MINESAVE : REALITY

MINESAVE : REALITY
KEJADIAN AWAL


__ADS_3

Dunia antah berantah, tak ada yang tau dunia apa itu. Ku kira hanyalah sebuah omong kosong tetapi inilah kenyataannya kota tahun 2025 kebawah di tengah hutan, berdasarkan hipotesa ku ini adalah dunia yang terbelah, dunia kenyataan yang telah terbelah menjadi arus baru. Tak ada yang tau kalau sebuah sekolah yang hilang secara misterius di kota besar pada tahun 2045 telah dipindahkan ke sebuah kota dunia 2025 kebawah di tengah hutan lebat.


Senyuman ku makin lebar saja, hati ini tak terkontrol, aku akhirnya menemukan hal yang menarik.


"Hmm... jadi ini yang diincar icarus, tak aneh bila dia pergi dari thailand ke USA hanya untuk melihat ini", kata ku dalam hati, saking menariknya kejadian ini sampai aku lupa kalau ini adalah sekolah. Tapi sejauh mata memandang tak ada murid ataupun guru di sekitar ku. Aku pun melangkah agak cepat sedikit tetapu masih agak santai mendekati gedung pusat. "mungkin gedung pusat ada ditengah", pikir ku dalam hati, aku pun jalan menelusuri gedung yang ada di tengah hutan, benar benar seperti kembali ke masa 2025 ke bawah, tak ada teknologi panel digital di gedungnya, apalagi sistem operasi pelayanan robot otomatis.


tak sampai 15 menit berjalan aku sudah menemukan pusat gedung, gedung itu memanh berbeda karena ada lambang sekolah di tengah tengah gedung itu. Diantara semua gedung, gedung inilah yang paling mencolok.


tak lama ada seseorang datang ke pada ku dia memakai seragam juga seorang perempuan pendek dengan tapi merah, "apa kamu tau apa yang sedang terjadi", katanya dengan nada santai.


"Hmmm.. tentu saja tidak kau kira aku ini Tuhan", balasku dengan sedikit rasa jengkel.


"ohhh.. gitu ya", Balasnya sambil berbalik jalan dan masuk ke gedung pusat.


aku pun mengikutinya ke dalam, begitu sampai didalam banyak murid berbincang bincang tentang apa yang terjadi. Mereka terlihat seakan kebingungan, ada juga yang menangis dan ada juga yang terkagum kagum karena fenomena ini.


ruangan yang ku masuki ini seperti aula tanpa kursi dan hanya ada jendela dan juga panggung dengan tirai juga lampu lampu LED.


aku pun sadar normalnya 2 menit sebelum masuk sebagian besar murid sudah ada di dalam gedung


sedangkan aku tidak, mungkin perempuan tadi juga tidak ada di gedung tapi halaman sekolah.


Jadi tentu saja aku ada diluar karena hal itu. Tak selang berapa lama ada suara dari speaker di aula itu berbunyi.


"Selamat datang di Minesave ini adalah dunia kalian saat ini, sekarang diamlah dan dengar baik baik jika kalian masih mau bersekolah dengan aman", ujar nya lewat speaker, seketika semua murid malah memberontak ada juga yang diam, ada juga lanjut menangis.


"YANG BENAR SAJA KEMBALIKAN KAMI!!!",


"YA BENAR KEMBALIKAN KAMI!!",


"JANGAN MAIN MAIN SIALAN INI HIDUP MASA MUDA KU",


"PACAR KU MENUNGGU DI DUNIA KAMI YANG ASLI".

__ADS_1


Mereka terus terusan berteriak kearah benda mati itu, sedangkan aku menghemat suara ku dan tenaga juga mengikuti perintah dari speaker itu, karena untuk sementara ini orang di balik speaker itulah yang berkuasa.


"DIAM SEMUA NYA!!!", Teriak speaker itu dengan sangat keras, mereka semua langsung diam lalu memperhatikan.


beberapa dari mereka ada yang ingin bersuara tapi tidak bisa, aku pun demikian.


"Kenapa, aku tak bisa bersuara", kataku dalam hati kebingungan, tapi ini adalah sesuatu yang menarik perhatian diriku lagi lebih lebih aku tak bisa menahan rasa ketertarikan ini.


"Kalian semua adalah murid disini ikuti aturan disini, kami akan mengumumkan aturan yang berlaku di dunia ini", kata speaker itu dengan nada sedikit tinggi, layaknya orang berkuasa.


"Kalian semua di beri skill, point sebagai mata uang dan exp untuk menaikan level, layaknya game, kalian bisa bertarung, bertaruh dan juga membeli perlengkapan lewat bertarung dan bertaruh", kata mereka menjelaskan.


Hampir semua murid laki laki berteriak kegirangan karena mereka anggap itu sebuah keseruan, ya tentu saja siapa yang tak mengharapkan game dunia nyata.


"Tapi...., bila kalian kehabisan keluar itu kalian akan menghilang dari sini, secara otomatis kalian keluar dari sekolah dan dunia ini", Kata mereka menyela para murid yang kegirangan.


Seketika para murid terdiam, ada yang merinding ketakutan, ada juga yang merasa tertantang, ada juga yang hanya pasrah.


"Maka dari itu kalian dengan baik baik aturan yang kami akan beri tahukan ini". Semua murid langsung terfokus ke arah benda mati itu.


