
Seo tersenyum tipis, sembari mengarahkan gelas kaki itu di bibirnya. Mengecap cairan kuning itu beberapa tegukkan ke dalam kerongkongannya. Setelah selesai, Seo lebih memilih menenteng gelas itu lalu menoleh menatap Aileen yang seperti meminta saran darinya. “Jymin banyak musuh akibat kedatanganmu Aileen, kalau kau mencintainya seharusnya kau tidak melukainya bukan? Pasti sangat sulit bagimu. Kau hanya cukup pergi darinya. Oh ya, aku bisa membantumu pergi jauh darinya. Ini sangat membantu, sebelum kau terjerabat lebih dalam. Kau mau?”
Aileen mengigit bibirnya. Apa yang harus ia pilih? Pergi dari Jymin dan ia pun bisa hidup dengan tenang atau tetap menetap bersama Jymin. Aileen bingung sekali dengan hatinya. Sebenarnya ada apa dengan hatinya, Aileen seperti tak tega meninggalkan Jymin sendirian tapi akal sehatnya malah menyangkal semua itu. Apa ini keputusan yang tepat? Hingga tanpa disadari, Aileen pun mengangguk menyakinkan kearah Seo.
Di detik itu juga Seo pun tertawa. Aileen bingung jenis tawa apa itu. Baru kali ini Aileen melihat Seo tertawa lebar seperti itu. Tentu saja, Aileen tak pernah berpikiran negatif tentang Seo. Seo adalah orang yang sangat menyayanginya seperti adiknya sendiri.
“Sadar atau tidak, aku baru saja menyelamatkan nyawamu. Kau mau melakukan sesuatu untukku?”
Aileen dengan senang hati, lalu mengangguk mengiyakan. “Apa itu kak?”
Seo tampak berpikir sejenak. Setelah menemukan jawaban, Seo langsung menatap dalam manik indah milik Aileen. “Aku berpikir sudah sejak kapan aku mulai menyukaimu. Ah, itu bisa dijawab nanti.”
“Eh?” Demi apapun itu adalah reaksi Aileen yang tidak tahu harus mengatakan apa. Ini semua seperti fenomena tersentrum secara tiba-tiba saat siku tangan kita terbentur sesuatu. Apa maksudnya? Apa Seo menyukainya, bagaimana mungkin. Aileen kira selama ini Seo hanya menganggapnya sebatas adik dan kakak saja.
Entahlah sudah sejak kapan Seo mengulurkan sebuah minuman kearahnya. Fokus Aileen mendadak hancur ketika yang tak disangka-sangka terdengar di telinganya. Sebuah pengakuan cinta yang menurut Aileen hmm sedikit mustahil terjadi.
Dalam hati Seo tersenyum licik. Ia menyukai reaksi membekunya Aileen. Sedikit menarik. Ternyata, mempengaruhi pikiran Aileen gampang sekali. Haha, wanita bodoh.
“Bukannya ini minuman kesukaanmu?”
Spontan Aileen langsung menoleh kearah genggaman Seo. Minuman juice strawberry, memang benar kesukaannya. Mendadak kerongkongan Aileen menjadi kering akibat pembicaraan ini membuat Aileen langsung menyambut minuman itu. Dan tanpa berpikir panjang, dalam satu tegukkan minuman manis itu tandas, mengalir melewati kerongkongannya.
__ADS_1
Gestur tubuh Seo terlihat seperti orang yang begitu menyenangkan. Bagaimana tidak senang? Seo tak sia-sia, menjebak Aileen seperti ini. Jadi waktu yang dipakainya, digunakan dengan rencana yang tepat. Seo menoleh melihat kedepan, di bawah sana masih tampak ramai. Senyum licik Seo semakin terlihat lebar ketika melihat kolam dibawahnya yang bisa dibilang cukup dalam. Seo melirik arloji di tangannya, dua menit lagi. Jadi tak heran, bahwa Jymin belum menjemput Aileen.
Entahlah, Aileen sendiri bingung apa yang terjadi pada dirinya. Karena tanpa sebab, kepalanya mendadak nyeri dengan intensitas yang hebat. Ketika sedikit membuka mata, Aileen bukannya lebih baik, ini malah semakin menyiksanya. Bumi seolah berputar disekitarnya. Lenguhan kecil keluar dari bibirnya, gelas di tangannya jatuh hingga mengenai kakinya, di detik itu juga kaki Aileen yang terbuka berdarah akibat pecahan beling kaca gelas itu. Aileen mengerang memegang kepalanya, sungguh kepalanya berat sekali rasanya Aileen seperti ingin pingsan.
“Ka-kak, kepalaku kok sakit. Pu-sing sekali. Rasanya tidak bisa berna--pas, to-long kak.” lirih Aileen terlihat sangat tersiksa. Ia memohon dengan sangat pada Seo yang Aileen rasakan masih disampingnya. Namun kenapa waktu sudah berjalan satu menit, tapi tak ada gerakan jika Seo akan menolongnya. Aileen semakin mengerang menahan rasa sakit di kepalanya, bahkan Aileen hampir saja kehilangan keseimbangan.
Seo menepuk-nepuk kecil pembatas besi balkon. Ia tersenyum picik, ketika melihat ukuran pembatas itu hanya sepinggangnya. Cukup rendah sekali dengan tinggi Aileen yang bisa dibilang, jika terjatuh dan boomm. Hancur! Seo terkekeh sinis, melihat derita Aileen yang menahan rasa sakit.
“Aku bingung, apa yang harus aku lakukan. Menyingkirkanmu atau Jymin dulu. Hmm, sayangnya rencanaku sedang berpihak padamu Aileen. Bersenanglah, ini momen terakhirmu bersamanya.”
Aileen membeku di tempat. Meski Aileen sedang menahan rasa sakit, tapi telinganya cukup baik mendengarkan ucapan sinis Seo itu. Ya Tuhan, Apa ini jebakan? Seo ingin membunuhnya! Akhh, apa ini akhir dari hidupnya. Aileen mohon, ia belum berminta maaf pada Jymin atas kelakuannya selama ini. Sungguh, beri Aileen satu kali kesempatan saja. Ia sangat ingin bertemu Jymin dulu dan mengucapkan selamat tinggal. Bukan seperti ini! Jymin! Tolong, katamu kau akan selalu ada disampingku. Jymin, katamu kau selalu didekatku, Jymin tolong, aku sekarat!
“Aileen disitu berbahaya, berhati-hatilah. Kakimu bisa saja tergelincir.”
Seo tertawa sinis, lalu dengan santai kembali mengarahkan minumannya ke bibir, menyicip sedikit untuk mengakhiri permainannya yang begitu menyenangkan hari ini. Pupil Seo membinar, ketika melihat tubuh Aileen semakin oleng hingga akhirnya
Dan,
Wow
BYUR
__ADS_1
***
Ho ho ho ho panas panas😅
Kerja bagus Nak Seo🤭
Gak nyangka Seo sebijak itu, licik sekalii🤣🤣
Seo pintar banget, bangga banget nihh🤣🤣
Seo seo suka deh,🤣
Wokeh
Gimana?
Apa yang terjadi selanjutnya?🤣
Apa Aileen dimatiin aja, terus cerita ini tamat deh🤣🤣🤭😅
20 VOTE+20 KOMEN \= UP!
__ADS_1