Miracle World Mystery

Miracle World Mystery
Chapter 6 : Energi Magis


__ADS_3

"Apa kamu ingin memasak daging untuk makan malam ini?" Yumna Bertanya


"Ya! hari ini aku akan berburu." Jawab Zeven


Zeven keluar dari kamarnya, memakai perlengkapan untuk berburu seperti biasanya. Juga membawa daggers.


Zeven beranjak pergi dari rumahnya, menuruni tangga menuju pintu keluar. Saat berada di halaman rumah, ia menyadari bahwa cuaca sedang tidak baik.


[ Cuaca sedang buruk, apakah anda ingin tetap melanjutkan perburuan? ]


"Waduh...gapapa aku mau tetap berburu."


Zeven melanjutkan perjalanan menuju hutan didekat bukit belakang rumahnya, berjalan melewati sawah. Hujan semakin deras dan membasahi pakaian Zeven.


"Sekalian aku juga akan berburu monster, untuk menaikkan statistik-ku."


Zeven menggunakan skill baru yaitu Detector, sebuah skill yang dapat melihat benda atau objek yang tak dapat dilihat mata normal. Skill yang mirip dengan milik Yumna.


Dikarenakan pengaruh hujan sangat deras membasahi area hutan, Zeven memilih untuk berteduh dibawah pohon besar, walaupun bisa saja petir menyambar dan melukai Zeven.


Zeven menurunkan tekanan energi sihirnya agar tidak dapat dideteksi oleh hewan buas. Dirinya mulai mengingat apa yang dikatakan oleh Yumna dan Arma tadi pagi.


"Hei Zeven! turunkan tekanan energi sihirmu saat tidur, itu menganggu tidurku!"


Zeven memejamkan matanya dan tersenyum kecil, dirinya heran mengapa tekanan sihirnya tidak dapat di-nonaktifkan.


"Energi sihir-ku ini selalu aktif, mengapa ya..?"


Zeven membuat tenda untuk berkemah, hendak menunggu hujan berhenti, mengguyur pepohonan disekitarnya. Zeven juga menghangatkan dirinya dengan bantuan sihir api.


"Mengapa hujan ini lama sekali ya..??"


3 jam berlalu, Zeven yang sedang tidur secara tiba-tiba dikejutkan dengan serangan mendadak babi hutan yang merusak kulit-kulit tenda miliknya. Zeven dengan cepat berusaha memperbaiki tenda-nya. Sebuah tetesan liur menjijikkan menetes di kepalanya, Zeven sangat kebingungan.


Zeven membalikkan tubuhnya, menghadap kearah atas.


Alangkah terkejut dirinya melihat seekor Naga besar bersembunyi dibalik pohon raksasa, Zeven segera menjauh dan membersihkan liur diujung kepalanya.


"Sialan apa-apaan itu?!"


Naga tersebut beranjak, melebarkan kelopak matanya, kemudian ingin menyerang Zeven. Zeven hanya bisa berlari menghindarinya.


Zeven mengambil pedangnya, dan memancarkan energi sihir yang sangat besar berskala luas, bahkan membuat pepohonan bergetar. Naga itu membuka mulutnya.


"Menarik juga kau, energi sihir yang besar, layaknya seorang iblis."


"Dadaku sampai sesak, sulit untuk bernafas, hawa disini negatif."


Zeven berlari dan melompati batu hendak menyerang naga itu, pedangnya diayunkan. Pedang itu berhasil mengenai tubuh sang naga.


"Oh tidak...padahal aku sudah menyerangnya dengan keras, mengapa dia tidak terluka?!"


Pedang Zeven berhasil mengenai tubuh naga tersebut, tetapi tidak berdampak apa-apa bagi sang naga, bahkan terluka pun tidak. Sang naga seperti mencakar bahu Zeven, Zeven mundur menghindar.


"Serangan apa itu?! pundakku terasa sangat sakit!"


Naga itu tersenyum tipis.


"Itu mustahil, kau tidak akan bisa menyerang diriku. Singkatnya, seranganmu tidak akan terjadi kepada diriku."

__ADS_1


"Hah?" (Zeven bingung)


"Dan kenapa pergelangan tanganku..berdarah?" (Zeven semakin bingung)


"Kamu terlihat kaget begitu nak, pedang milikmu tidak akan bisa melukai dan memotong tubuhku."


Zeven semakin terkejut, dia memutuskan untuk menjauh dari naga itu dengan melompat kebelakang.


"Baiklah, aku akan menjelaskannya kepadamu. Ketika seseorang yang memiliki Magic Pressure yang lebih lemah dan bentrokan dengan Magic Pressure yang lebih kuat, yang lebih lemah akan terkena dampak yang parah." (Naga menegaskan)


"Dengan kata lain, pedang atau dagger yang kamu gunakan dapat hancur hanya dengan tekanan Magic Pressure milikku. Pedang itu tak berguna untuk melukaiku, lebih lemah dari energi magis yang aku pancarkan."


"Magic Pressure yang lebih superior akan sangat menguntungkan, dan bahu beserta tanganmu terluka bukan dari cakar milikku, melainkan dari Magic Pressure-ku."


"Kekuatan ini mampu memutar balikkan keadaan dan kemungkinan untuk kalah menjadi menang, kemudian jika Energi A lebih lemah beradu dengan Energi B yang lebih kuat, maka secara konstan akan membalikkan serangan kepada lawannya dengan efek yang lebih parah."