Tak lama selang itu satu orang menyela dan bertanya pada benda mati itu,"maaf mau bertanya, Siapa kau?", Kata nya dengan nada seperti menuduh.


"aku?, aku adalah Spectactor, suatu saat kalian akan mengerti", balasnya dengan nada pemimpin.


lalu tak lama speaker itu melanjutkan penjelasan aturan aturan itu lagi.


"Aturan ke enam, bersekolah lah dengan benar, perilaku, nilai dan etika adalah point untuk kalian, bila melanggar akan ada sanksi tersendiri, Aturan ke tujuh kalian diperboleh kan kesekolah hanya saat hari sekolah, aturan terakhir salah satu dari kalian akan menjadi Dewan Murid, kami hanyalah sementara sisanya kalian lah yang akan mengatur dunia ini, sekian". Mendengar hal itu aku langsung kaget dan mata ku membesar, mereka menyerahkan dunia ini pada murid disini, menurut ku mereka akan bersenang senang dengan apa yang akan terjadi selanjutnya hingga kami lulus.


Lalu para murid di aula satu per satu menghilang dan para murid panik dan berlarian ada juga yang pasrah hingga saat diri ku juga menghilang.


Begitu kelopak mata ku terbuka ternyata aku hanya ada di kamar yang disediakan untuk murid beristirahat lalu ada panel melayang didepan ku menampilkan status point, exp dan level serta HP layaknya game, benar benar seperti game nyata.


"Ini akan semakin menarik sepertinya, aku ingin tau siapa dalang dibalik semua ini", kata ku dalam hati sambil bersenyum , saking menariknya kali ini sampai gigi ku terlihat.

__ADS_1


Lalu aku pun melihay kesekeliling kamar ini tidak begitu sempit tapi ada speaker juga di atas pintu, hanya ada sebuah lemari, kamar mandi, ranjang beserta bantal dan selimut juga laci kecil yang diatasnya ada lampu tidur, ya mirip mirip dengan hotel bintang 3.


Lalu speaker berbunyi, "Besok akan diadakan pemilihan Ketua Dewan Murid harap mencalon kan diri mulai esok". Dan begitu speaker selesai berbunyi suara ketukan dari pintu terdengar di daun telinga ku, ya sigap saja aku membuka pintu dan malah perempuan pendek dan bertopi merah ada didepan pintu dan dia berkata,


"Apa kau berniat ikut menjadi dewan murid", Tanya nya penasaran.


"Sebelum aku menjawab, dari mana kau tau kalau ini ruangan ku", Kata ku tanya balik padanya.


"Hmm... kau ini benar benar berhati hati ya, padahal aku hanya ingin menyapa", katanya dengan nada seperti anak kecil.


"Ya aku tau karena, saat kau menghilang aku melihat nomor kamar mu diatas kepala mu", katanya seperti mengancam dan matanya menyipit.


"Hoo.. begitu ya, kalau gitu biar ku jawab, mungkin aku tertarik menjadi Dewan Murid tapi, aku kali ini aku hanya terpikir untuk menjadi Murid saja", Balas ku atas pertanyaan nya yang diawal.


Kemudian dia berbalik dan berkata,"kalau gitu permisi, kau membosankan sekali", katanya dengan nada jengkel.


Kemudian saat aku ingin menutup pintu tiba tiba saja ada suara teriakan,


"Tunggu... Reii...", Sontak saja aku melirik kearah suara itu berasal dan yang muncul malah Icarus.


dia mendekat sambil berlari kesini, "sepertinya dia mencari cari ku di setiap kamar di gedung ini". pikirku dalam hati.


Lalu dia berkata sambil terengah - engah, "kau... mau... jadi Dewan Murid ga?". Mataku langsunh datar karena pertanyaannya, dengan singkat jelas dan padat ku jawab,"tidak", kata ku dengan sangat tegas.


"Hoooo... bagus bagus baguss..., kalau gitu sampai jumpa nantikan tes dari ku yaaaaa", katanya sambil berlari dengan girang seperti anak sd.


saking menariknya keadaan dan kondisi saat ini aku sampai lupa kalau ingin menjadi muridnya, sampai sekarang juga aku penasaran tes apa yang akan diberikan pada ku.


Begitu aku melihat jam ternyata masih jam 7:58, Benar benar mengejutkan dunia ini sangat mengerikan sekaligus menarik ruang dan waktu bisa di kendalikan oleh manusia layaknya dimensi ke 4, apa ada perbedaan gravitasi sehingga waktu menjadi melambat, pikiran ku terus terisi penuh dengan dugaan hingga aku tertawa terbahak bahak.


"HAHAHAA....HAHAHAH...., Ini benar benar mengerikan, apa yang akan terjadi selanjutnya aku ingin tau, cobalah tekan aku lebih jauh lagi kita akan lihat hasilnya Spectactor, Icarus dan Dewan murid nanti..", kata ku, semakin lama tawa ku berhenti dan kembali normal.


Hal ini memang gila, tidak normal bagi manusia yang hidup di dimensi ke 3, aspek ruang dan waktu hanya bisa dikendalikan oleh mahkluk dimensi ke 4, tapi siapa dia aku ingin tau kuncinya hanya orang dibalik speaker itu yaitu Spectactor itu sendiri,

__ADS_1


"Kutunggu kau Spectactor", kata ku dengan suara menantang dan agak sedikit keras


__ADS_2