
Pembunuhan, pemindahan murid ke dunia paralel dan juga pemilihan Ketua Dewan Murid, semua kejadian itu sudah banyak menuai pemikiran baru, bisa saja orang yang mengendalikan tempat ini bukanlah manusia, bisa saja mahkluk lain.
Tapi manusia itu pasti kaget menemukan hal baru, ntah mereka keget ketakutan atau kaget karena kagum.
Aku berjalan mendekati tempat aula utama dan masuk kedalamnya, sejenak ku pikir daripada mencari petugas lebih baik menanyakan pada si speakee itu
berteriak ke arah speaker itu.
"KAU... SIAPA KAU SEBENARNYA", Beberapa detik tak ada jawaban aku melirik lirik dan melihat pintu ke arah masuk ke panggung, aku langsung jalan kesana.
Tiba tiba suara dari speaker berbunyi.
"Apa yang akan kau lakukan bila kau tahu siapa diriku?".
"Aku akan bertanya banyak hal".
"Hoo... Baiklah aku adalah... Mahkluk 5 dimensi", Mataku melebar, sebentar aku kaget tapi lagi lagi aku menutup muka ku dengan tangan dan tertawa.
"Ha.. ha...ha..haa..., 5 dimensi ya, Ku kira kau tak se pintar itu", Balas ku.
"Hmm.... apa maksud mu, kau hanya mahkluk 3 dimensi, kau tak bisa melihat dimensi lebih tinggi dari itu kecuali kau bisa menguasai sesuatu yang tak bisa kau kuasai", Jawabnya dengan nada menantang.
"he.. kau pikir aku siapa.., aku tak perlu mengetahui hal seperti itu hanya untuk melihatmu, aku hanya ingin tau siapa dirimu, karena saat ini aku hanya butuh CCTV", Balasku sambil menatap speaker itu.
"Hoo.. hanya itu toh.., Masuk saja ke belakang panggung itu langsung ada layar cctv, kebetulan petugasnya lagi istirahat jadi pakai saja", Katanya dengan mudah seakan tak terjadi apa apa.
Aku lantas mengangkat kaki dan masuk kedalam lalu menelaah isi cctv memutarnya hingga kecepatan 16x menatap layar, meningkatkan speed video hingga 32x beberapa detik aku pause video itu.
Kejadian 04:04 sore terlihat bahwa, terjadi kejadian tak terduga dimana Francis der fluger terjatuh di sana dan seperti ditatap oleh seseorang , tak lama dia pun tampak seperti kehabisan nafas lalu pingsan.
"Ini gila, disana banyak orang berdiri tak ada yang melihatnya", Pikir ku.
Sesaat dia pingsan orang orang mendekatinya dan memanggil bantuan.
Lalu aku mendapat panggilan di hp ku, lantas ku angkat telepon ku "Bagaimana apa kau mengerti?", jawab hacker itu.
Suara Hacker muncul lagi dan menutup telepon itu secaea tiba tiba. Aku pun berjalan ke luar aula dan Speaker itu berbunyi.
"Bagaimana apa kau sudah selesai?", Tanya nya.
"Ah iya, aku akan kembali, terimakasih", Balasku sambil berjalan ke luar.
__ADS_1
Aku berjalan kearah TKP dan melihat tiang itu, lalu aku mengambil uang koin dan ku lemparkan kesana, secara tiba tiba uang itu melesat ke tanah, dan setelah ku pikir saat aku di tiang itu aku mendorong diriku hanya untuk berlari dan tak sengaja menyentuh foto foto kandidat, danFrancis der Fluger salah satunya yang terpampang sebagai kandidat di tiang itu.
Setelah ku pikir berat diriku meningkat saat berada di dekat tiang sampai sampai aku harus mendorong diri ku untuk berlari.
Lalu aku berfikir dan menatap tiang itu. "Kau ada disana iya kan" Ucap ku tiba tiba.
Telepon ku berbunyi dan aku langsung mengangkatnya. "Kau berhasil melewati tes ini, silahkan bersiap untuk tes selanjutnya", Suara Hacker itu berhenti dan aku mengambil koin itu dan melempar nya lagi.
Jatuhnya koin menjadi normal, "Benar saja disini baru terjadi anomali gravitasi, Mahkluk diatas dimensi ke tiga baru saja pergi dari dekat tiang dia membuat anomali gravitasi sebatas area tiang", Lalu aku berjalan menuju asrama ku sambil memegang koin ku dan bertemu Kyoukita.
"Anu... hmm... Kau abis dari mana?"Tanya nya.
"Taman, aku baru saja ingin kembali" Ucapku, karena sudah jam 5 sore kira kira.
"Kalau gitu apa kau bisa.. menemani ku ke cafe".