Zeven hanya terdiam membisu mendengarkannya, dan menyimpulkan bahwa luka ditangannya diakibatkan oleh Magic Pressure sang naga yang lebih kuat, dan membalikkan serangan itu kepada dirinya sendiri.


[ Player Dalam Bahaya, Waspadalah! ]


"Kesimpulannya adalah, jika Magic Pressure superior>low, maka yang lemah tidak memiliki kesempatan untuk menyerang yang lebih kuat."


Zeven tak sengaja menjatuhkan pedangnya, Karena tubuh yang tidak dapat bergerak kembali.


Tubuhnya mulai mengeluarkan darah, dan dari aliran darah itu membentuk sebuah simbol iblis kuno, naga itu sedikit kaget.


[ Skill Passive Star Demon Berevolusi Menjadi 'Doomsday' ]


Ledakan super dahsyat terjadi, membakar seisi hutan dan membuat sang naga harus terbang menghindarinya.


"Bocah itu..."


[ Pengguna mampu mengalirkan partikel magis ke pembuluh darah untuk menciptakan sebuah ledakan besar! ]


"Tetaplah bergerak, aku harus memilih posisi yang tepat untuk menyerangnya. Tetapi tubuh ku seperti dilahap oleh sesuatu yang mengerikan..!" (Zeven)


Tubuh Zeven bergerak, melaju kepada sang naga. Mengambil nafas dan mengisi kapasitas energi magis.


"Aku melihatnya dari jauh seolah-olah dirinya telah menyatu dengan iblis, dia memang manusia yang harus diwaspadai; Matanya sangat mengerikan!"


"Aku tidak dapat melihat energi sihir dan emosi didalam tubuh beserta pikirannya, waktu terus berjalan, dia semakin dekat."


Tebasan pedang Zeven beradu dengan cakar naga itu, mengakibatkan ledakan besar di udara. Sinar terang muncul mendominasi area pertarungan di awan. Pegunungan seperti digulingkan.


Energi listrik itu menjalar keseluruh penjuru langit, bahkan Lucas yang sedang berada di Asgard menyadarinya.


"Bajingan itu semakin kuat." (Lucas)


Arma, Yumna, Addie beserta para Orc menyaksikan fenomena mengerikan tersebut, langit berubah menjadi warna pink kemerah-merahan.


Pertarungan Zeven dan sang naga semakin sengit, walaupun tidak dapat melukainya Zeven tetap berusaha mengalirkan energi magis yang besar ke pedangnya.


"Aku seperti ditelan oleh kegelapan."


[ Abilities『 Enchanted Slash 』Diperoleh!, Pengguna dapat menguatkan tebasan pedang mereka untuk melukai musuh ]


[ Abilities 『 Self Healing 』Diperoleh!, Pengguna dapat meregenerasi bagian tubuh yang terluka secara instant dan cepat ]


[ Abilities 『 Domination 』Diperoleh!, Pengguna dapat mengendalikan benda-benda disekitarnya ]

__ADS_1


[ Membuka fitur pengecekan status.


>Name : Zeven Arlo


>Umur : 15 Tahun


>Pekerjaan : Tidak Ada


>Mana : 987


>Strength : 100


>Attack Potency : 100


>Durability : 100


>Speed : 146


>Vitality : 79


>Stamina : 100


>Endurance : 100 ]


[ Analisis Selesai! ]


Zeven membanting tubuh naga itu kearah bukit besar, energi magis mereka bentrokan kembali, Zeven menghajar makhluk itu tanpa ampun. Kekuatan Zeven meningkat pesat semenjak skill pasif diaktifkan.


Zeven menggunakan sebuah sihir yang bernama seketika tubuh sang naga tidak bisa bergerak, seperti menyegel pergerakannya.


Zeven memancarkan aura-nya kembali, membuat sang naga sedikit merinding. Menghadapi rasa ketakutan yang luar biasa, walau hanya menatap matanya saja.


Formasi sihir dikeluarkan Zeven dibawah kaki sang naga, dan Zeven mengaktifkan skill Domination. Ranah langit mulai berguncang hebat, Zeven terus-menerus memojokkan posisi sang naga untuk segera menyerah.


Setelah Zeven mengintervensi sang naga, naga itu mengakui kekalahannya dengan menundukkan kepalanya. Setelah pertempuran panjang, Zeven menawarkan agar naga tersebut menjadi teman dekatnya.


"Apakah kau mau menjadi temanku?"


"Ya, lebih baik kita berteman, kan?" (Jawab Naga Sembari Tersenyum Lega)


[ Anda mendapatkan pasokan energi sihir yang sangat besar dalam tubuh anda ]


"Hutan tadi sudah terbakar. Sebaiknya ikutlah denganku, aku akan mempertemukan dirimu dengan teman-temanku yang baik hati."


Sang naga mengangguk, Zeven lalu menangkap seekor kambing di dekat sungai untuk dijadikan sate nanti malam.


Zeven menunggangi sang naga, menuju kerumahnya.


"Omong-omong siapa namamu?"


"Aku belum memiliki nama."


"Hmm...namamu sekarang adalah Ryu."


Ryu senang mendengarnya.


Sedikit lagi mereka sampai, Arma melihat Zeven yang menaiki tubuh naga di langit.


"Apa-apaan dia itu..?!" (Arma)

__ADS_1


"Hai Semuanyaaaa!!! Aku membawakan sesuatu yang mengejutkan...!!!" (Teriak Zeven Dengan Keras)


𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 ~


__ADS_2