginya ke rumah sakit. " jelasnya pada Vano yang kini mulai menyantap makanannya.
" Lain kali, jika terjadi apa apa pada Aaron segera beritahu aku, tugasmu bukan hanya membantuku, tapi juga memantau Aaron untukku. " ucapnya lagi.
" Baik Tuan, Maafkan saya. " jawabnya sedangkan Vano tidak merespon apapun dan terus menyantap makanan yang ada di depan nya.
Vano mulai menikmati paginya itu, dengan ruangan yang mulai sunyi hanya terdengar suara derit sedikit dan garbu disana, namun di tengah kesunyian itu membuat pria itu tiba tiba teringat akan sesuatu yang membuatnya menghentikan aktivitas nya itu.
" Ahh iya, periksa keadaan Dokter Key, Lihat apa yang sedang dia lakukan sekarang. " ucapnya pada Bodyguard yang ada disana.
" Baik Tuan. " Jawabnya yang langsung pergi mematuhi perintah nya itu.
Melihat hal itu Vano pun melanjutkan aktivitas nya itu hingga beberapa saat kemudian ketika Vano hampir menyelesaikan makanannya beberapa Bodyguard yang sempat pergi tadi akhirnya kembali.
" Apa yang sedang dia lakukan? " tanyanya
" Dokter Key tergeletak tidak sadarkan diri tuan. " jawabanya.
" ahh wanita yang merepotkan, bawa dia ke kamar,tapi jangan mencoba untuk merubah keadaan nya ataupun melepaskan ikatannya. " ujarnya sembari bangkit dari bangkunya.
" Baik Tuan. "
" Dan iya, jika dia sadar beri dia makan, bagaimanapun juga aku tidak ingin dia mati. " lanjutnya lalu pergi dari ruangan itu begitu saja.
" Baik Tuan Mengerti. " Jawab mereka sembari menatap kepergian Vano dari tempat itu.
__ADS_1