Miracle World Mystery

Miracle World Mystery
3. Chapter 3 : Ketiadaan


__ADS_3

Setelah mengalahkan beberapa monster, Zevren keluar dari area hutan.


"Ini cukup melelahkan."


Dia berjalan menuju gunung Elliot, tampak awan cerah mengelilingi gunung.


Perjalanan tidak terlalu jauh.


Zevren masih menyimpan dendam atas kekalahannya tadi serta diculiknya Rene.


Beberapa menit berlalu, ia telah sampai di kaki gunung.


"Itu dia..!"


Sebuah cahaya berbentuk spiral muncul, tampak kegelapan yang mengitari-nya.


Zevren berlari cepat, melalui jalur pendakian yang terbuka, dan terburu-buru.


Dia sampai dipuncak, lalu ia merasakan sebuah energi sihir yang besar.


"Ada yang datang...!"


Belum sempat bergerak, tubuhnya dihantamkan oleh ayunan pedang raksasa.


"Hai manusia!" (?)


Sesosok iblis raksasa datang dihadapan Zevren.


"Siapa kau?!"


Zevren mencoba bangkit, kepalanya tampak mengeluarkan darah.


"Sial, itu menyakitkan, aku tak dapat merasakan pergerakannya.."


Secara mendadak, tubuh Zevren diangkat, dan di-cengkram dengan keras, lalu dibanting ke tanah.


Zevren tak kuasa menahan rasa sakit.


"Lemah sekali manusia ini.." (?)


Zevren mulai menyadari sesuatu, bahwa sosok dihadapannya adalah Raja Iblis Abaddon.


"Apakah kau itu.. Raja iblis Abaddon?"


Iblis itu tersenyum menyeringai.


"Ya, betul sekali." (Abaddon)


Iblis itu hendak menyerangnya kembali dengan cepat, pergerakan pedangnya tidak terbaca oleh mata normal. Tapi, indera Zevren meningkat pesat.


Zevren memusatkan kekuatannya pada tangannya, mengambil kembali pedangnya dan menebas iblis tersebut.


Iblis tersebut menggunakan mantra sihirnya, dia mulai beraksi dengan buku sihirnya.


Pergerakan Zevren terhenti, tubuhnya terbelenggu oleh rantai besar.


"Matilah dengan perlahan!" (Abaddon)


Zevren menundukkan kepalanya.


"Aku tahu, kau adalah salah satu dari Seven Deadly Sins, dan kau yang terlemah di antara mereka semua."


Mulut Zevren mengeluarkan tetesan darah, nafas-nya yang panjang membawakan sebuah makna dalam.


Pedang Abaddon tertancap pada jantung Zevren, sekarang hanya terdengar deru nafasnya.


[ Passive Skill : Star Demon Aktif ]

__ADS_1


"Apa ini?..."


[ Skill Star Demon Berhasil Diaktifkan! ]


Tubuhnya mengeluarkan energi besar, keberuntungan menyertainya kembali. Dia selalu berada di ambang kematian, namun berhasil selamat lagi dan lagi.


Ledakan dahsyat terjadi, tanah disekitar berlubang.


[ Strength : 25 ]


[ Durability : 25 ]


[ Speed : 30 ]


[ Mana : 34 ]


[ Intelligence : 50 ]


[ Agility : 25 ]


[ Stamina : 25 ]


[ Endurance : 25 ]


Zevren merasakan statistik-nya bertambah, ia meluncur secepatnya kearah Abaddon dan menebasnya.


"Tamatlah engkau, iblis rendahan."


Tebasan pedangnya merobek pertahanan iblis itu, dan ayunan pedang terakhir menghancurkan tubuhnya.


[ Sihir Berhasil Dinetralisir ]


[ Anti-Magic Diperoleh Player! ]


"Berakhir."


Portal besar itu bereaksi, kemudian secara perlahan mulai tertutup.


"Itu adalah obatnya!"


Zevren menyentuhnya, tidak terjadi apa-apa, Zevren meletakkan ramuan itu didalam tasnya.


