MINESAVE : REALITY

MINESAVE : REALITY
KEJADIAN KEDUA


__ADS_3

Seharian di kamar aku hanyalah berdiam diri sambil menenangkan diri, bukan karena panik tapi karena menariknya kejadian yang baru saja ku alami. Selang beberapa waktu berlalu ada satu hal yang ku lupakan yaitu, kenapa perempuan pendek dan bertopi merah itu bisa melihat nomor kamar ku saat aku menghilang.


Reflek saja aku berdiri dan keluar kamar lalu menguncinnya dengan kunci manual, lalu berjalan mengelilingi asrama mencari kediaman perempuan itu. Sesaat aku melihat palang kalau asrama perempuan ada di lantai 3, karena aku berkeliling dari lantai 2 ke lantai 1 lalu ke lantai 2 lagi aku pun duduk sebentar di tangga mengarah lantai 3.


Tak lama ada suara ketukan kaki menuruni tangga dan dia melihat diriku sedang duduk,


"sedang apa kau disini?, Menunggu pacarmu?", tanya orang itu, lalu aku menoleh dan melihat nya. Ternyata dia seorang perempuan tinggi dengan rambut pendek juga tatapannya begitu datar.


"tidak aku kelelahan menaiki tangga dan berkeliling jadi sementara aku duduk disini", jawab ku.


Dia pun tak merespon dan turun melewati diriku yang duduk di tangga. Lalu aku pun menghentikannya dengan berkata,"Tunggu, apa kau tau anak perempuan yang selalu memakai topi merah dia sedikit pendek", Dia pun berhenti dan berbalik kebelakang,


"Meski kau tau , kau tak boleh keatas kan karena kau laki laki, apa kau seorang lolicon mengincar perempuan pendek", jawabnya dengan nada datar.


Seketika aku merasa sedikit jengkel tapi aku tak peduli dengan apa yang dia katakan, supaya situasi tidak semakin ruwet aku langsung berdiri dan berjalan keatas.


"Oi.. kau dengar tidak kau tak boleh keatas", kata perempuan itu, dia pun langsung mendekat ke anak tangga pertama.


Meski begitu aku tak peduli, aku jalan terus keatas dan perempuan itu mengejar ku keatas.


"se-ngotot itu kah kau mau mencarinya?", tanya nya pada ku.


"hmm.. bisa dibilang aku penasaran jadi jangan menghentikan ku, aku tak akan berbuat apa apa" , jawab ku padanya.


Aku pun tetap berjalan ke depan dan mencari ruangannya, aku pun mengetuk pintu yang kukira itu adalah ruanganya tapi saat pintunya ingin ku ketuk, tangan ku terhenti.


perempuan yang barusan mengejar masih diam di dekat tangga untuk turun dan menatap ku.


"ada apa, kenapa kau berhenti?", tanya nya padaku.


"tidak, aku tak berhenti, lebih tepatnya aku menyadari sesuatu", kata ku padanya.


lalu perempuan itu pun bertanya,"apa yang kau sadari?", Sambil berjalan mendekati ku beberapa langkah.

__ADS_1


"Hmm… kira kira sesuatu yang ganjil", kata ku padanya,


"begitu ya, kau tak ingin memberi tahu ku", katanya dengan tatapan agak lebih tajam dari sebelumnya.


Lalu aku pun berbalik dan menelusuri lorong, di ujung lorong ada jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, ternyata sudah 2 jam aku berkeliling dan si perempuan berambut pendek itu tetap mengikuti ku seperti penguntit, ya sebenarnya dia takut aku melakukan sesuatu di asrama perempuan.


Setelah sekitar 30 menit menelusuri aku pun berhenti dan terpikir sesuatu lalu aku berbalik dan berkata pada perempuan itu, "siapa namamu, nama ku Rei", kataku padanya.


Lalu dia menjawab, "kenapa tiba tiba?, aku tak berniat menjawab mengerti?", balas dengan tatapan tajam.


Lalu aku mengangguk dan berbalik kembali berjalan ke arah tangga turun, lalu berhenti disana.


"Apakah kau berniat mencalonkan diri sebagai Dewan Murid?", kata ku pada perempuan itu


"tidak, aku tak tertarik", Balasnya dengan raut wajah sedikit ragu.


lalu aku bertanya lagi padanya, "Berapa jarak putaran lorong ke tangga turun dan ke tangga naik?", Lalu dia menjawab,


"Nah semisalnya kau adalah orang yang menggunakan skill untuk berubah menjadi orang lain kira kira apa yang akan ku lakukan?", tanya ku padanya.


