
Di pagi harinya tepatnya di. sebuah ruangan yang cukup gelap terlihat Vano dan Keyra masih tertidur lelap dibawah selimut berwarna putih keabu-abuan itu, namun beberapa saat kemudian Vano pun mulai terbangun dari tidurnya dan melihat wajah keyra yang sedang tidur dengan mata sembab nya tepat di depan wajahnya.
vano mulai mengintip kedalam selimut tebal itu dan melihat tubuh mereka yang tidak memakai sehelai benangpun bahkan masih saling bersentuhan disana.
" Apa yang kau lakukan Vano, kau membuatnya banyak menangis semalam. " batinnya sembari menatap paras wajah keyra disana.
" apa aku terlalu berlebihan, ahh tidak kenapa aku berpikir seperti itu, ingat siapa dia, dan pada akhirnya dia akan mati di tangan mu. " lanjutnya sembari menatapnya dan membuatnya teringat akan sesuatu.
" Sepertinya aku bisa memanfaatkannya sebentar, hanya untuk malam ini. " ucapnya ketika terlintas sebuah ide di dalam benaknya.
Vano mulai turun dari ranjangnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan beberapa menit kemudian pria itupun akhirnya menyelesaikan ritual mandinya dan keluar dari ruang gantinya dengan menggunakan setelan jas berwarna biru,dan ketika dia keluar dia melihat keyra sedang duduk di atas ranjang itu dengan tatapan kosong yang menatap dinding kamar.
" Bersihkan dirimu, aku sudah menyiapkan pakaian mu. di dalam, setelah itu turun dan temui aku dibawah, aku tunggu kau lima belas menit untuk bersiap. " ucapanya lalu pergi keluar dari kamar itu sedangkan Keyra sama sekali tidak menghiraukanya atau bahkan menatapnya.
Vano mulai keluar dan menutup pintu kamar itu, mendengar hal itu Keyra hanya bisa menghela nafas panjang kemudian mulai turun dari ranjang itu dengan langkah yang tertatih gadis itu berusaha untuk berjalan masuk kedalam kamar mandi sembari berusaha menahan sakit dan perih pada area sensitif mu.
Sedangkan di sisi lain Vano sedang duduk tenang di kursi ruang tamu sembari mengotak atik tab di tangannya serta menunggu Keyra. dan beberapa saat kemudian Keyra pun akhirnya mulai keluar dari kamar itu, dengan menggunakan dress berwarna putih berlengan panjang gadis itu satu demi satu menuruni anak tangga dan menghampiri Vano yang duduk di sana.
" Kau sudah siap. " Ucapnya ketika melihat Keyra berdiri di depannya dan berdiri dari tempat duduk nya.
" Ayo ikut aku. " Lanjutnya sembari meraih tangan kanan Keyra lalu menariknya keluar dari mansion itu
" Agrhhh, pelan pelan Vano kau tidak perlu menarikku aku bisa jalan sendiri. " rintihnya kesakitan karena tangan nya benar benar sangat kaku karena luka tembakan itu.
Keyra terus merintih kesakitan sedangkan Vano tidak
menghiraukanya dan terus menarik tangannya hingga masuk kedalam mobilnya.
" Kau ingin membawaku kemana? " tanyanya ketika melihat Vano mulai masuk kedalam mobil nya itu.
" Ke bar, ayo kita bermain lagi dokter key." ucapnya yang membuat Keyra terdiam dengan ekspresi takut, melihat hal membuat Vano tertawa melihat wajah Keyra yang takut tidak berani menatapnya itu.
Vano mulai mendekatkan dirinya pada Keyra dan memakaikan sabuk pengaman pada gadis itu.
" Aku bercanda, kenapa kau terlihat takut sekali. " ucapnya yang kemudian dia pun menyalakan mesin mobil itu dan pergi dari tempat itu.
vano melakukan mobilnya melewati jalanan hutan yang begitu sepi dan sunyi hanya terdapat pepohonan besar yang sedari tadi menjadi pemandangan disepanjang jalan.
...****************...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang Mobil Vano berhenti di sebuah mall tepatnya s
di sebuah pusat perbelanjaan. sesampainya disana mereka berdua pun masuk dan disambut dengan hangat oleh beberapa petugas disana, sementara Keyra sedari tadi hanya diam tidak bertanya satu katapun pada pria itu.
