
Zeven sedang membaca sebuah buku sihir, kemudian dia mempelajarinya untuk mengikuti sebuah akademi. Terutama ia belajar lebih dalam mengenai Magic Pressure.
"Semakin hari energi sihir ku semakin besar..."
Setelah belajar cukup lama, Zeven berjalan pelan menuju gua kecil didekat rumahnya, itu adalah rumahnya Ryu, Zeven turun dan memasuki gua tersebut.
"Oey Ryu!! Dimana kau?"
Naga itu menoleh, seperti sudah mengenali suara dari Zeven, Berjalan mendekati Zeven.
"Iya? Ada apa Zev?"
"Aku ingin kamu bersama Arma dan Yumna berlatih bersama ku."
Ryu menunduk, setelah dipikirkan kembali akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran temanya, Zeven.
"Ya, itu terdengar menyenangkan!"
Zeven berjalan keluar dari tempat tersebut bersamaan dengan Ryu, kemudian memanggil kedua sahabat lainnya.
Pelatihan ini dibagi menjadi dua tim, tim pertama terdiri dari Ryu, Yumna dan Arma. Tim kedua hanya terdiri Zeven seorang.
"Baiklah, aku akan memulainya. Serang aku."
Ryu melebarkan sayapnya, kemudian terbang tinggi keatas. Arma menembakkan plasma kearah Zeven. dan Yumna membentuk simbol sihir berbentuk tiga lingkaran guna menyegel pergerakan Zeven.
Zeven berhasil terlepas dari sihir Yumna, Zeven bergerak cepat, Ryu tak sempat menghindar.
Dengan cepat, Zeven menjatuhkan tubuh Arma ketanah, dan mencengkram leher Ryu. Zeven mulai memancarkan Magic Pressure yang besar.
"A-Apaan ini.. aku tak bisa bernafas.." (Yumna)
Semakin besar Magic Pressure yang dikeluarkan, mereka bertiga semakin merasa ketakutan merasakannya. Dan Zeven terus menekan aura itu.
"Aku merasakan hawa bengis darinya, rasanya seperti sedang melawan seorang Great Demon." (Ryu)
Zeven mengambil pedangnya dan menancapkannya ketanah dengan keras, berakibat retakan yang besar. Magic Pressure juga sangat mendukung hal itu.
Addie terbangun dari tidurnya, membuka jendela dan melihat apa yang terjadi, dia tersenyum melihat perkembangan Zeven.
"Wah...Sepertinya aku banyak merusak benda, aku akan membuat yang lebih aman dari ini."
Zeven menciptakan sebuah dataran besar yang terbuat dari tanah sekitar, Zeven melakukan manipulasi terhadap tanah itu. Dan menjadikannya seperti area pertarungan, disusun sedemikian rupa.
[ Abilities Unlocked : ใ Earth Manipulation ใDiperoleh Player, berfungsi untuk merubah struktur tanah disekitar menjadi apapun yang player inginkan ]
Zeven mengangkat kedua lengannya, dan mengeluarkan sebuah skill.
[ Skill : Domination, Diaktifkan! ]
Sebuah tekanan gravitasi yang sangat berat menekan tubuh mereka bertiga, Arma tak kuat menahannya sehingga tubuhnya terbanting dengan sangat keras ketanah.
"Sudah, hentikan." (Addie)
__ADS_1
"Baiklah guru."
Addie menghentikan Zeven, teman-temannya sudah tak berdaya menghadapi Zeven yang sudah menjadi sangat-sangat kuat.
"Latihan selesai, Ryu, kau antarkan Zeven menuju kerajaan bintang (Starlaxy)."
"Siap!"
"Arma, Yumna, kau ikut dengan Ryu."
"Baiklah!" (Arma & Yumna)
Ryu terbang membawa ketiga sahabatnya, terbang tinggi melintasi Diamond River. Arma bingung mengapa gurunya tidak ikut.
"Teman-teman, mengapa guru Addie tidak ikut bersama kita?" (Tanya Arma)
"Tadi aku sudah menanyakan hal itu kepadanya, ia berkata bahwa akan menyusul nanti." (Jawab Yumna)
Setelah beberapa jam perjalanan, Zeven tertidur dikarenakan perjalanan yang sangat lama dan tidak sampai-sampai. Arma juga tertidur, sedangkan Yumna hanya duduk tenang memakan snack yang diberikan gurunya. 2 Jam berlalu, terlihat sebuah kerajaan megah dihadapan mereka berempat, Zeven sangat antusias melihatnya.
"Wow, itu menakjubkan!" (Zeven)
"Iya benar.." (Yumna)
"Besar sekali!" (Arma)
Akhirnya mereka sampai, setelah mendapatkan izin masuk, mereka menuju sebuah akademi besar didekat kastil kerajaan Starlaxy Kingdom.
"Air sungai disini sangat bersih, udaranya juga sangat sejuk."
Setibanya si gerbang akademi, Zeven dan lainnya melakukan pendaftaran seperti mengisi identitasnya.
