Miracle World Mystery

Miracle World Mystery
Chapter 10 : Kebahagiaan


__ADS_3

"3 Hari ya... bagaimanapun juga aku akan menghajarnya nanti, tiga hari itu memang waktu yang terlalu cepat untukku, jadi esok pagi aku akan berlatih sepertinya. Apakah kau mendengar kabar bahwa akan ada guru baru dikelas kita?" (Ujar Zeven)


"Iya, aku mendengar kabar itu. Yasudah jika maumu begitu, kita lanjut berjalan-jalan saja."


Karena cuaca malam sedang sangat dingin, terpaksa Zeven dan Ozawa mengenakan syal yang mereka bawa didalam tas kecil. Suasana kota sangat-sangat meriah, ini adalah salah satu momen yang paling berkesan dalam hidup Zeven itu sendiri.


Beberapa lampion sedang diterbangkan ke udara, keadaan disekitar sangat damai dan sejuk. Zeven mencium aroma sedap disekitarnya, lalu berjalan menuju ke sebuah gerobak yang menjual Ramen. Dan mereka berdua menikmati Ramen itu sambil bercanda tawa.


Ryu yang sedang berkeliling melihat mereka berdua yang sedang enak-enak makan Ramen, Ryu yang mencium aroma yang sedap langsung berlari kearah gerobak penjual Ramen itu, dan menikmatinya juga.


"Cuaca sedang dingin dikombinasikan dengan Ramen yang hangat..." (Ozawa)


Setelah menikmati Ramen mereka bertiga pun berjalan-jalan mengelilingi kota, pada akhirnya Ozawa melihat sebuah toko perkakas dan elektronik beserta perabotan rumah tangga. Akhirnya ia memutuskan untuk mampir ke dalam toko itu disusul dengan Ryu dan Zeven.


Ryu menghampiri suatu barang yang ia sukai, dia langsung membeli sebuah televisi yang besar. Zeven membeli sebuah radio kecil yang canggih, Ozawa membeli beberapa perabotan rumah tangga. Lalu mereka membayarnya di kasir dan di berikan tas besar.


Setelah mereka selesai berbelanja, Ryu memutuskan untuk menaiki sebuah kereta listrik yang beroperasi bergerak mengelilingi penjuru kota. Stasiun kereta tampak tak terlalu jauh dari posisi mereka.


"Oy, lihat kereta canggih itu!" (Ryu)


Ryu langsung membuka sayapnya dan terbang menuju stasiun sembari membawa Zeven dan Ozawa. Suasana kota terlihat sangat indah dari atas, para penduduk setempat sangat damai, suasana yang sangat harmonis. Tidak ada penindasan disini, semuanya bersatu.


Akhirnya mereka sampai, Zeven langsung membeli tiket untuk menaiki kereta tersebut. Setelah menunggu beberapa menit, lalu mereka bertiga memasuki kereta berwarna hitam. Kondisi kota pada malam hari nampak sangat meriah dan sejuk dipandang mata. Banyak lampion-lampion yang diterbangkan, beserta kembang api.

__ADS_1


Zeven duduk di bagian gerbong depan mojok, ia menyaksikan hal luar biasa tersebut dan tersenyum bahagia. Ditambah lagu musik pada kereta yang membuat suasana menjadi semakin mendukung.


Zeven dan Ozawa akhirnya tertidur, Ryu tetap bangun agar dapat menyaksikan beberapa pertunjukan walau terlihat dari jarak yang sangat-sangat jauh. Ia yakin jika dirinya ikut tidur, maka ia akan kehilangan salah satu momen yang menyenangkan didalam hidupnya.


Perjalanan yang panjang akhirnya telah sampai, acara bazar besar-besaran itu tetap digelar walau hari sudah mau pagi. Setelah turun dari gerbong kereta, mereka memutuskan untuk sarapan pagi terlebih dahulu, yaitu menghampiri sebuah tempat makan dan memesan Soto.


