
Pagi hari itu, sekitar jam 8 pagi tak ada yang tau bahwa sebuah sekolah di tengah kota besar di USA pada tahun 2045 menghilang secara misterius. Semua ini bermula saat aku Nagamaru Rei seorang siswa yang baru saja masuk ke sekolah tersebut dan bertemu seseorang di depan gerbang sekolah itu. Dia sangat rapi dan tidak menggunakan seragam juga menggunakan kacamata, sambil membawa buku yang baru saja ku baca sebelum berangkat. Selang ku melewati dirinya di gerbang sekolah dia menghentikan diriku dengan memanggil nama, sebagai reflek ku tentu saja aku berhenti dan menoleh.
"ada perlu apa?", ujarku sembari merasa was was
"hmm.. seperti nya kau membawa buku ku?" katanya sambil menaikan kacamatanya dengan telujuk
"buku mu?, kukira ini buku ku karena aku baru saja membelinya", balas ku menjelaskan.
lalu dia pun tersenyum sambil melihat diri ku, kacamatanya memantulkan sinar sehingga aku tak bisa melihat mata nya. Seketika dengan waktu yang sangat sangat singkat aku menyadarinya, mata ku agak membesar, lalu aku langsung memperhatikannya.
"bagaimana kau sudah sadar?", katanya sambil memiringkan kepalanya sedikit.
Lalu aku berkata, "kau adalah penulis buku ini kan?, kau detective nomor satu didunia".
Dia pun tersenyum dan berkata, "dari mana kau tau kalau aku ini si detective nomor satu, apa buktinya?" tanya nya dengan tegas.
Lalu aku pun berfikir sambil menyipitkan mata, melakukan penglihatan lampau beberapa saat sebelum aku berangkat ke sekolah.
sambil mengambil sebuah hipotesa dan aku pun kembali berkata, "Kenapa kau ku sebut detective nomor satu karena, kau tak sempat mengganti lensa kontak mata mu makanya kau memakai kacamata", kata ku dengan sangat tegas dan yakin.
Lalu dia tersenyum sambil berjalan kesamping mengarah keluar dari gerbang.
"aku butuh bukti lebih, setidaknya hipotesa yang lebih kuat lagi", balasnya sambi berjalan santai.
__ADS_1
"hmm.. benar saja aku tau itu kau, karena tak mungkin detective nomor satu hanya menerima hipotesa itu saja", Kata ku dalam hati. Dan aku mengambil hipotesa yang sudah ku perkirakan secara matang matang.
"Kau baru saja pulang dari thailand, di thailand kau baru saja menyelesaikan kasus tetapi sebelum mulai menyelesaikan kasus kau membuat buku selama 1 bulan", kata ku sambil berjalan santai berputar putar disitu mirip mirip seperti film film detective.
"Jadi...?, itu kan sangat lama sudah 3 bulan disana aku menyelesaikan kasus itu", katanya mengelak.
"bukan, 3 bulan itu adalah waktu Accept karya dan pencetakan buku mu, setidaknya 50.000 eksmplar kamu mencetak, sembari pencetakan kau selesaikan kasus dengan harapan cetakan selesai saat kau pulang", kata ku menjelaskan dengan rinci.
Dia pun berjalan lagi mendekati diri ku dan menatap ku dengan tajam, tak lama dia berkata,
"Kau terlalu naif, aku mencetak buku tak sebanyak itu tapi kau benar harapan ku saat kembali cetakan ku telah selesai", katanya dengan nada tegas.
Seketika aku pun mundur beberapa centi dan berkata padanya,"ya tentu saja cetakan mu tak mungkin sebanyak itu, karena itu kau kembali dari thailand dan demi penyamaran kau mengganti dengan kacamata karena tak sempat membeli lensa kontak baru", Lalu dilihat dari mukanya dia masih merasa tidak puas atas perkataan ku barusan.
"Cetakan yang ku beli baru selesai 1 hari lalu dan kau baru pulang hari ini", tambah ku untul meyakinkanya
" karena aku tau kau tak akan pulang kalau tidak ada kasus baru yang menarik, kau itu suka dengan sesuatu yang menarik begitu kau tau kau akan langsung pulang, buktinya di kau rela rela ke thailand padahal kau sedang menulis tulisan baru", jelas ku dengan cepat.
dia pun tersenyum sedikit lebih lebar dari sebelumnya dan menepuk tangannya sekali lalu berkata, "aku masih belum puas tapi kau sangat lah menarik kau benar aku suka sesuatu yang menarik makanya aku rela menjadi detective tak disangka aku sudah jadi yang teratas", balasnya.
