MINESAVE : REALITY

MINESAVE : REALITY
KEJADIAN KETIGA


__ADS_3

Setelah beberapa waktu aku terlelap, aku pun terbangun dan aku langsung melihat jam, "ternyata sudah jam 4 sore", Sambil mengusap usap kepalaku karena sedikit pusing aku bangun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka di wastafel.


Aku melihat diriku di kaca,"Tertelan oleh kejeniusan ya, seperti apa itu?", Tanya ku pada diri ku sepintas, lalu tak selang berapa lama ada seseorang mengetuk pintu.


"kenapa banyak orang mengetuk pintu ku hari ini", pikirku dalam hati sembari berjalan menuju pintu , kubuka pintu itu dan ternyata perempuan pendek itu lagi kali ini dia tidak memakai topi merahnya.


"Hei.. kau mau jalan jalan ke depan dengan ku", katanya dengan wajah malu malu kayak anak kecil, "Hmm..", aku langsung melihat ke jam yang menunjukan jam 4:04, "baiklah aku juga ingin menghirup udara segar", Balasku.


Setelah itu aku mengunci pintu dan berjalan dengannya ke bawah, di perjalanan turun kami terdiam tak berbicara, tentu ku mulai saja pembicaraan,"Siapa nama mu?", tanya ku padanya.


"nama?, Hmm.. nama ku Kyoukita Aoi" Jawabnya, sambil memalingkan wajahnya sedikit, dia seakan tak mau bertatapan dengan ku.


Karena kejadian kemarin aku jadi agak sedikit merasa aneh. Dengan kyoukita yang baru saja bertemu saat diawal masuk gedung aula bila dibandingkan dengan sore ini dia mirip anak kecil yang tersesat.


Lalu kami keluar dari gedung dan berjalan ke arah taman dan melihat banyak siswa dan siswi duduk duduk di taman.


"Benar benar taman yang bagus, cuacanya juga cukup cerah untuk jam 4 sore", kataku basa basi.


Di taman itu ada air mancur kecil dan dikelilingi jalan juga tempat duduk. "Aku minta tolong pada mu", Aku yang sedang melihat lihat langsung menoleh padanya, mukanya berubah menjadi menyeramkan.


"Bertaruh lah dengan ku", Mukanya begitu menyeramkan seperti baru saja mendapat mangsa nya.


aku pun mendatarkan mata ku didepannya," Bertaruh?, apa yang kau inginkan", setelah berkata demikian Kyoukita langsung berjalan duluan dan berbalik kearah ku.


dia tersenyum seperti anak kecil yang ingin minta sesuatu dari ku,"Nah kira kira apa yang cocok ya?", tanya Kyoukita pada ku.


"Ah bagaimana hitung jumlah kata yang diucapkan orang yang sedang duduk, mudahkan", sambil tersenyum riang Kyoukita mengatakan hal itu padaku.


"hee..", aku pun tersenyum.


"Ayo kita coba", kataku pada Kyoukita


Seketika senyuman nya lebih menyeramkan, dia sepertinya sudah menangkap mangsanya yaitu diriku.


"Aku juga mau mencoba aturan yang diberi tahukan apakah itu benar benar bekerja", Setelah itu dia memberikan aturan padaku dalam permainanya.


"Ku gunakan mesin penghitung otomatis ku, dia peka dengan suara hingga sekecil semut, bila kau benar maka aku kalah bila kau salah maka aku menang, dan kau tak boleh bergerak dari tempat kau berdiri", Setelah aturan nya di jelaskan Kyoukiya mengeluarkan alatnya dan menekan tombol.

__ADS_1


"Ku bertaruh atas seluruh point dan exp sebanyak 40 persen", Lalu aku membalasnya, "Kupertaruhkan... Semuanya", Kyoukita langsunh diam dan tertawa keras,"Jangan salahkan ku kalau kau keluar dari sekolah ya", Katanya sambil tertawa. "ku beri kau kesempatan 2 kali", ujar Kyoukita.


Lalu tombol yang dia tekan berubah jadi hijau,


"AYO MULAI", seketika karena suara dia semua orang langsung menatap kami sebentar lalu kembali beraktifitas.


Setiap mulut, setiap kata ku hitung, mata dan telinga ku juga mendengar semua indra selain mata dan telinga, kumatikan sementara.


selang 30 detik tombol berubah jadi merah lalu aku menjawab, "123 Kata 27 Huruf".


Mesinnya menjawab,"125 kata 20 huruf", Sontak saja Kyoukita tersenyum mata nya begitu seram.


lalu dia menekan lagi sebuah tombol dan mesin itu bekerja bersamaan dengan diriku.


"Hmm.. apa aku harus mencoba skill ku ya",


pikirku dalam hati.