Setelah menghabiskan makanan itu, mereka kembali ke Akademi. Disambut oleh Arma dan Yumna, beserta teman-teman yang lainnya. Kelas akan dimulai beberapa jam lagi, jadinya mereka bersiap-siap terlebih dahulu.


***


Kelas dimulai, para murid sudah duduk di kursinya masing-masing.


Seorang guru baru tiba, ia memiliki tubuh yang kecil. Dan mengenakan kacamata canggih yang dapat menganalisis segala sesuatu.


"Hai anak-anak!"


Seorang anak berambut putih berbisik kepada Zeven.


"Hei, kau lihat kacamata itu? Terlihat sangat elegan!" (Anak berambut putih)


"Sebelum memulai pelajaran, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu kepada kalian. Aku guru baru kalian yang akan mengajarkan beberapa hal baru tentang sihir." (Ucap sang guru)


Beberapa murid terpesona dengan kecantikannya.

__ADS_1


"Namaku adalah Feli Haruna, bu guru akan langsung saja memulai pelajaran. Materi pertama yang akan kita pelajari adalah Deluxe Pressure, yaitu adalah tekanan yang dihasilkan ketika energi sihir seseorang dipancarkan atau ditekan keluar dari tubuh mereka, Deluxe Pressure memiliki beberapa tingkatan, sesuai dengan proporsi "Mana" seseorang."


Zeven mulai memahaminya, mengenai sebuah energi yang selama ini ia pancarkan.


"Deluxe Pressure memiliki beberapa tahap nya masing-masing, Low, Mid, High Deluxe. Yang notabene-nya sesuai tingkatan energi yang dapat ditampung oleh si pengguna. Jika seseorang tak dapat menahan energi sihirnya, maka energi sihir itu akan meledak-ledak keluar dan menghancurkan diri si pengguna itu sendiri, memiliki beberapa dampak yang berbeda."


"Jika sang pengguna tidak dapat menahannya, maka seseorang disekitar akan terkena sebuah penyakit mematikan yang menginfeksi dan mengacaukannya. Seseorang yang terinfeksi akan dihancurkan dari dalam, penyakit yang sangat berbahaya jika sang pengguna tak dapat menahannya, dan bahkan sang pengguna juga bisa terkena dampaknya sendiri..."


"Tingkatan yang terendah, adalah Low Deluxe, energi yang terpancar dapat membuat sang target mengalami ketakutan yang luar biasa, bahkan berhalusinasi yang lebih parah lagi dapat merusak kinerja otak. Karena masih dalam tingkatan terendah, ini hanya akan aktif sebentar saja."


"Tingkatan kedua, adalah Mid Deluxe, energi dahsyat yang dipancarkan mampu menarik beberapa elemen alam. Ketahanan fisik pengguna juga meningkat, juga dapat membunuh seseorang, selalu aktif namun belum terasah."


"Tingkatan ketiga, yang tertinggi adalah High Deluxe atau bisa disebutkan dengan Glorious Deluxe. Yaitu pancaran dahsyat yang dapat mengakibatkan target mengalami kegilaan dan takut akan kematian, beberapa efek juga dimiliki seperti menekan atau menghilangkan energi sihir target yang masih lemah. Dan juga meniadakan serangannya hanya dengan energi sihir."


"Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengar istilah Magic Pressure, nah Deluxe ini adalah kata lain/sinonim dari Magic Pressure."


Ryu meletakkan tangannya dimeja dan menundukkan kepalanya.


Zeven mengangkat tangannya dan berkata kepada gurunya.


"Bu, apakah Deluxe Pressure seperti ini?"


Zeven membuka gembok yang menahan energi sihirnya yang terus terpancar, sebuah tekanan besar terpancar dan kertas-kertas terhempas, bahkan dapat membuat murid yang berada di sana ketakutan.

__ADS_1


"Wow, energi sihir besar yang tak terbatas terpancar dari tubuhnya..."


𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴~


__ADS_2