Tak lama dia mendekat dan menepuk pundakku lalu mundur sendikit, lalu berkata," sekali lagi lebih jelas siapakah aku dan kenapa aku ada disini?",
Lalu aku pun membalas,
__ADS_1
"Kau Kyoukai Icarus, kau kembali ke sini beberapa jam lalu dan kau tidak tau kalau cetakannya sudah rilis meski sudah selesai, dari mana aku tau kalau belum selesai, karena aku juga melihat kardus terakhir di toko kalau ini cetakan kedua dan karena cetakan terlalu banyak cetakan dibagi bagi agar lebih cepat mengejar deadline yaitu hari ini",
kataku dengan cepat menjelaskan, aku hampir kehabisan nafas untuk berbicara, sontak saja dia tertawa dengan keras ,bahkan orang orang sampai menoleh kepadanya.
"HAHAHA... MENARIK.... MENARIK SEKALI... tak salah aku memanggilmu, Nagamaru Rei", Katanya dengan nada semakin menurun, lalu dia mendekat dan berbisik, "Kau... si Brain 99", lalu aku pun tersenyum karena bisikannya begitu menyentuh jiwa ku aku langsung merasa diriku di tantang.
Dia pun berkata,"sebenarnya aku masih butuh bukti lagi dari dirimu kalau aku Icarus tapi itu sudah cukup bagiku kalau kau Brain 99", katanya dengan nada santai.
lalu seketika aku sadar kalau kami berdua saling membuktikan tetapi cara pembuktian nya sangat berbeda level, level sangat jauh bahkan sejauh langit ke 8. "Kau pasti sadar kan, apa yang terjadi barusan", tanya sambil berjalan masuk ke sekolah.
Tak lama aku jalan masuk ke gerbang dan mendekatinya sedikit, "Jadikan lah aku murid mu..." kataku dengan nada sedikit tinggi.
dia pun berhenti dan tersenyum, "kalau gitu tunggu tes dari ku seminggu dari sekarang", katanya dan langsung berjalan masuk.
aku pun langsung tercengang dan terdiam sejenak dengan apa yang terjadi barusan. Karena barusan saja dia memenangkan apa yang dia ingin kan dengan mengendalikan diriku, dia seperti pemain boneka kayu dengan tali memainkan diriku seperti boneka dan mengorek informasi demi membuktikan diriku yang sebenarnya, sedangkan aku hanya terfokus membuktikan dirinya dengan hipotesis dan cara berfikir ku sendiri, tapi dia mengambil jalan pintas tanpa perlu berfikir yang ribet ribet dan mengambil hipotesa simple berdasarkan kriterianya dia bisa mendapat apa yang di inginkan.
Tentu saja bila ini adalah kompetisi aku orang yang kalah, benar benar kalah telak, karena bila pembuktian ku meleset sedikit dia bisa langsung mengetahui jawabanya karena detective itu punya segudang info fakta sedangkan diriku hanyalah sebuah hipotesa.
Meski semua itu terjadi dan berlangsung lama tapi diriku yang sekarang masih belum menyadarinya.
Tak lama jam menunjukkan pukul 7.58 aku pun bergegas masuk dan berlari ke dalam, tepat saat aku membuka pintu jam berdetak ke arah tepat jam 8.00 pagi dan semuanya menghilang, kepala ku seperti melayang semuanya berubah menjadi serba putih, dan beberapa saat pemandangan berubah seperti dunia dengan 4 dimensi tak ada atas atau bawah semuanya sama dan aku pun seperti jatuh kebawah dan pingsan.
"apa ini, dunia paralel?, Worm hole?, 4 dimensi?", saat itu aku sangat kebingungan dan tiba tiba aku terbangun dan melihat langit nan biru, sangat biru seperti tak ada polusi.
__ADS_1
aku pun berdiri dan melihat kesekeliling, bangunan, gedung canggih nan tinggi dan juga mobil super maju hilang hanya ada hutan dan bangunan bangunan biasa seperti sekolah, dan hutan
pemandangan yang ku simpulkan seperti bangunan tahun 2025 keatas ditengah hutan. Udara berhembus kencang seperti meniup kenyataan ku yang terlihat lalu aku tersenyum cukup lebar, aku sadar bahwa ini adalah permulaan bagi diriku dan tidak aneh kalau detective Icarus kembali secepat cepatnya hanya untuk melihat ini sesuatu yang melampaui ekspetasi manusia saat ini.