MIANHAE { Maaf }

MIANHAE { Maaf }
BAB 10 (Sandiwara)


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua perkerjaan nya Vanopun akhirnya bisa pergi meninggalkan kantor itu untuk pulang dan mempersiapkan diri untuk pergi ke rumah ibu tirinya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mobilnya itu sampai di depan mansion nya.


" Bantu dia bersiap." ucapnya singkat yang kemudian langsung masuk begitu saja kedalam mansion nya dan pergi ke kamarnya untuk menyiapkan diri.


" Baik Tuan. " Jawab mereka yang kemudian mulai membawa keyra ke kamarnya.


Vano membuka pintu kamarnya begitu saja  dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berendam, dan setelah beberapa menit kemudian dia pun akhirnya menyelesaikan aktivitas nya itu dan mulai keluar dari ruang gantinya dengan menggunakan jas dan kemejanya seperti biasanya. Ketika dia menyelesaikan semuanya dan hendak pergi keluar dari ruangannya itu tiba tiba saja handphone yang sedari tadi ia letakan di atas meja itu mulai berdering dan terlihat sebuah panggilan masuk .


[" Hallo Aaron." ]


[ "Kak Vano kau serius akan ke rumah mama lagi, kak dengarkan aku jika kau tidak bisa tidak apa apa, aku akan  membujuk Mama untuk membatalkan syarat nya itu. "]


[ " Tidak perlu Aaron, aku akan pergi kesana bersama seorang perempuan. " ]


[ " Benarkah, apa kau benar benar memiliki kekasih? "]


[ " Tidak, aku membayarnya untuk bersandiwara menjadi kekasih ku, lagi pula jika aku menolak syaratnya di akan terus mengusikku. ]


[ " Apa benarkah, siapa gadis itu kak? "]


[ " Nanti kau juga akan mengetahui nya. " ]


[ " Ahh kak Vano kau membuat ku sangat penasaran, tapi aku berharap kau benar benar membawa kekasihmu,tapi apa dayaku. " ]


[ " kalau begitu aku akan menjemput mu, kau berada di mansion kan? " ]


[" Tidak perlu Aaron, tunggu saja aku di rumah mama, akan sangat jauh jika kau menyusulku. " ]


[" Baiklah, kalau begitu sampai jumpa disana, aku akan menunggumu di gerbang depan rumahnya. "]


[" oke. " ] Jawabnya yang kemudian  Vano pun langsung mengakhiri panggilannya begitu saja.


Sedangkan disisi lain tepatnya di dalam sebuah kamar, Keyra sedang duduk di meja rias nya dengan menggunakan dress berwana merah bersama beberapa maid yang sedang memoles dan merias wajah dan rambutnya.


" Sudah selesai Nonna. " ucapnya yang membuat keyra seketika menatap pantulan wajahnya yang ada di cermin.


" (tersenyum) sudah lama sekali aku tidak merias diri. " batinmu sembari menatap wajahmu sendiri yang sudah terpoles bedak dan yang lainnya.


" Bi, bisakah tolong ambilkan minum untukku, tangan ku benar benar sangat sakit sampai tidak bisa ku gerakan. " pintanya yang membuat maid itu mengangguk.


" Baik Noona tunggu sebentar. " jawabnya yang kemudian langsung pergi begitu saja, dan di saat yang bersamaan ketika Maid itu membuka pintu bersamaan dengan Vano yang hendak ingin masuk kedalam.


" Kalian keluarlah. " ucapnya ketika masuk dan membuat maid yang ada disana keluar dan meninggalkan Vano dan Keyra didalam kamar itu berdua.


Mendengar hal itu membuat Keyra seketika menundukkan kepalanya tidak berani menatapnya sama sekali.


" Kenapa kau diam, biasanya kau selalu protes dan mengataiku ketika aku masuk kedalam. " lanjutnya sembari berjalan menghampiri nya dan mensejajarkan posisinya dengan gadis itu.


