MINESAVE : REALITY

MINESAVE : REALITY
KEJADIAN KE LIMA


__ADS_3

Keesokannya aku bersiap siap hari pertama sekolah dan memakai seragam yang tersedia di lemari,"lemari ini benar benar sudah terisi semua baju sesuai ukuran ku sampai baju untuk dirumah", Pikir ku sambil mengambil gantungan dengan seragam.


Sembari merapikan dasi aku berkaca dan mengingat kembali kejadian kemarin. "Kupikir semua orang mencoba mencari Point di awal untuk bertahan hidup lebih awal apapun caranya meski itu judi", pikir ku.


Dan saat ku keluar kamar sambil membawa tas yang sudah terisi buku dan alat tulis, Kyoukita sudah didepan.


"Kau ini benar benar menyukai ku ya", Ucap ku blak blakan, Mukanya langsung memerah dan memalingkan muka.


"Kau ini... , Ayo jalan", Kataku sambil mengunci pintu. Dia langsung mengikuti ku dari belakang.


Kami pergi ke gedung pusat yaitu aula yang kemarin disana mungkin kami seharusnya berkumpul.


Banyak murid telah berkumpul, sekarang juga kira kira sudah jam 7:30 pagi. Kami berdua masuk ke dalam dan di aula kali ini ada tempat duduknya, ya lantas kami duduk berdua di bagian tengah.


"Kau bicara sesuatu kek", Ujar ku


"se..se.. selamat pagi", Jawabanya malu malu.


"Haah..", Hela nafasku lelah aku menghadapinya.


Aku melihat si perempuan berambut pendek itu berbicara keorang orang dan menggunakan skillnya untuk bernegoisasi agar orang bertaruh siapa yang akan menjadi Ketua Dewan Murid nanti.


Aku penasaran dan mendatangi nya, "sedang apa kau?", Tanya ku untuk mengawali pembicaraan, Dia pun menoleh dan langsung merasa waspada padaku, "Hmm.. aku melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan kemarin", Jawabnya sambil mengetik ngetik udara.


"Siapa namamu, bila aku boleh tau?", Dia menatap ku dan kembali mengetik ngetik udara.


"Namaku Michiyou Suzuru, Aku dari jepang".


"Hmm.. aku juga dari jepang tapi aku blasteran Amerika", Tambah ku.


"Memangnya aku nanya ya, lebih baik kau sebut nama mu saja", Aku pun langsung mengangguk, karena kupikir wajar dia akan mengatakannya.


"Ah kupikir akan setimpal dengan info pribadi yang kau beritahu, Namaku Nagamaru Rei", Dia pun menatap ku bentar dan kembali mengetik ngetik panelnya.


"Oh gitu, salken", Katanya dengan datar.


"Iya Salken juga", Jawab ku dengan nada yang sama.


Lalu aku kembali mendekati Kyoukita dan berdiri disebelahnya


Kami menunggu kira kira pukul 8 dan speaker itu berbunyi," Selamat Pagi siswa dan siswi, hari ini adalah hari pertama kalian bersekolah, kami akan memanggil siswa yang memiliki nilai tinggi saat ujian masuk", Lalu semua murid berbincang bincang kira kira siapa yang memiliki nilai terbaik.


"Majulah Benedietta Aries", Seorang perempuan maju kedepan dan naik panggung.

__ADS_1


"Tak kusangka bukan kau orangnya", Ujar Kyoukita tiba tiba berbicara dengan nada anak kecil.


"Hmm.. kau bicara juga", Begitu aku berkata dia langsung menutup mukanya dengan topi.


"Sebenarnya, saat aku tes aku hanya mengerjakan soal dengan otak ku yang 40%", Ujar ku.


"Be.. begitu ya, kalau gitu maaf".


"Kau tak salah apa apa untuk apa meminta maaf?", Tanya ku pada Kyoukita. Dia pun kembali memalingkan pandangannya. Benedietta Aries memberikan sambutan layaknya sambutan siswa SMA, kemudian dia turun dari panggung.


"Nahh sekarang kita akan memberikan point atas nilai tes masuk, tiap nilai yang didapat akan dikalikan 100, untuk hidup kalian sebulan", itu adalah biaya hidup itu sebulan cukup besar bagi murid.


"Misalnya Benedietta mendapat nilai rata rata 98,5 maka bila dikali seratus dia mendapat $9850 untuk sebulan", Ujar Speaker menjelaskan.


Setelah dipikir pikir biaya hidup untuk sekedar nyaman saja sudah lebih dari cukup, kecuali bermewah mewahan.


"Nah sekarang terima point kalian, silahkan diambil....", Semua siswa langsung mendapat point nya dan aku mendapat $9845, dan tersenyumlah aku.


"Haa.. nyaris sekali ya padahal aku sudah bertaruh untuk diriku sendiri", Pikirku dalam hati. Rasanya agak lucu kalah dengan taruhan untuk diri sendiri kepada diri sendiri.


"be.. berapa point mu boleh ak.. aku tau", Tanya Kyoukita sambil memegang topinya.


"Point ku $9845", Lalu kaget lah dia.


"Berarti nilai mu beda 0,05 saja donk", Ujarnya dengan suara agak besar.


Kyoukita langsung menunjukan panelnya dengan mode mata, dia juga menunjukan skill nya.