Tiba-tiba, sesosok peri kecil datang menghampiri-nya, dan menyapa Zevren.


"Hai!!" (?)


"Hah? Siapa Kamu?"


Peri itu tersenyum, dan terbang kearah pundak Zevren.


"Nama aku Yumna."


Zevren sangat kebingungan, senyumnya meredup. Menatap ke langit.


"Dunia itu memang unik."


Zevren membiarkan peri kecil itu duduk dipundaknya, dan berjalan menuruni gunung tinggi itu, Yumna mulai bercerita sedikit.


"Apakah kamu mengetahui tentang suatu kerajaan kuno bernama Asgard?" (Y)


"Tidak."


"Berhati-hatilah, tempat itu berbahaya, dikabarkan sekelompok pemburu bayaran & naga merah mendiami tempat tersebut." (Y)


"Aku tak peduli."


"Disebutkan, bahwa seorang pria tangguh yang akan mewarisi takhta kerajaan. Dia adalah Lucas Briyard." (Y)

__ADS_1


Zevren berhenti berjalan, dan sorot matanya melebar, dia sangat familiar dengan nama itu.


"Siapa yang kau sebutkan tadi?"


"Calon pemimpin Asgard, Lucas Briyard!" (Y)


Zevren tampak sangat kesal dengan nama itu, dia melanjutkan perjalanan.


Dia menundukkan kepala.


"Ada sesosok makhluk yang bersembunyi didalam kekuatan Lucas." (Y)


"Dia adalah Leviathan, salah satu dari Seven Deadly Sins, namun kau telah mengalahkan salah satunya." (Yumna)


Zevren masih terdiam, dan dia mulai bertanya.


"Siapa Raja Iblis terkuat?"


Yumna dengan nada rendah menjawab pertanyaannya.


"Dia adalah entitas terkuat, melampaui seluruh iblis-iblis di dunia ini, dia terus berevolusi seiring berjalannya waktu." (Y)


"Tubuhnya berevolusi 20.000X Lipat setiap tahunnya, disebutkan oleh Book Dynasty bahwa dia adalah raja Neraka." (Y)


"Tidak hanya kekuatan, namun juga dengan keberadaannya saja mampu merusak ekosistem, dan mengubah dunia ini menjadi gelap. Wujud aslinya berada jauh di ranah langit, dia Iblis tertinggi." (Y)


"Dia mampu hidup tanpa memerlukan tubuh fisik yang pasti, atau kehidupan tanpa adanya tubuh fisik, hanya terdiri dari konsep abstrak." (Y)


"Dia adalah Astaroth, atau Book Dynasty menyebutnya sang Lord of Deaths." (Y)


Zevren terdiam mendengarkan, seolah-olah tidak percaya mengenai apa yang ia dengar.


"Aku yakin, kamu adalah seseorang yang memiliki kekuatan tanpa batas sepertinya." (Y)


"Apa maksudmu?"


"Aku telah membaca Inti kehidupan mu, bahwa kamu adalah seseorang yang memiliki kekuatan tak terbatas." (Y)


Zevren terkejut, dirinya sampai dikaki gunung, dan berlari menuju rumahnya.


Sesampainya, dia langsung menemui gurunya yang masih tertidur di sofa.


Dia menuangkan cairan tersebut, dan mulai bereaksi.


Tubuh gurunya mulai bergerak, dia mulai terbangun. Zevren tersenyum bahagia.


"Akhirnya.."


"Sisa satu lagi, tunggu aku, Rene."


Addie menyadari bahwa Rene tak bersamanya, perasaannya tidak enak.


"Oh iya, tadi kamu sempat menyebutkan tentang Primordial, siapa itu?"


"Primordial adalah sekumpulan entitas pencipta kelima elemen alam." (Y)


"Ibu dari para Primordial adalah Gaia, ibu dari Bumi." (Y)


"Gaia menciptakan Bumi beserta isinya, diutus oleh dewa untuk mengatur keseimbangan Alam Semesta." (Y)


Zevren tertawa.


"Haha, semakin menarik saja ya."


"Tunggu aku, Rene."


~𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

__ADS_1


__ADS_2