" Wow, so beautifull. " ucapnya sambil tersenyum ketika dia mengangkat dagu gadis itu dan terlihat wajahnya yang tidak berani menatapnya.


" Kau takut padaku, kau tenang saja aku tidak akan menggigit mu kali ini, aku hanya ingin mengatakan beberapa hal yang harus kau lakukan disana. "

__ADS_1


" ibu tiriku adalah orang yang sangat licik, jadi ketika disana bersandiwara lah seakan akan aku adalah kekasihku. "


" bersikaplah sewajarnya, jangan terlalu banyak bicara, dan jangan terlalu banyak diam, jawablah pertanyaan yang sewajarnya saja. " lanjutnya yang kemudian mulai mengambil sebuah kain panjang berwana merah yang ada di atas meja rias itu, dan bermaksud untuk mengikat nya di lengan keyra untuk menutupi lukanya itu.


" Jadi ketika disana, bersikaplah santai jangan menatapku dengan penuh ketakutan seperti ini, anggap saja ini misi pertamamu untuk membantu ku, setidaknya jadilah berguna untukku sekali saja. "


" Aku mengerti. " jawab nya


" Bagus, ayo pergi. " ujarnya sembari beranjak dari tempat duduknya.


Melihat hal itu keyra pun bergegas berdiri dan berlari menyusul Vano.


" Tuan tunggu. " panggil seorang maid yang sedang berlari menghampiri Vano dan keyra yang hendak pergi keluar dari tempat itu.


" Ada apa? "


" Sebelumnya maaf tuan, tadi dokter keyra meminta tolong untuk saya ambilkan minum, jadi bolehkah saya membantunya." ucapnya yang membuat Vano seketika menatap Keyra.


" Cepatlah. " ucapanya yang membuat Maid itu langsung menghampiri keyra dan membantunya untuk minum.


" Terimakasih banyak bi. " ucapnya yang membuat maid itu tersenyum.


" Tuan, apa tidak sebaiknya tuan memunum obat tuan dulu? " tanya maid itu.


" aku akan meminumnya nanti ketika pulang, ayo pergi. " jawabnya lalu pergi begitu saja dari tempat itu, mendengar hal itu Keyra pun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi,namun maid itu tiba tiba memegang tangannya yang membuat nya mengurungkan niatnya itu.


" Saya tidak tahu Noona mau atau tidak,tapi saya titip obat Tuan Vano,sebab dia sama sekali belum meminum obatnya hari ini,tolong berikan padanya nanti Noona." Ucap maid itu sembari memasukan sebuah wadah yang berisi dua butir obat ke dalam tas yang Keyra bawa.


" Kau percaya padaku,Vano saja begitu sangat membenciku."


" Entah bagaimana caranya aku memberikannya nanti." Batinnya yang kemudian pergi menyusul Vano yang sudah berada di luar mansion itu.


Setelah masuk kedalam mobilnya itu,Vano pun langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya meninggalkan tempat itu.


Seperti biasa memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di rumah Lusiana mama tirinya yang berada di kota itu,memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai disana,karena Hutan yang dia tempati adalah hutan perbatasan kota yang berada di paling ujung timur.


...*******...


Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan membosankan itu,mobil itupun sampai di tempat tujuannya,dan ketika sampai dia melihat mobil lain yang sudah berhenti terparkir disana.


" Akhirnya sampai juga." Ucap seorang pria yang sedari tadi berdiri di samping mobilnya dan menunggu kedatangan seseorang.


" Apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Vano ketika keluar dan berjalan  menghampiri adiknya itu.


" Tidak juga paling cuma 20 menit."


" Oh iya kak mana wanita yang kau maksud itu?" Lanjutnya dan disaat yang bersamaan Keyra pun akhirnya berhasil membuka pintu mobil itu keluar dan berjalan menghampiri dua pria itu.


