Miracle World Mystery

Miracle World Mystery
Chapter 9 : Informasi Tentang Iblis Clay


__ADS_3

Zeven dan yang lainnya sangat terkejut, seakan-akan tidak percaya apa yang mereka dengar dari omongan anak kecil itu. Anak itu membalikkan badannya, dan berjalan pergi perlahan-lahan menghilang.


"Hah...Apa yang tadi ia katakan?"


Zeven duduk sejenak, sembari mengingat apa yang dikatakan anak tadi. Kepalanya terasa panas, sepertinya ia kelelahan akibat pertarungan sebelumnya, dikarenakan Zeven dua hari ini sama sekali belum tidur.


"Kau sepertinya terlihat sangat kelelahan, tidurlah sebentar. Kami akan membangunkan mu esok pagi."


"Baiklah, terimakasih teman-teman..."


Zeven pergi ke kamarnya, berbaring di kasur sambil menatap langit-langit. Berusaha tertidur lelap dimalam gelap, cahaya rembulan mengiringi tidur panjangnya.


Keesokan paginya, Zeven merasakan kehadiran seseorang, dan dikejutkan dengan kepala Andrew yang nongol di atas kepalanya.


"Yo! Bangun, ini sudah siang, mau sampai kapan kau tertidur?"


Zeven sedikit syok melihatnya.


"Apa??!! Bukannya kau berjanji untuk membangunkan ku saat pagi??"


"Haha, maaf aku melupakan janji itu. Tapi, turunkan tekanan Magic Pressure-mu saat tidur, itu mengganggu kami semua, tekanan sihir milikmu tersebar ke seluruh sudut akademi ini."


Zeven menggaruk-menggaruk kepalanya, tetapi Zeven tidak dapat menurunkan tekanan sihirnya itu. Dirinya juga tidak mengetahui alasannya, bahkan saat Zeven buang air sekalipun, energi sihirnya tetap terpancar.


"Hari ini aku harus mencari informasi lebih dalam tentang Dave."


Zeven beranjak dari kasurnya, mengambil handuk dan segera mandi. Setelah selesai mandi, ia keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan, yaitu aula tempat berkumpul semua siswa kelas 1-3.


Di aula, Zeven dan Mark mengambil makan bersama, Zeven mengambil makanan favoritnya yaitu Nasi Goreng. Sedangkan Mark mengambil Steak daging.


Kebetulan sekali, Zeven bertemu dengan Stephen beserta Andrew yang sedang berbincang-bincang mengenai turnamen antar sekolah. Begitu pula siswa-siswa yang lain membahasnya. Mereka pun duduk bersama, mengobrol tentang turnamen antar sekolah yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Februari.


Kemudian sekelompok kakak kelas mereka datang memasuki ruang aula, ketua kelas mereka bertampang sok gagah dan beringas. Mereka mulai memalak para siswa-siswi yang lain, sontak Andrew langsung menegurnya, tetapi ia tak terima.


"Hentikan! Jangan mentang-mentang kalian lebih senior dari kami, dan kalian boleh berperilaku seenaknya!"


Kakak kelas berkepala botak menyebalkan itu melepas kacamatanya dan mencengkram kerah baju Andrew.

__ADS_1


"Tikus kecil sepertimu tak pantas berada disini."


Kakak kelas itu menghantamkan tubuh Andrew kelantai dengan keras, seketika para siswa yang lain langsung berteriak ketakutan, dan ada beberapa yang berusaha melarikan diri namun dicegah oleh kaka kelas itu.


Andrew dibuat terluka, Mark yang menyaksikannya dengan sigap membekukan tangan kaka kelas itu. Namun tidak lebih dari satu detik es yang menyelimuti tangannya langsung pecah seketika. keadaan semakin ricuh.


Kaka kelas tersebut mengalihkan pandangannya kepada Zeven yang masih asik makan, dikarenakan ia merasa bahwa Magic Pressure milik Zeven cukup besar daripada murid-murid yang lainnya.


Ia menghampiri Zeven, dan mulai memanggilnya sembari menghajar Mark beserta Andrew. Stephen yang merasa dirinya diusik mulai turun tangan, Stephen langsung menghajar kepala kaka kelas itu. Namun nasibnya sama saja seperti Mark dan Andrew.


"..."


Zeven tetap terdiam, dirinya yang kesal langsung menendang kepala Zeven sehingga bangku yang didudukinya patah seketika. Salah satu murid dari kelas 1-D menghentikan aksi kakak kelas tersebut.


"Tolong hentikan ini!! Kakak banyak melukai teman-teman kami!!"


"Hah..? Tampaknya masih banyak cecunguk tak berguna di tempat ini."