Aku melihat mukanya dengan tatapan memohon seperti kucing meminta makanan.
"hm.. Baiklah ayo kita kesana", Ucapku sambil tersenyum.
Kami berdua jalan ke cafe dibawah remang remang petang.
Sesampai nya di cafe tidak banyak orang disana kami memesan kopi, aku memesan kopi hitam dengan sedikit gula lalu naik ke lantai atas dan duduk di ruang ber AC.
"Hmm.. Kalau gitu biar nanti ku buat poster supaya ada yang mau masuk ke club kita", Jawab ku sambil meminum kopi yang ku pesan.
"Oh ya clubnya biar ku namai, club Observasi dan Penelitian Dimensi", Kyoukita langsung menyodorkan nya padaku dengan pulpen yang ada di sakunya.
Selagi aku menulis telepon ku lagi lagi berbunyi, Hacker itu benar benar tak memberi ruang untuk ku santai sejenak.
Aku angkat telepon itu, lalu Hacker itu menjawab", Tes kedua sudah dimulai", Telepon ku langsung mati dan tiba tiba gempa dahsyat terjadi, aku dan Kyoukita berlari dan turun ke lantai bawah lalu keluar dari cafe, semua petugas dan murid juga keluar.
Tanah disekitar cafe retak dan benedietta terhimpit di retakan itu, begitu aku melihat kejadian itu aku berlari dan menyelamatkannya.
Seketika orang berteriak dari kejauhan. "TOLONG... TOLONG..., Dia terjepit", Semua orang mendekatinya lalu aku dan Benedietta mendekatinya.
Dan John Amsterdam terjepit bangunan tulang kakinya patah dia nampak kesakitan lalu semua orang menyelamatkan nya dan membawanya ke UGD.
Aku mendapat telepon lagi, lalu aku angkat dan Hacker itu berkata.
"Bagaimana?, Apa kau bisa memecahkannya",
__ADS_1
"Kau ingin apa sebe-", Teleponnya langsung di putus dan aku kembali memasukan handphone ke saku celana.
Aku pun merasa incarannya benar benar kandidat Ketua Dewan Murid.
Kyoukita masih melihat ke arah TKP, dan aku juga masih sedikit bingung kali ini, Orang yang menelpon ku ini orang yang berada di dimensi lebih tinggi, ini semua anomali gravitasi,
Waktu di tempat ini melambat sepersekian detik, tapi itu tak masalah bagi ku, yang menjadi masalah adalah motif orang ini atau mungkin saja dia bukan orang.
Sementara semua membubarkan diri aku dan Kyoukita pun berjalan pergi dari sana.
"Anu... Terimakasih", Ucap Benedietta dari belakang ku, lalu aku mengangguk sebagai balasan dan kembali berjalan ke asrama.
Alat berat berdatangan kami pun menyisir ke pinggir. Kali ini kasus nya benar benar super ribet, karena berhubungan dengan fisika modern, terutama motifnya dia. Dia itu ingin menguji kehebatan ku dalam menganalisis, sementara dia membahayakan nyawa orang lain.
"Kau kenapa nampaknya kau kebingungan", Tanya Kyoukita.
"Ahh tak apa aku hanya sedikit bingung".
"Jadi kau memikirkan kejadian tadi, yang tadi itu memang aneh, kalau gempa hanya sebesar itu dilokasi kecil, kenapa bisa meretakan tanah hingga sangat dalam".
"Itu anomali gravitasi, dan cukup besar hanya saja efek nya tidak melengkungkan banyak waktu dan ruang".
"Hmm... Begitu aku tak tau kalau itu anomali, aku menyimpulkan kalau itu, sesuatu seperti dark matter?", Ujar Kyoukita kurang yakin.
"Dark Matter?",
"iya Sejenis zat tak kasat mata, zat itu mempengaruhi massa suatu zat lain, tapi ntahlah dark matter ini masih belum jelas keberadaannya",
Akhirnya aku mendapat sebuah hipotesa tentang si dark matter ini, bisa saja zat itu mempengaruhi massa bangunan memaksa tanah hancur menimbulkan gempa besar dan meretakan tanah.
"Tapi itu hal yanh sedikit aneh, kenapa bangunannya tak hancur bila massa nya sedemikian besar hingga menimbulkan gempa",
"Itu karena Massa yang ditingkatkan zat matter tak hanya pada bangunan".
Aku merasa hal ini tak bisa dipecahkan secara teoritis, semua ini harus di uji langsung di TKP,
"Hei Kyoukita",
"hmmm?",
"Sepertinya kegiatan club kita akan dimulai sebelum diresmikan",
__ADS_1
Kyoukita tersenyum dan mengangguk kami pun kembali ke asrama jam 7 malam, dan beristirahat.