
Kerjaan tugas ku sudah selesai dan aku lanjut berbaring untuk tidur, keesokan harinya aku kembali bangun sudah menunjukan pukul 7 pagi.
Keseharian pagi dimulai seperti biasanya, bersiap jalani hari baru. Seperti biasa saat ke gedung kesekolah Kyoukita sudah menunggu di depan gedung, kami berdua masuk ke gedung.
Saat masuk ke kelas, nampak di depan kelas banyak siswa berkerumun, sontak aku menerobos dan melihat apa yang terjadi.
Ternyata didalam kelas semua peralatan belajar hancur berantakan, perasaan ku begitu datar datar saja, saking sudah banyak yang ku alami.
'Bentar lagi juga Hacker itu akan nelpon", Pikir ku.
Para guru datang dan membubarkan para murid, semua murid diarahkan ke ruangan baru yang tak terpakai.
Lalu aku masuk ke ruangan itu dan duduk ditempat biasa aku duduk, ya di belakang.
Tatanan ruangan begitu sama persis, semua nya seperti copy paste, nampak papan tulis, laci laci, jendela, pintu masuk bahkan kaca juga sama persis.
Tapi nampak sesuatu berbeda adalah bentuk tembok yang agak miring, hanya saja karena lebarnya dan panjanganya sama seolah tempat ini sama persis.
Icarus masuk dan semua murid menyapanya, "SEEEELAMAT PAGIII..",
"Pagi paaakk...",
"Yoshh.. ayo kita lanjut mata pelajaran kemarin, jangan lupa catatanya di kumpulkan", Ujarnya begitu ceria.
Semua murid kembali normal, seakan kejadian tadi berlalu seperti angin. Aku juga menganggap demikian.
Hingga jam istirahat yaitu jam 12 tak ada yang berubah, aku bahkan merasa rasa Gravitasi, tekanan udara dan waktu yang ku tempuh nampak normal normal saja tak ada kejanggalan di ruangan ini. Aku pun pergi ke kantin untuk makan.
Rasa risau sedikit demi sedikit pudar, bahkan aku tak lagi waspada, nampak kami semua seperti pelajar biasa di ruangan itu.
Bahkan aku tak lagi memperhatikan calon Dewan Murid Benedietta melakukan sesuatu, karena dia mungkin akan jadi korban selanjutnya.
Karena sudah 2 hari berlalu semenjak pemilihan Dewan Murid dan sudah 3 hari berlalu semenjak kami dipindahkan ke sini, Kehidupan ini terasa begitu lama.
"Sisa 3 hari lagi untuk pemilihan Dewan Murid", Pikirku dalam hati.
Istirahat pun selesai, kepala ku terasa pusing saat ingin bangun dari kursi di kantin. Telepon ku berdering, Lantas aku mengangkatnya.
"Temui aku di ruangan kelas yang hancur itu", Telepon langsung ditutup, suara hacker itu kembali menelponku.
Kepala ku sangat pusing, aku mencoba berjalan meski keleyengan. Sampai di kelas itu tak ada siapa siapa.
__ADS_1
Para murid melihatku membuka pintu, hingga salah satu lelaki menghampiri ku, "Kau kenapa jangan kesana, apa kau sakit?", Ujarnya lelaki itu khawatir.
"Ya aku sedikit pusing tapi ada sesuatu yang harus ku...", Mata ku melihat sesuatu di papan tulis, tulisannya "AIM HIRE", Cukup besar meski papan tulis itu sudah hancur, bagian besar menyisakan ruang untuk menulis.
"Biar ku antar ke UKS ya", Ujarnya sambil membantuku berdiri.
Aku pun di bawanya ke UKS dan sampai disana aku berbaring di tempat tidur dan menatap ke langit langit. Lelaki itu mengambilkan obat untuk ku di box
UKS itu ada 2 tempat tidur dan laci kecil disebelah nya juga ada box obat beserta air dan wastafel
"Apa kau sudah makan?, kalau sudah kau bisa makan obat ini", Ujarnya sambil menaruh obatnya di laci sebelah tempat tidur.
"Kali ini dia menyabotase diriku", Ujarku sambjl tak sadar berbicara.
"Kau benar benar sakit, sebaiknya berhenti berfikir, dan tidurlah", Ujarnya tambah khawatir.
