MINESAVE : REALITY

MINESAVE : REALITY
KEJADIAN KE ENAM


__ADS_3

Berkumpulnya banyak murid, mengikuti acara pemilihan Ketua Dewan Murid, Ada tiga orang berdiri didepan salah satunya Benedietta Aries dan 2 kandidat lelaki, mereka ternyata 2 orang dengan nilai dibawah ku, Yaitu Francis Der Fluger dengan nilai 98,20 dan John Amsterdam dengan nilai 98,00.


Aku sebenarnya heran tumben aku tak ditanyakan oleh spectactor orang yang mengaku berbicara di belakang speaker, meski itu sebenarnya tak masalah bagiku.


Kini seisi aula bubar dan aku kembali ke asrama untuk makan siang hasil aku membeli di minimarket, ternyata gedung tempat makan kami kemaren malam juga buka hanya saja kini berbayar.


Saat perjalanan ke asrama aku melihat kandidat benedietta berada di taman bersama para pendukung nya mereka nampak membicarakan sesuatu dan ada salah satu dari mereka mengetik ngetik udara,"Sepertinya mereka sedang menyusun rencana", Pikir ku, tak sengaja pendukungnya yang sedang membuka panel, panelnya malah terlihat nampak pointnya tiba tiba bertambah.


Aku tak melihat jumlah nya tapi jelas angkanya naik, aku pun terus berjalan dan menganggap hal itu adalah sebuah kecelakan baginya saja.


Di perjalanan ke asrama aku baru sadar kalau Kyoukita tak lagi ada di dekat ku.


Telpon ku berbunyi dan langsung ku angkat


",Ada apa".


"Mari kita mulai permainannya", Suara dari telpon itu layaknya suara hacker yang menyamarkan suara aslinya


"Apa itu?", Balasku.


"Nah dalam 5 hari kedepan tepatnya 2 jam sebelum pengumuman Ketua Dewan Murid pergi lah dari aula dan datanglah ke kelas mu, lalu kau buka pintu gesernya sejauh 15 cm saja temukan aku disana", Seketika omongannya selesai panggilan ditutup olehnya.


"Sepertinya ada yang menantangku, apakah ini tes selanjutnya?", Pikirku selintas apa yang ku simpulkan.


Kemudian aku masuk kamar dan melihat kamarku makin banyak barang, Ada microwave di atas sebuah laci baru dan telepon kabel juga peralatan dapur.


Aku langsung memasukan makanan ke microwave juga set timer nya, sembari menunggu aku ganti baju dan menyalakan tv.


"Ting..", Suara pertanda makanan ku telah siap.


Lalu aku makan makanan yang ku sambil mrnonton tv.


"Rasanya ini terlalu gurih buat sebuah mie goreng", Pikirku dengan makanan ku.


begitu selesai makan, seseorang mengetuk pintu lantas ku buka pintu dan Kyoukita disana.


"Ada perlu apa?", Tanyaku.


"Ayo buat Club.", Katanya sambil menyodorkan kertas pendaftarannya, nampak dikertas itu dia sudah menulis namanya sendiri.


"Baiklah", Aku menulisnya di kolom ketua club.


"Kau peka sekali ya..., Kupikir kau akan menjadi anggota".


"Ahh... tumben kau berbicara lancar, tak apa biar ku bimbing", Ucapku sambil tersenyum.


"Ehh... ehh.. Tak apa kan", Ucap nya malu malu sambil mengambil topi di kepalanya dan menutupi mukanya.


"Tak apa..", Sambil mengusap kepalanya. Secara reflek aku langsung mengangkat tangan ku dan aku melihat Kyoukita nampak semakin malu.


"maaf maaf aku tak sengaja, kalau gitu kita tinggal cari 3 orang lagi ya", Kataku mengalihkan obrolan dan suasana.


"iya, kalau gitu aku permisi", Dia pun pergi ke lantai 3.

__ADS_1


Aku kembali masuk ke kamar, lalu mataku yang sebelah berubah warna, penggunaan otak meningkat hingga 97 persen.


"Saatnya melihat masa lalu", Lalu aku kembali mengingat, memetakan dan menyusun ulang masa lalu dalam imajinasi lewat susunan ingatan.