Zeven mulai bangkit kembali, memandang wajah kakak kelas itu dengan tatapan yang mengerikan. Kakak kelas tersebut merasa dirinya ditantang berkelahi, dan mengajaknya untuk bertarung di area latihan. Zeven menyelamatkan dan menyuruh murid-murid lain keluar dari aula.


"Boleh juga, bagaimana jika kita bertarung di lapangan pelatihan saja?"


"Hanya itu jawabanmu?"


Zeven yang murka menerjang kearah kakak kelas tersebut, dan Magic Pressure mereka saling berbenturan. Zeven yang ingin menyerangnya merasa terintimidasi dan berhenti menyerang, dengan cepatnya kakak kelas itu langsung melemparkan tubuh Zeven keluar menembus dinding dan kaca-kaca.


"Kau itu bukan tandinganku, dari tekanan sihir saja sudah terlihat siapa pemenangnya, panggil teman-temanmu untuk bertarung melawan diriku, hahaha!!!"


Zeven yang terlempar jauh langsung mendaratkan kakinya ketanah, lalu meluncur hendak menghabisi kakak kelas itu. Saat mereka berdua mulai bentrok, wakil kepala sekolah datang dan menghentikan pertarungan mereka berdua. Zeven dan kakak kelas itu terkejut.


"Apa...?! Darimana ia muncul?"


"Cepat sekali dia itu, bahkan sense-ku tak dapat mendeteksinya.."


Wakil kepala sekolah itu langsung memerintahkan mereka berdua untuk bermaaf-maafan. Mereka akhirnya saling berjabat tangan walau masih menyimpan rasa dendam, dengan tatapan yang sangat sinis.


"Sudah, hentikanlah atau kalian akan diberi sebuah hukuman."

__ADS_1


Siswa-siswi yang lain melihat kearah mereka semua, Zeven agak sedikit malu. Zeven diperintahkan untuk kembali ke ruang aula dan makan dengan tenang. Dirinya menjadi bahan perbincangan dan gosip hari ini.


Pada siang harinya, Zeven memulai rencana untuk mencari informasi mengenai Raja Iblis Carl dan Dave. Zeven bertanya kepada gurunya tentang Raja Iblis Carl, dan mendapatkan beberapa informasi.


"Raja Iblis Carl, adalah sesosok iblis yang telah hidup dari 7000 tahun yang lalu, dan sudah banyak mengetahui tentang rahasia dunia ini."


"Carl dan Dave adalah sama-sama orang yang sangat licik, mereka memiliki ratusan rencana yang dapat untuk menghancurkan musuhnya dari dalam."


"Carl memiliki anak buah yang sangat kuat dan setia kepadanya, dan ia memiliki sebuah kerajaan sendiri pada daerah kegelapan. Ia kapan saja dapat menyerang kerajaan ini, dan membumihanguskan kita."


"Sekarang Dave telah bertemu dengan Raja Iblis Carl, dan menjalin kontrak bekerja sama dengannya, bagaimana pun mereka adalah ayah dan anak."


Zeven yang sudah mendapatkan secuil informasi dari gurunya lalu menuju ke kamar dan memikirkan strategi untuk menyerang kerajaan Carl dan mengalahkannya.


Ryu tiba-tiba muncul bersama Arma dan Yumna mengajak Zeven keliling kerajaan, katanya ada sebuah acara bazar di alun-alun kerajaan ini.


"Gas lah!"


Mereka berempat keluar dari gerbang akademi menggunakan sebuah syal, dikarenakan cuaca yang sangatlah dingin. Para warga desa sekitar antusias untuk menyaksikan beberapa acara yang akan ditampilkan pada acara bazar kali ini.


Beberapa lampion diterbangkan ke udara, Zeven sedang memakan Mie hangat di pinggir jalan. Pikirannya masih tertuju kepada Raja Iblis Clay dan Dave.


Disaat para anak-anak senang bermain balon, Zeven sendiri yang terlalu overthinking terhadap suatu hal. Dan tiba-tiba..


"Hai! Apa kau yang bernama Zeven?"


"Iya betul, dengan siapa dan ada apa ya?"


"Aku Hideto Ozawa, orang yang kau selamatkan tadi saat kita dirusuh oleh kakak kelas."


"Ooh kau.."


"Tadi kau hebat sekali! Bahkan disekolah ini tak ada satupun yang berani menantang kakak kelas seperti dia!"


"Hehehe..."


"Kak Zeven, apakah kamu pernah mendengar rumor tentang Raja Iblis Clay yang katanya akan menginvasi kerajaan ini dalam waktu 3 hari ke depan?"

__ADS_1


𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴~


__ADS_2