"Kau ini memangnya dokter, sebegitunya khawatir dengan ku?"
"Yahh... mungkin karena aku hanya ingin membantu, keadaan disini sudah makin runyam saja", Ucapnya sambil duduk di tempat tidur sebelah.
"Kau benar, dan aku sedang dalam situasi runyam",
"Benar kan, aku saja bingung mendeskripsikan situasi ini", Ujarnya.
"Yahh... kalau saja ada bukti nyata aku bisa analisis nya", Jawab lelaki itu
Lalu aku teringat sesuatu, kalau aku harus bertemu hacker di ruangan itu.
"Hei, bisa kau membawa ku kelas ku?",
"Kau mau ambil sesuatu?, biar ku ambilkan.
"Tidak, aku ingin kesana, secepatnya".
"memangnya ada apa?", Tanya nya tidak mau mengalah.
"Sesuatu yang gawat, kau ingin bukti nyata kan?", Ujar ku juga tak mau kalah
"Baiklah kau ini keras kepala",
"Yah mungkin". Aku bangun dan pergi ke kelas sambil di temani nya.
__ADS_1
Setelah sampai di kelas yang hancur itu, aku masuk. Semua murid disekitar berhentu dan melihat, bahkan ada yang melarang.
"Bukti nyata?, kau meledekku ya, memang ini bukti masalah tapi aku butuh bukti untuk memecahkannya", Ujarnya agak marah.
"Tidak ini buktinya", Ujarku memaksa.
"Apa kau tak melihat ruangan ini adalah buktinya, ini ruangan 4 dimensi",
"Apa maksudnya?", Tanyanya kebingungan.
"Ruangan ini baru saja diubah ke bentuk 4 dimensi dengan visual 3 dimensi, dan kau ada disini, keluarlah dan jawablah jangan bersembunyi dibalik ruang dan waktu", Kata ku berteriak kencang.
Para murid melihatku seperti bicara sama hantu, dan seketika lubang hitam muncul seseorang melangkah keluar dari lubang itu.
"Kau Francis der Fluger, Kekuatan mu adalah Gravitasi", Ucap ku sambil menyipitkan mata.
"Hee.... kau akhirnya menyadarinya",
"Tulisan mu bertuliskan , AIM HIRE, Tapi baca nya secara abjad jadi Im Here, jadi kau ada disini, kau lengah Fluger", Ucapku dengan tegas
"Aku hanya mengetes mu, harusnya kau menjadi Dewan Murid bukan nya yang lain lain, kau adalah dewa di dunia ini Nagamaru Rei", Ucapannya seperti memuja muja dan sangat menggelikan bagiku.
"Sepertinya kau salah menganggap diriku Fluger, kau hanya memandang diriku seperti orang lain memandang diriku jika mereka mengetahui kebenarannya", Aku pun mundur dan berbalik, berniat meninggalkannya.
"Kau harusnya tau apa yang terjadi kleh Dewan murid yang lain" Aku pun terhenti dan menoleh.
"aku sudah berkata kan orang orang yang ada di daftar dewan murid akan menjadi taruhannya", Ujarnya mengancam.
Aku langsung berlari, kepalaku pun sudah tidak pusing, mencari benedietta dan melihat kantin di tempat Benedietta makan berlubang dan jatuh ke lantai bawah, Benedietta terkubur didalamnya semua orang membantu mengangkat puing puing sisa reruntuhan.
" SIAL...", Sambil menonjok meja.
Semua orang menoleh padaku, aku pun terdiam dan berbalik lalu berjalan ke luar gedung sekolah.
Fluger ada di depan nampak seperti menunggu ku disana. Aku maju terus datang kearahnya, emosi ku meluap luap, begitu aku mendekatinya dia berkata.
"Apa kau mau bertanding dengan ku, lakukannya sebelum istirahat ini usai", Ujarnya
Istirahat memang tinggal 5 menit lagi, "Apa yang ku dapat dari kemenangan ini?", Tanya ku
"Benedietta akan selamat, reruntuhan itu butuh waktu lama untuk diangkat, dia akan kehabisan oksigen ,aku baru saja menambah gravitasinya di area itu", Ujar nya
__ADS_1
"Ayo lakukan, 5 menit penyelamatan ini!!", tanpa basa basi lagi aku menyetujuinya.
"Ini akan menarik loh, Brain 99".