"Apa agak riskan bila kau menunjukan skill mu", Kataku pada Kyoukita.


"Tak apa", Sambil memalingkan mukanya, lagi.


"Nilai mu 90 ya, kau cukup pintar", Ujar ku memuji. Mukanya langsung memerah terang.


Tak lama Speaker berbunyi lagi, "Kalian bisa membuat Grup atau Club atau semacamnya, untuk membuat team koloni, agar bisa saling melindungi, apa kalian mengerti?", Semuanya langsung berkata, "MENGERTI", mereka nampaknya senang lalu Kyoukita menarik bajuku.


Aku pun menoleh dan melihat mukanya seperti anjing memohon, "Ya baiklah ayo kita buat", Ucap ku mengerti. Tentu saja dia langsung tersenyum.


"TAPI...., Kalian harus punya 5 anggota untuk bisa mendaftarkan club kalian", Tambah speaker berbicara.


"Nah kalian akan di teleportasi ke kelas bersiaplah", Sontak saja satu persatu siswa dengan tasnya ke kelas.


Begitu aku teleportasi aku ada di kelas layaknya kelas tahun 2025 kebawah, belum ada papan ipad untuk menulis dan lagi lagi Kyoukita ada di depan ku. Tapi setidaknya dia ada didepan karena biasanya dia dibelakang ku.

__ADS_1


Dia pun menoleh dan melihat ku ada dibelakangnya lalu langsung sigap berbalik kedepan. Sepertinya aku sudah terbiasa dengan keadaan itu.


Setelah semua murid muncul dan terisi masuklah seorang guru yang ternyata dia Icarus. Dari depan dia melihat ku dan mengisyaratkan untuk diam.


Ya aku tau dia detective tidak boleh ku sebar nama aslinya. Icarus menulis namanya di papan tulis dengan nama Icarus.


"Kenapa aku merasa di jahili", Pikirku begitu jengkel sejengkel jengkelnya.


Setidaknya dia masih memakai kacamatanya, setelah berfikir demikian dia duduk dan berkata.


"Selamat datang di sekolah ini yaitu Minesave, Nah pelajaran pertama kalian hari ini adalah mengenali Panel profile", Katanya.


Semua murid langsung membuka panel dan mengetik ngetik udara.


"Nah skill kalian adalah perwujudan dari basic attack kalian ya, Kalau main game pasti tau kan", Ujar Icarus sambil membawa nada semangat.


"Singkatnya kalau skill kalian bola api, maka kalian bisa mengeluarkan api berskala kecil, Bila Skill penguatan maka damage fisik kalian akan lebih tinggi dari murid lain", Kata Icarus menjelaskan.


"Jika kalian naik level kalian bisa menaikan level skill kalian dengan point tentunya dan memberi efek baru", Semua murid terutama laki laki begitu memperhatikan, "Ya kapan lagi ada game nyata begini", pikirku dalam hati.


"Tapi perlu diingat kalau kalian kehabisan exp, dan point juga Hp secara bersamaan kalian akan hilang dari sini", Semua murid pun masih memperhatikan, nampaknya mereka menjadi sedikit tegang hanya saja Icarus mengatakannya dengan sangat santai.


Setelah lama kami berada di kelas, akhirnya jam pulang tiba, aku saja kaget kenapa jam 12 siang sudah pulang. Kemudia aku langsung ke minimarket untuk membeli makan siang.


"Hmm.. Kyoukita kau mau beli apa?", Ucap ku padanya.


"Hmmm... aku.. mau beli roti saja", Jawabnya malu malu.


Tak lama speaker di minimarket berbunyi,"Semua murid harap berkumpul di aula," Hingga dua kali berbunyi kami langsung bergegas dan membayar makanan kami.


"Hampir semua gedung ada speaker keknya", pikirku sambil menunggu kembalian.


Lalu kami jalan kaki agak cepat kesana. sesampainya disana kami semua duduk di kursi aula dan telah berdiri kandidat yang akan menjadi Ketua Dewan Murid, aku tidak berfikir kalau mereka langsung memilih tanpa sepengetahuan ku.


Benedietta berdiri disana juga, wajar juga kalau dia ada disana mungkin dia terobsesi menjadi penguasa disini.


"Nah sekarang kalian semua akan mulai memilih siapa yang akan menjadi Ketua Dewan Murid, mereka akan berkampanye dan kalian akan memilih 5 hari dari sekarang", Ujar Speaker di aula itu berbicara.


Semuanya nampak serius, suasana memanas, bertanya tanya lah mereka siapa yang akan menjadi pemimpin para murid disini, sampai sekarang aku juga belum tau jumlah murid yang ada di dunia ini.


Dunia yang penuh imajinasi dan kenyataan yang menjadi satu. Dimana Imajinasi menjadi kenyataan dan kenyataan menjadi rasa baru bagi mereka. Semua itu harus ditanggung pemimpin.


aku juga ingin melihat bagaimana panggung ini berjalan, berkembang, dan hancur seketika.

__ADS_1


kupikir ini sebabnya aku ada disini bahka detevtive no 1 didunia ada disini.


"Apa yang akan terjadi selanjutnya ya", pikirku dalam hati sambil tersenyum.


__ADS_2