Miracle World Mystery

Miracle World Mystery
Chapter 8 : Kemenangan Telak


__ADS_3

Dave dengan terhuyung berdiri perlahan, wajah yang penuh dengan luka akibat dihantam dengan sangat keras. Para peserta yang lain masih sangat sengit bertarung, dan ketika para pemimpin kelompok menunjukkan kekuatan aslinya, maka arena ini akan hancur seperti debu.


Dave memandang wajah Zeven, hidungnya terus mengeluarkan darah. Lalu melihat mata Zeven, hanya ada kegelapan tak berujung yang terlihat.


"Wujud barumu hanya lelucon sampah yang tidak berguna..."


Dave mengepalkan tangannya, pedang miliknya hancur tak tersisa. Dave melontarkan serangan dengan penuh dendam, Zeven menahan tangannya dengan sangat mudah. Zeven menyerangnya kembali.


Stephen melirik kearah Zeven, merasa ada mangsa yang berharga, Stephen meluncur cepat kearahnya. Tubuh Zeven terdorong oleh pedangnya, mereka beradu pedang. Saling melancarkan serangan yang padahal dapat membahayakan nyawa mereka masing-masing.


"Janganlah merasa ragu, ayo serang aku!"


Ryu membantu, melepaskan nafas api dari dalam mulutnya. Membakar sedikit pakaiannya, Stephen yang marah langsung mengangkat pedangnya tersebut. Kemudian menekan Magic Pressure-nya.


"Seorang pengecut yang hanya bisa mengandalkan temannya tidak pantas berada disini!"


Zeven menatap mata Stephen dengan tajam, wajah mengerikan yang penuh kengerian. Dave yang bangkit menembakkan peluru dari pistol miliknya yang ia sembunyikan sedari tadi, menembakkan timah panas yang menghujam kearah kepala Stephen.


Zeven tertegun, tubuh Stephen terjungkal ke depan. Kepala bagian belakangnya terluka, dan darah terus mengalir dari kepalanya. Ryu langsung menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan kepalanya. Dave dengan cepat menembaki sayap Ryu.


"Lihat, itu bahkan tidak berasa apa-apa jika dibandingkan dengan kisah ku."


Zeven yang marah mencekik lehernya, lalu membanting kepalanya ketanah dengan brutal. Dave merasakan sesak nafas, dengan pandangan mata yang mengerikan, Zeven melapisi pukulannya dengan listrik dan kembali meninju wajahnya.


Dave mengangkat dan memiringkan kedua tangannya kesamping, lalu melemparkan tubuh Zeven kesamping. Mereka bergulingan di tanah, kilat hitam nampak dari tangan Dave. Dave merapatkan kedua tangannya dan menyambar kepala Zeven.


Dave mengeluarkan Ultimate Skills secara membabi-buta kearah Zeven, bawah matanya menampakkan garis berduri hitam yang panjang sehingga menutupi kelopak matanya.


"Matilah."


Disisi lain Mark Hayakawa yang sedang menghabisi lawannya dengan serentak pergi kearah mereka berdua, dengan sihirnya membekukan tubuh mereka berdua. Ryu merasa kedinginan dengan kehadiran Mark.


[ Defense Skill : ใ€Ž Resistance Ice & Cold ใ€Diperoleh Player ]


Kristal es yang menyelimuti tubuhnya pecah seketika, Mark sedikit terkejut menyaksikannya. Zeven berhasil melepaskan diri dari gulungan es yang terus menghalangi pergerakannya. Walau dengan tubuh yang terluka parah, ia merasa sedikit kesakitan.


[ Defense Skill : ใ€Ž Pain Negation ใ€Diperoleh Player, Skill ini mampu menghilangkan rasa sakit yang sangat berlebihan pada tubuh, dan memberikan penangkalan terhadap manipulasi rasa sakit ]


"Mantap...sekali-kali..kau harus lebih peka terhadapku." (Zeven yang tertawa ringan)

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa melakukan itu?!"


"Karena aku kuat."


Zeven mengambil pedang yang telah dibekukan oleh Mark, lalu menusuk jantungnya. Mark mengerang kesakitan, Zeven sudah resmi menjadi kekuatan yang selevel monster sekarang.


Zeven memancarkan aura dengan sangat besar, sehingga Andrew Geraldo merasakan tekanan itu. Zeven melihat wajah Andrew, lalu berjalan perlahan kearahnya. Zeven tak henti-hentinya melepaskan Magic Pressure dalam jumlah yang banyak, dan mengenakan sarung tangan yang pernah diberikan sistem dahulu.


[ Skill Domination berhasil diaktifkan! ]


Tanah sekitar terangkat, puing-puing beterbangan. Zeven melemparkan bebatuan yang tersebar akibat pertarungan dahsyat tadi, Andrew merasa terpojok. Andrew merasa sesak pada bagian dada.