"SKILL SPECIAL, Kenyataan, Kenyataanya... aku mendengar di radius 8 meter", Begitu aku mengaktifkan skill telingan ku mendengar apa pun itu dan melanjutkan hitungan.


Dan saat aku mau memakai skill ku ternyata skill ku sedang cooldown selama 10.3 detik, lalu aku melihat semua orang juga merasa kesakitan aku pun tersenyum dan menghitung ulang.


Semua yang ku lakukan dan ku jalani sambil menghitung akuran bukan lah apa apa bagi ku karena itu hal yang pasti bisa ku lakukan.


kini mata ku adalah indra yang tersisa yang ku nyalakan. Selang 30 detik semua nya berhenti dan skill kami pun berhenti. Aku pun menjawab,


"0 kata 0 huruf",


Lalu mesin itu pun menjawab ,"0 kata 0 huruf".


Kyoukita pun terjatuh ke tanah.


"Kenapa?", Katanya.


"Kenapa?, Salah mu sendiri memancarkan radiasi suara, Mesin mu tak bisa mendengar apa apa maka dia akan mati karena radiasi mu, tapi manusia masih bisa melihat", Ujar ku sambil mendekati Kyoukita.


"Nah sekarang bagaimana cara sistem aturan itu bekerja", Tak berapa lama Exp ku naik tapi point ku tidak naik.

__ADS_1


Aku baru saja ingat kalau kami belum menerima point sejak pagi, maka point Kyoukita adalah -40%


Exp ku naik hingga level ku naik ke level 2 begitu juga HP ku yang turun karena radiasi kembali penuh.


"Point ku -40%, Dan Exp ku Sudah di angka 60%", Katanya sambil melihat ke tanah, sepertinya mukanya agak depresi.


"Jangan kau depresi, karena ini semua kau yang putuskan terima saja akibatnya", Ujar ku dengan kalimat sedikit kejam.


Kemudian aku berjalan meninggalkannya, sesaat aku merasa bersalah dan melihatnya lagi.


"Kurasa kau lebih cantik bila kau memakai topi mu", Aku pun langsung berbalik dan berjalan ke asrama.


Tanpa ku sadari semua orang di taman melihat kejadian itu ,dan yang lebih parahnya lagi muka Kyoukita memerah layaknya stroberi, sepertinya itu sesuatu yang akan merepotkan nantinya.


saat ku masuk ke dalam gedung asrama dengan kedua tangan disaku, Icarus berdiri didalam dekat pintu.


"Tidak buruk juga, kau itu mawar berduri ya Rei, perempuan saja sampai takluk dihadapan mu", Kata Icaru meledekku sambil tersenyum lucu.


"Hm.. terserah apa yang kau katakan tapi aku sudah mengabulkan permintaanya untuk bertaruh", Balas ku dengan nada jengkel lalu aku berjalan masuk ke dalam dan menaiki tangga.


Lalu saat aku masuk kedalam Asrama seorang perempuan berambut pendek yang waktu itu adalah jelmaan Icarus ternyata benar benar ada, Icarus mengambil wujudnya hanya untuk berubaj dan mempermainkan ku.


Kemudian dia berjalan kearah luar melewati ku, dan aku melihatnya dia berjalan keluar, Icarus yang ada di dekat pintu sudah tidak ada, setelah perempuan itu keluar, masuklah si Kyoukita dengan membawa robot kecilnya yang bisa dimasukan ke kantong.


begitu melihat ku dia langsung terdiam dan mukanya memerah lagi lalu dia menyembunyikan mukanya dengan robot kecil nya dan berlari ke dalam langsung naik kelantai dua.


"Gawat, ini benar benar Gawat", Kata ku dalam hati.


"Kayaknya dia suka dengan mu", Kata Icarus tiba tiba muncul di sebelahku.


Terkaget kaget lah aku, "Oii... YANG BENAR SAJA", Kata ku dengan agak keras ke arah Icarus.


"hahaha..., kau itu emang menarik ya, baru sehari sudah memikat perempuan", Katanya sambil tertawa lepas lalu Icarus keluar dari gedung dan mengangkat tanganya dalam arti sampai jumpa.


"Sekarang aku mandi dulu dan bersiap makan malam, Mungkin ada makan malam bersama di kantin kali", Pikir ku sambil mengatakanya.


saat aku naik ke lantai atas aku melihat perempuan berambut pendek bertemu seseorang seperti melakukan negoisasi lalu dia kembali dengan mengetik ngetik udara, "sepertinya dia baru saja membuka panel profilenya ", Pikirku asal langsung saja aku naik keatas untuk ke kamar ku dan mandi karena jam sudah menunjukan pukul 5 sore.

__ADS_1


__ADS_2