"Hari awal masuk kesini bertemu Icarus, dan mendapat tes lalu kembali lagi mendapat tes saat baru masuk asrama. Kemudian aku di tawarkan tantangan dari Kyoukita sejak saat itu dia jadi suka pada ku dalam tanda kutip kemudian aku juga menemukan orang bernegoisasi sebanyak 2 kali, dan setelah itu dimulainya kelas dan pemilihan, kutemukan seseorang menambahkan point secara tiba tiba lewat kecelakaannya".


Benar benar situasi rumit, saat itu aku mencoba berfikir sampai sampai aku masih belum cukup petunjuk kenapa ada orang menelpon ku dengan suara itu. Bisa saja dia Icarus, atau orang yang ku kenal. Tapi kalau dia bukan yang ku kenal maka itulah titik masalahnya.


Aku harus menemukan siapa pelakunya, kalau tidak ini bisa saja sebuah gangguan hidup ku.


Aku mencoba melihat jam dan masib pukul 2 siang lewat seperempat, keluar lah aku dan jalan ke taman.


Disana ada tiang listrik yang terpasang 3 kandidat lalu aku melihat melihat kandidat itu, aku pun pergi sambil mendorong badan ku dengan tangan yang menekan tiang yang ada 3 foto kandidat disitu untuk mempercepat langkah.


Lalu aku berjalan dan melihat kandidat lelaki Francis der Fluger sedang berbicara dengan beberapa murid, kupikir mereka adalah pendukungnya, lalu aku duduk di taman itu dan aku melihat kelangit.


Tak lama Kyoukita datang dari arah asrama nampaknya dia mengarah kesini.


"Hmm.. Rei kau sedang apa", Tanya nya.


"Aku hanya.. mencari udara segar", Jawab ku sambil melihat kelangit.


Dia duduk disamping ku dan berkata.


"Kira kira berapa ya jumlah murid di sekolah ini",Karena suaranya kecil aku mendengarnya samar samar, teringat sesuatu di pembuluh darah ku.


"Jumlah.. jumlah, Eh.. kau berkata apa barusan", Baru saja ku sadar dia bicara sesuatu.


"Kira kira berapa jumlah murid disini", ulang Kyoukita.


"Terimakasih ya sudah mengingatkan ku", Kata ku pada Kyoukita sambil tersenyum.


Tampak Kyoukita begitu senang dan tersenyum, kami berlari bersama mencari Icarus.


Aku pun menemukannya dia sedang nongkrong sambil menatap langit juga.


"Oi Icarus, kau tau berapa murid disini", Ucap ku agak tidak sopan.


dia bangun dan melihat kami,"Oi oi.. kau sudah berani bergandengan Kyoukita", Kyoukita langsung melepas tanganya dan tersipu lebih lebih malu lagi.


"Hehe.. kalau mau gandengan ga apa apa kok", Ejek Icarus.


"Jawab pertanyaan ku dulu", Ucap ku kesal merasa tidak dianggap.


"Ehh bicara kau tu perbaiki, Jumlah murid ya, ada 540 murid pas", Ucap Icarus sambil menisratkan angka 2 di tangannya, ntah apa itu tapi dia sepertinya juga kebingungan.


"Baiklah terima kasih, kalau ada sesuatu nanti aku akan tanya lagi", Kataku sambil berbalik dan mengambil tangan Kyoukita.


"Oi anak orang jangan diseret seret", Teriak Icarus mengejekku.


"Dia ini perempuan ku biar saja", Ucapku jengkel, kata itu keluar begitu saja dari mulut ku.


Kyoukita nampak malu dan pingsan, ada asap dikepalanya. Karena dia pingsan aku menggendongnya di pundak dan membawanya ke asrama. Sontak saja semua murid melihat ku, aku jadi bahan tontonan sepanjang jalan ke asrama.

__ADS_1


Saat masuk ke asrama aku bertemu Michiyou Suzuru.


"Kau abis ngapain?, dia kau apain?", Tanysnya dengan nada datar.


"Dia pingsan karena guru ku iseng, tolong bawa dia ke atas aku tak bisa naik ke lantai asrama perempuan", Lalu Suzuru menolaknya dan pergi.