Lalu wajah nya mengkerut seperti ingin marah lalu dia berkata, "Kau ini orang macam apa yang berbicara hal aneh aneh seperti itu".


Lalu aku pun membayangkan sebuah hipotesa bahwa anak perempuan pendek memakai topi merah dan anak perempuan berambut pendek ini adalah orang yang sama


Setelah itu aku menyadari sesuatu dan berkata pada nya, "Kau adalah Icarus", Dengan nada yakin.


"Icarus siapa dia?", balasnya dengan cepat


"Hmm.. dua setengah jam lalu adalah jam 7:58 sekarang jam 10:30 meski sudab lewat 1 menit yaitu jam 10:31, jadi kau baru saja mendistorsi waktu sebanyak 2 menit," Kata ku menjelaskan.


Lalu dia pun menjawab,"Bagaimana itu orang lain".


Kemudiam aku pun maju dan turun ke bawah dia juga mengikuti ku lalu aku langsung berlari secepat cepatnya dan menemukan jam di lorong lantai 2 bahwa jam disitu menunjukan pukul 10:33

__ADS_1


Dan sampai dititik ini Icarus menghampiri sambil bertepuk tangan.


"Hebat hebat kau sangatlah hebat", katanya sambil tersenyum.


Setelah itu aku berkata, ",apa aku sudah lulus?",


"tentu saja belum masih ada 1 tes tersisa", Balasnya sambil mengangkat 1 jari terlunjuk di tangan kanannya.


"aku ingin tau bagaimana kau bisa tau kalau aku adalah mereka berdua?", tanya Icarus pada ku


"pertama cewe pendek itu baru saja datang 2 kali pada ku dan yang kedua hanya bertanya, apa aku ikut dewan siswa?, lalu kau datang dengan pertanyaan yang sama", Kataku sambil mengangkat 1 jari telunjuk di tangan kanan


"kedua waktu, harusnya itu sudah pukul 8 saat itu kau kembali ke 2 menit sebelumnya untuk bertanya hal yang sama dengan bentuk berbeda dan membuat distorsi waktu bagi dirimu sendiri", Lanjut kata ku mengangkat satu jari lagi dan aku pun berjalan mengitarinya


"Ketiga pembalikan, ku balikan kata kata yang sebelumnya kau tanya kan beserta nama, tapi jawaban cukup meyakinkan dan aku pun menyadari bahwa kau menggunakan jawaban ku dengan tipe kata berbeda, yaitu tidak tertarik", Kemudian Icarus pun berjalan mendekat pada ku dan menepuk pundak ku sebanyak 2 kali.


"kau memang sangat jenius, tapi hati hati kejeniusan mu akan menelan diri mu secara perlahan", Katanya dengan nada menyeramkan sampai sampai mata ku membesar seperti kaget.


dan dia mundur sedikit dan berkata,"jadi lanjutkan hipotesa mu itu, sedikit lagi bukan".


Dan aku jawab," jadi setiap kau berubah menjadi orang lain kau mendistorsi waktu mu beberapa milidetik, makanya tadi ku jawab bahwa sekarang telah lebih 1 menit, menjadi 10:31, maka kau adalah pelakunya", kataku sambil menatap nya seolah aku menunjuk seorang pelaku kejahatan.


"kau bertanya dua kali pada ku untuk memastikan apa aku benar benar ikut Dewan Siswa atau tidak", Sekali lagi Icarus bertepuk tangan dan tersenyum lalu mendekati ku dan berkata, "Kau ini bisa membuktikan hipotesa layaknya buktinya nyata, aku kagum sekali, jadi bersiaplah untuk sekolah besok istirahat yang cukup Rei", Jawab Icarus.


Setelah itu aku pun tau kalau Icarus tau data masing masing murid secara detil hingga ke nomor kamarnya, dia benar benar detective nomor 1 didunia.


dia menggunakan perempuan pendek dengan topi karena dia melihat ku berbincang bincang denganya pas di depan gedung dia pikir kalau bertemu lagi seakan itu hal wajar.


"Dia benar benar senang mempermainkan orang lain", Pikirku dalam hati, lalu aku kembali kekamar untuk tiduran dan menenangkan pikiran ku tepat saat ku lihat jam sudah menunjukan pukul 10:40


"Sepertinya kau adalah penyelamatku hari ini, kalau tidak aku pasti di cap mesum karena mengetuk pintu kamar perempuan", Pikir ku dalam hati, ya memang ke tempat perempuan dilarang untuk laki laki karena cukup berbahaya.


Tak lama aku pun memejamkan mata dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2