" Selamat datang Tuan Vano. " sapanya dengan begitu ramah, sedangkan Vano hanya membalasnya dengan senyuman.
Vano berjalan menyusuri tempat besar itu dan membawamu masuk ke sebuah salah satu butik yang ada disana, berbeda dari yang lain meskipun besar dan mewah butik itu terlihat sangat sepi tidak satupun pembeli yang masuk kedalam sana.
" Selamat Datang Tuan Vano, kami senang akhirnya Tuan bisa berkunjung kemari, katakan apa yang bisa kami bantu Tuan? " sambutnya
" Tunggu sebentar, sebenarnya apa maksudmu membawaku kemari eoh, dan kenapa tempat ini begitu sepi. "
" Sebenarnya nanti malam aku ingin mengajakmu kerumah mama tiriku, dan aku ingin kau bersandiwara menjadi keksihku disana. " jawabnya yang membuat Keyra terkejut dengan jawabnya dan hampir tidak bisa berkata kata
" Apa? tidak, aku tidak mau, kenapa kau harus menyuruh ku, apa kau tidak mempunyai kekasih sendiri hingga kau menyuruh ku berpura pura menjadi kekasih mu. " tolak nya yang tidak mau bersandiwara.
" yakk siapa yang menyuruh mu untuk menolak, tidak bisakah kau tidak protes dan turuti saja kemauan ku, lagi pula ini hanya sebentar hanya sampai kita pergi dari rumahnya. " ujarnya.
" dan Mall ini adalah milikku, jadi jangan mencoba untuk kabur atau macam macam denganku. " lanjutnya yang membuat mu terdiam.
" Kau tolong bantu dia cari baju yang cocok untuk nya, mungkin untuk acara makan malam, bersantai dan pesta. " ujarnya pada pegawai disana
" Baik Tuan, mari Nonna lewat sini. " jawabnya yang kemudian mengajak Keyra untuk memilih dan mencoba baju yang cocok untuk nya.
Keyra dengan pasrah pergi menurutinya begitu saja, sedangkan Vano mulai duduk di sebuah Sofa yang ada disana.
dan beberapa saat kemudian Keyra pun mulai keluar dari ruang ganti dan memakai baju pertamanya yaitu sebuah dress polos berwarna kuning yang jatuh di atas lutut dan berlengan panjang.
__ADS_1
" Tuan ini baju pertamanya, kita mulai dari tema untuk acara santai. " ucapnya.
" Tidak ganti. " ujarnya yang membuat Keyra masuk kembali kedalam ruang ganti untuk mencoba baju yang lain.
Keyra keluar dengan menggunakan baju keduanya yaitu setelan baju berwana abu muda dengan hiasan bunga di bagian baju itu, namun Vano tetap menolak nya dan menyuruhnya untuk masuk kembali ke ruang ganti.
" Umm Tuan Vano, apa Tuan bisa mengatakan model apa yang Tuan inginkan, biar kita bisa menyesuaikannya. " tanya pegawai yang sedari tadi berdiri di samping Vano.
" Untuk acara santai, aku ingin pakaian yang simple jangan terlalu ramai dan juga jangan terlalu kosong." jawabnya yang membuat pegawai itu mengangguk dan memberikan tab yang terfa6 beberapa gambar desain baju yang di rekomendasi kan olehnya.
Vano satu persatu mulai melihat lihat desain baju itu dan dia mulai menandai beberapa desain yang ada di sana.
" bungkus semua baju yang ku tandai itu, sekarang coba beralih ke tema makan malam. " ujarnya sembari memberikan tab itu.
" Baik Tuan. " Jawabnya
keyra mulai keluar dengan pakaian pertama pada tema yang berbeda, kini dia memakai dress berwarna putih yang cukup panjang.
" hmm, kau tidak cocok memakai yang terlalu panjang, ganti. " ucapnya
di pakaian keduanya dia memakai dress yang jatuh di atas lutut, berwarna biru muda dan bermotif bunga bunga.
" Terlalu kekanak kanakan,ganti." tolak nya lagi
di pakaian ketiganya keyra memakai baju berwana hitam putih berlengan panjang dan memperlihatkan bahunya serta sedikit memperlihatkan lekukan tubuh sangat pemakainya. melihat hal itu membuat Vano sempat terdiam melihatnya.