" Eoh Dokter Key." Ucap Aaron yang sangat tidak asing dengan wajah Keyra.


" Kau mengenal nya?"


" Tentu saja aku mengenalnya,dia adalah dokter yang ku bicarakan denganmu kemarin,yang aku bilang ingin menjadikannya dokter pribadi mu." Ujarnya yang membuat Vano sedikit terdiam.

__ADS_1


"  Hallo Dokter Key,senang bisa bertemu dengan mu lagi,apa kau lupa denganku?" Tanyanya.


" (Tersenyum) Tentu saja tidak Tuan Aaron,aku juga senang bisa bertemu dengan mu lagi." Ucapnya.


" Kau pernah menolak penawaran untuk berkerja sama denganku,tapi sekarang kau tiba tiba muncul di depanku bersama Kak Vano."


" Kak Vano?"


" Dialah orang yang ku maksud waktu itu,dokter key,jangan bilang kau adalah wanita yang di bayar kakak untuk menjadi kekasihnya." Ucapnya yang membuat Keyra hanya bisa diam menatapnya.


" Wahh bagaimana kalian bisa bertemu? "


" Aaron,sudah lebih baik kita segera masuk,agar tidak terlalu lama disini." Potongnya yang mengalihkan topik pembicaraan nya itu


" Baiklah ayo." Jawabnya yang membuat Aaron beranjak masuk kedalam rumah itu.


" Kau masih ingat dengan pesan ku bukan,ketika disana yang terlalu pendiam dan juga jangan terlalu berlebihan."


" Tidak masalah jika Aaron sudah mengenalmu,bersikap sewajarnya saja seakan akan kau memang kekasihku."


" Aku mengerti,aku hanya cukup terkejut ternyata Tuan Aaron adalah adikmu."


" Kalau begitu ayo." Ajaknya untuk masuk kedalam.


Sedangkan di sisi lain Aaron sudah berjalan menuju rumah berdinding putih itu seorang diri dan disambut oleh kakak perempuan nya Livi.


" Hallo Aaron,Selamat datang,astaga kau sendiri,dimana kakakmu itu hmm,Apa dia tidak jadi datang? " Ledeknya ketika Aaron masuk kedalam rumah itu.


" Kata siapa dia tidak datang,lalu siapa mereka?" Jawabnya sembari melihat kearah Vano dan Keyra yang sedang berjalan melintasi jalanan yang sepi itu sembari bergandengan tangan bak seorang pasangan.


" Tidak mungkin." Batinnya sembari menatap mereka yang semakin mendekat.


" Eoh Aaron,kau sudah sampai?" Ucap Vano yang baru saja sampai disana.


" Aku baru saja sampai disini."


" Hai kak Keyra,lama tak bertemu dengan mu." Ujar Aaron yang memulai sandiwara itu.


"(Tersenyum) Hai Juga Aaron, bagaimana kabarmu hmm." Tanyanya yang mencoba untuk terlihat natural disana.


" Seperti yang kau lihat kak aku sangat baik baik saja."


" Sayang dia Livia saudara tiriku." Ucapnya sembari merangkul pundak nya itu.


" Hai Livia,aku Keyra salam kenal"


" (Tersenyum) Salam kenal juga Key."


" Dimana Mama mu,aku tidak melihatnya,bukankah dia.yang paling bersemangat disini."


" Dia sedang menyiapkan makanan,di dapur." Jawab Livia dan disaat yang bersamaan Lusi pun keluar dari dapurnya dan menghampiri mereka.


" Eoh kalian Semua sudah datang." Ucapnya yang membuat semua orang yang ada disana menatap nya begitu juga dengan Keyra yang langsung terdiam seakan akan dia tidak asing dengan wajah wanita itu.

__ADS_1


" Mama?" Batinnya sembari menatap Lusiana dengan begitu lekatnya karena dia tidak asing dengan nama dan wajahnya,seakan akan ini bukan kali pertamanya dia bertemu dengannya.


__ADS_2