Ryu mengecilkan ukuran tubuhnya. Agar tidak dicurigai oleh para penjaga.
Akademi ini sangat luas, Zeven menuju sebuah kelas, kelas 1-A. Saat memasuki ruang kelas, Zeven duduk disebuah bangku. Guru baru mereka tiba dikelas, dan memperkenalkan diri.
"Halo anak-anak, namaku adalah Helen, kali ini aku akan menjadi guru kalian."
Seorang pemuda dengan rambut berwarna merah kekuningan menatap tajam kearah Zeven, dan tersenyum menyeringai.
"Cecunguk itu..aku akan membunuhnya!" (?)
Helen mengajarkan beberapa mantra sihir kepada murid-murid yang lainnya, setelah jam pelajaran selesai, akan digelar sebuah turnamen dan dipisahkan menjadi 5 kelompok yang berasal dari kelas yang berbeda.
Zeven dan kawan-kawannya mengikuti turnamen antar murid itu, Zeven diangkat menjadi ketua tim, dan bertemu dengan 7 teman baru. Zeven memperkenalkan dirinya kepada orang ditim-nya.
"Ini adalah instruksi, masing-masing kelompok terdiri dari 10 anggota. Para peserta dilarang melakukan kecurangan saat bertanding."
Kelima kelompok itu dibawa ke suatu tempat besar yang sangat-sangat luas, yang akan dijadikan area pertarungan. Terdapat dinding tinggi yang menutupi area pertarungan, dan ditanamkan Anti-Magic.
"Turnamen antar kelas, kelas 1-A, kelas 1-B, kelas 1-C, kelas 1-D, dan kelas 1-E.
Seseorang memanggil Zeven, dan mengejeknya.
__ADS_1
"Hei serangga, kamu beserta teman-temanmu akan ku bunuh semuanya, Hahaha!!"
Zeven hanya terdiam menyikapi hal tersebut.
Masing-masing ketua kelompok diperkenalkan, mereka maju 1 langkah ke depan.
"Kelas 1-A, Zeven Arlo."
"Kelas 1-B, Dave Ricker."
"Kelas 1-C, Stephen Evans."
"Kelas 1-D, Andrew Geraldo.
"Kelas 1-E, Mark Hayakawa."
"Pertandingan dimulai!!!"
Keempat tim memulai serangannya, arena pertarungan menjadi kacau balau. Para murid penyihir menggunakan sihir pengendalian elemen. Zeven dan Ryu terbang menargetkan seseorang bernama Dave, Zeven terjun dari punggung Ryu, dan beradu pedang dengan Dave.
Sementara Arma mengamuk diujung bangunan, mengalahkan setiap orang yang menghalanginya. Yumna menyegel para penyihir yang lainnya, setiap tim saling bekerja sama kepada timnya sendiri. Zeven memancarkan Magic Pressure yang besar, setiap orang yang berada di sana merasa sangat ketakutan.
Area pertarungan menjadi gelap, hawa membunuh dipancarkan oleh Zeven. Saking cepatnya pergerakan Zeven, alhasil menciptakan seperti refleksi bayangan disekitar tubuh Dave. Dave tidak terkejut sama sekali, Dave mengalirkan sihir api ke seluruh sisi pedangnya, lalu dengan refleknya menusuk perut Zeven dan membakarnya.
"Zeven!!!!!!" (Ryu panik)
Ryu bergerak hendak menyelamatkan Zeven, Dave memanggil salah satu temannya untuk menahan serangan Ryu. Area pertarungan menjadi semakin kacau.
"Yuzu, lindungi diriku."
Seseorang bernama Yuzu tiba dan menghantam wajah Ryu dengan sangat keras, tubuh Ryu terjatuh ketanah. Dave kembali menyerang Zeven yang terluka, berniat membunuhnya. Organ dalam disertakan tangan dan kaki Zeven telah terputus.
[ Self-Healing Diaktifkan! ]
Zeven bertransformasi menjadi mode setengah iblis, matanya berubah menjadi berwarna merah terang, muncul topeng iblis. Monster tanpa wajah, Zeven menyembuhkan luka-lukanya secara instan dan cepat, Dave terkejut.
"Tidak mungkin.."
"Magic Pressure-nya membuat pikiranku sedikit kacau.."
Secara tiba-tiba Zeven sudah berada dihadapan Dave, kemudian meninju wajahnya, tubuh Dave terhempas jauh. Pukulannya dilapisi energi sihir yang besar.
Zeven mengeluarkan bola raksasa yang sama dengan bola yang pernah dikeluarkannya saat melawan pemimpin Orc, statistik fisik-nya meningkat pesat.
Bola itu menghancurkan setengah area pertempuran, para juri tersenyum menyaksikan hal mengejutkan tersebut.
"Struktur tubuhnya berubah..." (Ryu)
[ Amplifier Stats ]
Zeven mengambil pedangnya, dan berteriak dengan sangat-sangat keras, menandakan pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai.
๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฏ๐๐ป๐ด~
__ADS_1