" Bukankah itu terlalu ketat dan sexy, ganti yang lain. " ucapnya
keyra terus keluar masuk dari ruang ganti itu, mencoba semua baju yang ada disana, hingga beberapa waktu setelah keluar masuk ruang ganti sebanyak sepuluh kali Vano pun akhirnya menemukan dua baju yang sesuai dengan seleranya dan tema Acaranya.
" sekarang kita akan beralih ke tema acara pesta Tuan. " ucapnya yang membuat Keyra masuk kembali kedalam ruang gantinya.
gaun pesta pertama yang di kenakan Keyra adalah gaun berwana putih panjang dan juga berlengan panjang dengan sebuah selendang yang menghiasi bahu kirinya.
" Wahh apa kau ingin ber wisuda atau kau ingin menikah, baju itu tinggal diaplikasikan dengan bunga, ganti. " ujarnya.
" sangat cantik" batinnya ketika menatap penampilannya itu.
" (menghela nafas) bukankah sudah ku bilang, jangan memilih baju yang memperlihatkan lekukan tubuh, ganti. " ucapnya yang membuat Keyra mulai kesal.
kini Keyra keluar dengan mengenakan gaun ketiganya, yaitu gaun berwana merah dengan kombinasi warna kuning keemasan yang memperlihatkan seluruh lengan dan bidang dadanya serta meskipun panjang gaun bisa memperlihatkan paha kiri orang yang mengenakannya.
" aku menyukainya tapi itu terlalu terbuka, ganti. " ucapnya lagi.
" Yakk tidak bisakah kau memilih salah satu dari gaun yang ku pakai tadi, aku sudah sangat lelah keluar masuk dari ruang ganti,lagi pula pesta apa yang akan ku kunjungi" protesnya yang mulai kesal dengan pria itu.
" apa, kau berani memprotes ku, aku bilang ganti. " celahnya.
" Sebelumnya saya minta maaf tuan, beberapa gaun disini rata rata memiliki model seperti itu, dan jika Tuan ingin menunggu, kami sedang mengerjakan model gaun yang baru dan cukup berbeda, mungkin gaun itu bisa cepat selesai besok lusa. " ucap pegawai itu.
" Coba perlihatkan desain gaun nya. " pintannya yang membuat pegawai itu memperlihatkan kembali desain baju di dalam tabnya.
" kalau begitu cepat selesaikan. " ujarnya yang kemudian membuat Keyra kembali ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya yang semula.
setelah menghabiskan waktu yang begitu lama di dalam butik itu, akhirnya mereka berdua pun keluar dari dalam butik itu.
mereka berdua mulai keluar dan kembali menyusuri mall itu, namun di tengah perjalanan tanpa sengaja mereka melihat seorang anak kecil laki laki yang sedang berjalan sendirian disana.
melihat hal itu membuat Vano langsung menghampiri anak laki laki itu.
" Hei sayang kau dengan siapa kemari, kenapa kau berjalan sendirian hmm, dimana orang tuamu? " tanyanya sembari mensejajarkan posisinya dengan anak kecil itu.
" Aku tidak tahu paman, aku tadi bersama papa, tapi tiba tiba saja papa menghilang. " jawab anak kecil itu.
" dimana papamu menghilang? "
" di tempat itu paman, apa paman orang baik, maukah paman membantu untuk cari papa, aku takut paman. " ucapnya sembari menunjuk ke arah tempat bermain dengan mata yang mulai berkaca kaca.
__ADS_1
" shutt sudah jangan menangis, paman akan membantumu mencari papamu itu. " jawabnya sembari menggendong anak kecil itu.
" sekarang katakan siapa namamu? "
" Leo. " jawabnya.
" Leo, sekarang ikut paman, ke ruang informasi, sudah jangan menangis. " ucapnya pada anak laki laki itu.
" Dokter Key,kau juga harus ikut denganku. " ujarnya pada Keyra yang sedari tadi terdiam melihat sikap langka Reyvano itu yang bisa berbicara begitu manis pada anak berumur 5 tahun.
Vano mulai beranjak pergi menuju ke pusat informasi sembari menggendong anak kecil, sementara Keyra hanya bisa berjalan mengikutinya.
sesampainya di pusat informasi pegawai disana pun langsung memberikan pengumuman kepada seluruh pengunjung Mall itu dan tidak lama kemudian terlihat seorang pria yang berlari menghampiri mereka.