Tanpa pikir panjang aku naik ke lantai 3 dan mencari kamarnya. Kebetulan kunci ada dikantongnya dan aku mengambilnya untuk melihat nomornya.


Setelah itu aku bergegas ke kamarnya di nomor 10 .


Setelah itu masuk dan membaringkannya di ranjang. Aku pun duduk di pinggir ranjangnya dan melihat kamarnya tidak beda jauh hanya ada topi merahnya ada 3 buah di atas laci, kemudian ada laptop juga peralatan mekanik dan robotik.


Melihat sekilas dia adalah seorang ilmuwan robot dan IT, dia merancang sesuatu seperti robot. Kemudian aku menunggu hingga jam 4 sore, Kyoukita terbangun dan melihat ku, sontak saja dja mundur dan menarik selimutnya lalu menyelimuti dirinya.


"A..A.A.A.APA YANG BARU SAJA KAU LAKUKAN".


"Hmm.. itu yang kau katakan setelah kau bangun, berilah pengertian aku sudah nekad mengantar mu kesini", Ucap ku dengan nada datar. Lalu Kyoukita mendekatiku dan duduk dipinggir ranjang di sebelahku.


"Te.. terimakasih".


"Ah sama sama",Jawabku.


"Kalau gitu aku kembali, nanti takutnya malah menjadi masalah".


"Hmm.. oke".


Aku pun meninggalkan kamar itu, kebetulan tak ada orang disana aku langsung berlari menuruni tangga. "Benar benar hari yang beruntung, kalau saja ada orang disana aku bisa kerepotan", Pikirku.


Kembali lah aku kekamar dan masuk kedalam, tiba tiba ada suara telepon kabel dikamar berdering.


Lantas aku mengangkatnya.


"Kematian akan muncul di Taman dalam 3,2,1", Suara hacker itu muncul lagi, begitu telepon ditutup speaker berbunyi.


"Seorang siswa bernama Francis der fluger ditemukan dalam keadaan sekarat, hati hatilah", Aku langsung melihat jam sekarang pukul 04:04.


Kaget dan Panik nya diriku, sepertinya hacker ini akan membunuh satu per satu calon Ketua Dewan Murid.


Lalu sontak aku ingat angka 2 yang di acungkan tangan Icarus saat ku menanyakan jumlah murid.


"Akan ada dua murid yang sekarat dan tersisa satu yang akan menjadi ketua sebenarnya, lalu jam pembunuhanya adalah angka yang bisa di bagi dua antara jam dan menit, 04 sore dalam hitungan beberapa negara adalah jam 16 lalu dibagi 2 menghasilkan angka 4 untuk menit makan jam perkaranya terjadi 04:04 itu baru saja terjadi", Aku langsung keluar ruangan dan pergi ke TKP.


Siapa yang menjadi Hacker ini jelas Icarus juga adalah terdakwa di mataku, "dia bisa tau kapan dan jumlah muridnya". Aku sampai di TKP yang di batasi tali, tempatnya ternyata dimana aku bertemu Francis yang sedang berbicara dengan pendukungnya waktu aku pergi ke taman tadi siang.


Melihat dari TKP nya dia di tusuk dengan sebilah pisau.


"Ini cukup menarik, kasus ini sepertinya tes terakhir ku", Pikirku.


Banyak murid melihat dan memotret kejadian ini, sayangnya disini tak ada medsos yang terhubung kedunia luar tapi medsos dunia luar satu arah terhubung ke sini.


aku pun memotret dari berbagai sudut dan mendekati tiang yang ada tempelan 3 kandidat Ketua Dewan Siswa.


Aku melihat sekarang hanya ada 2 buah, Mata ku langsung membesar. Kemudian aku mendapat telepon dari nya lagi. "Kau lah yang memilih siapa yang ingin dibunuh, ingat saat kau ada ditiang ini tadi siang, saat kau sentuh tiang kandidat itu yang kau sentuh", Seketika telepon mati berarti dia ada disekitar sini.

__ADS_1


"Benar benar menyeramkan ya, kau akan ku temukan tunggu saja", Lalu aku melihat di tiang listrik ada camera CCTV.


"Kumulai dari CCTV ini sebaiknya", Aku langsung pergi mencari petugas yang tau dimana tempat pengintaian CCTV.


__ADS_2