Para peserta yang lain melarikan diri, termasuk anggota kelompok Zeven seperti Yumna dan Arma, ikut melarikan diri. Para panitia heran, para petugas yang berjaga berusaha menenangkan yang lain.


Arena pertarungan menjadi kacau, Zeven dengan kekuatan telekinesis terus melemparkan bebatuan besar ke tubuh Andrew. Andrew yang disebut-sebut sebagai murid unggulan tidak berdaya dihadapan Zeven, kepala akademi turun tangan.


Ia menghentikan Zeven, mencegah agar tidak membunuh siapapun. Namun tidak berhasil, Magic Pressure-nya menciptakan sebuah pelindung tak kasat mata yang mengusir makhluk apapun yang mendekatinya.


Penduduk sekitar merasakan getaran hebat, tanah berguncang layaknya gempa. Bahkan ada beberapa dari mereka yang panik berlebihan karena hal ini, mengira bahwa getaran tersebut berasal dari seekor Kaiju raksasa.


Kembali ke kondisi pertarungan, Andrew yang sudah tidak kuat berulang kali mengatakan bahwa dirinya telah menyerah. Namun Zeven mengabaikannya dan berusaha menghancurkan tubuhnya, Ryu menyadari bahwa Zeven telah dikendalikan oleh seseorang dari jarak jauh. Ryu berteriak agar Zeven tersadar, dan berhasil.


Pertandingan selesai, kemenangan diraih oleh kelas 1-A. Akan diadakan pesta untuk merayakan pemenang dari turnamen ini, terutama sang ketua kelas, Zeven Arlo.


Malam hari pun tiba, Zeven dan teman-teman barunya berkumpul bersama di ruang asramanya, dan memakan makanan yang sangat enak. Mereka berkumpul sambil bercanda dan tertawa bersama, dan berterimakasih kepada Zeven yang telah mengajarkan mereka arti kemenangan.


Zeven mengingat bahwa ia menghabisi keempat ketua kelas yang lainnya, dan memikirkan kondisi mereka berempat.


"Aku harus membalasnya, tidak bisa seperti ini, aku harus membunuhnya!"


"Gara-gara kalian yang sama sekali tidak berguna, aku jadi kalah.."


Mark yang kesal akibat dipermalukan oleh Zeven didepan para penonton turnamen, akhirnya menyalahkan teman-temannya akibat hal tersebut. Teman-teman kelas 1-E sekarang membenci sifat Mark.


Mark menutup wajahnya sekalipun menutupi kesedihannya, ia menangis sendu. Pintu ruang asrama kelas 1-E diketuk oleh seseorang, saat dibuka ternyata adalah Zeven dan yang lainnya.


Mark semakin murka melihat wajah Zeven, lalu berniat menyerangnya. Tetapi Zeven menahan serangannya dengan mudah.


"Aku kesini bukan untuk menantang mu, tetapi untuk mengajakmu dan teman-teman mu bergabung dengan tim kami."

__ADS_1


"Aku sudah tidak ada urusan dengan bajingan sepertimu." (Mark menolak dengan tegas)


Zeven mengatakan niat yang sebenarnya, bahwa akan diadakan turnamen lanjutan tetapi dalam skala yang lebih luas, yaitu antar akademi. Zeven terus membujuk Mark yang sedang sedih.


"Menangislah dalam sedihmu jika engkau memang ingin menangis."


Mark yang tak kuasa menahan tangis pun mengeluarkan air matanya, Zeven tersenyum tipis. Mark lalu terduduk. Kemudian Mark dengan suara yang terbata-bata berujar.


"Aku terkadang suka berjalan didalam derasnya hujan, karena tak ada seorang pun yang dapat melihat aku sedang menangis."


Pada akhirnya Mark luluh, dan memutuskan untuk bergabung dengan tim Zeven. Zeven dan Mark berjalan menuju ruang asrama kelas-kelas yang lain.


"Hai Andrew! Aku benar-benar meminta maaf atas perbuatan ku yang tadi.."


Andrew dengan ikhlas memaafkannya, dan akhirnya sudah ada 2 kelas yang bergabung dengan tim Zeven.


"Hai Stephen, maukah kamu bergabung dengan timku?"


"Ya, aku menerima tawaranmu."


Zeven berjalan menuju kelas 1-B, kelas 1-B berada diujung lorong akademi.


"Halo Dave.."


"Tampaknya Dave tidak ada disini."


Seseorang anak laki-laki dengan rambut putih tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua, lalu mendekati Zeven.


"Dave tidak berada disini, dia berada di suatu tempat yang kita tidak tahu."


"Beritahu aku, dimana sebenarnya Dave?"


Anak itu menjawab dengan nada pelan.


"Dia berada di tempat yang jauh dari kita, biarkanlah ia. Dia memang orang yang hebat. Suatu saat dia akan kembali, membawa sejumlah pasukan tempur yang hebat dan mengalahkan kalian semua. Dave adalah anak dari Raja Iblis Carl."


"...!!"


๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด~

__ADS_1


__ADS_2