" Papa!!! "
" astaga Leo, papa sangat khawatir sekali denganmu, kau baik baik saja? " tanya pria itu pada putranya.
"aku baik baik saja, paman itu yang sudah membantu ku. "
" (tersenyum) Terima kasih banyak Tuan, karena sudah membantu Leo. " ucapnya sembari menatap Vano
" Lain kali jangan tinggalkan anak kecil sendirian di tempat ramai seperti ini. "
" maaf sudah merepotkan, sekali lagi Terima kasih Tuan. " ucapnya lagi yang kemudian mengajak putranya untuk pergi.
" Bye bye paman, Bye bibi. " ucap anak kecil itu sembari melambaikan tangannya pada mereka yang membuat Vano tersenyum dan melambaikan balik tangannya.
" Astaga, selamat siang Tuan, maafkan saya karena terlambat untuk menyambut kedatangan Tuan. " ucapnya dengan nafas yang tersenggal karena berlari menghampiri Vano.
" Kau pimpinan Mall ini kan. "
" iya Tuan. "
" bagimana kau bisa membiarkan seorang anak kecil yang tersesat di Mall ku, kau ingin ku pecat. "
" tidak Tuan, maafkan saya Tuan, saya benar benar tidak tahu. " jawabnya.
" aku ingin kau segera perkuat keamanan disini, jangan sampai kejadian ini terulang kembali, dan ganti semua itu Terior lama ini dengan yang baru, kirimkan laporannya minggu ini juga padaku. "
" Baik tuan. " jawabnya yang membuat Vano pergi begitu saja meninggalkan orang itu.
" (menghela nafas) sepertinya aku sudah lama sekali tidak memantau perkembangan Mall ini. " ucapnya sembari berjalan pergi dari pusat informasi itu.
Keyra terus berjalan mengikuti kemana Vano pergi, tanpa menanyakan ataupun berbicara sedikit pun, dia hanya berjalan mengekor dibelakangnya.
" Tunggulah disini, aku ingin ke kamar mandi. " ucapnya ketika berhenti di sebuah bangku yang berada di dekat kamar mandi
" Tunggu diam disini, jangan mencoba untuk kabur. "lanjutnya yang kemudian mengambil sebuah gelang dari dalam sakunya dan memakaikannya pada tangan kanan Keyra.
" lihat aku bisa memantau mu, jadi jika kau berusaha untuk kabur, aku pasti akan menemukanmu. "
" Aku mengerti, kau hanya akan ke kamar mandi kenapa kau sangat berlebihan terhadapku. " ucapnya yang kemudian pergi masuk kedalam kamar mandi itu.
melihat hal itu Keyra pun mulai duduk di bangku itu untuk menunggu, Keyra duduk berdiam diri disana tanpa melakukan apa apa, namun beberapa saat kemudian entah kenapa pandangannya mulai teralih ke seorang pria yang terlihat begitu tidak asing berjalan bersama seorang wanita di samping nya.
" Steve. " Ucapnya yang terus menatap mereka yang berjalan sembari berseda gurau bak seorang kekasih.
mereka berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya, dan Keyra langsung memalingkan pandangannya ketika mereka mulai berjalan melewati nya.
" Apa kau tidak takut jika Keyra tahu kau sedang jalan dengan Steve? " tanya wanita itu yang sedari tadi terus menempel di lengan Steve ketika berjalan tepat di belakang orang yang mereka bicarakan.
" dia tidak akan mungkin tahu sar, dia terlalu sangat sibuk dengan perkerjaan nya, bahkan dia akhir akhir ini tidak bisa ku hubungi. " pintanya sedangkan Keyra masih menunduk dan mendengar semua percakapan itu.
mereka berdua melewati bangku Keyra begitu saja, sedangkan Keyra masih duduk terdiam dan menatap punggung mereka berdua yang mulai hilang dari pandangannya.
" Jadi, jadi selama ini dia memiliki kekasih lain selain aku, ahh benar saja. " ucapnya yang berusaha untuk tersenyum baik baik saja meskipun hatinya kini begitu hancur dan sakit untuknya.
__ADS_1