
"Ugh..."
Memperlihatkan Rene yang sedang mengalami penyiksaan diruang bawah tanah Asgard.
"Kuharap kau mati."
Rene bersama tahanan-tahanan yang lainnya dianggap seperti budak oleh para penduduk kerajaan. Terbelenggu oleh rantai erat dilehernya. Tangan dan kaki mereka dipenuhi oleh luka, bahkan salah satu dari mereka ada yang pingsan.
Rene melihat kearah jeruji besar diujung lorong penjara, terlihat beberapa tahanan akan dieksekusi mati dikarenakan tidak mengikuti perintah Raja.
Beberapa jeritan keras keluar dari mulut mereka.
"Tempat ini neraka.."
Rene menghampiri seseorang pria tua yang sepertinya sudah lama terkurung dipenjara tersebut, dan hanya terduduk diam, pria tua itu melihat kearah Rene dan mulai berbicara.
"Kau adalah putri kerajaan..!"
Rene hanya mengangguk, dan lanjut mendengarkan.
"Kau tahu? dahulu, pernah ada kejadian dimana para tahanan disini membentuk suatu kelompok untuk memberontak kepada Raja."
"Mereka mulai membunuh para penjaga disini dengan hanya bermodalkan batu beserta pisau."
"Keesokannya, para pasukan elit kerajaan datang dan membantai mereka semua...sisanya dihukum mati dengan sadis."
Rene memejamkan matanya, dan terdiam bisu.
"Izinkan aku menenangkan pikiranku dahulu."
Ditempat lain, Zeven sedang berjalan kearah gerbang Dungeon yang tiba-tiba saja muncul didekat rumahnya.
"Apa-apaan ini.."
Zeven mulai memasuki dungeon tersebut, suasana hening, terlihat sebuah kastil raksasa didepannya. Portal dungeon pun tertutup.
Zeven mendengar raungan, dan mendeteksi ada pergerakan cepat disekitarnya. Kemudian bersiaga. Monster Cerberus muncul, kemudian menembakkan api dari mulutnya.
Pohon-pohon disekitarnya terbakar, dan tanah juga hancur.
[ Warning! ]
[ Monster Cerberus, Monster tipe Destroyer, termasuk dalam rank C ]
Zeven tidak takut sama sekali, bahkan ia malah menantang monster tersebut, dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam.
"Majulah."
Zeven mengayunkan pedangnya, monster tersebut menyemburkan api kembali, Zeven menghindarinya, dan mengumpulkan energi Mana di pedangnya.
Zeven mencari titik lemah dari monster itu, melalui mata ajaibnya. Setelah ditemukan, Zeven secara cepat langsung menebasnya.
Monster itu beregenerasi, dan bergerak menggigit tangan Zeven.
"Grhh.."
Zeven memprediksi pergerakannya, dan berpindah posisi agar tidak tergigit oleh monster itu.
"Ini adalah skill spesial, terimalah nasibmu."
[ Skill Stealth Phantom Diaktifkan! ]
Monster tersebut melihat keatas tepat sesudah Zeven mengaktifkan skill tersebut, namun Zeven menghilang dari pandangannya. Serangan mendadak muncul, kaki Cerberus tersayat oleh serangan misterius.
Monster tersebut marah, dan mengeluarkan suara yang sangatlah keras yang bahkan mungkin dapat menghancurkan gendang telinga seseorang dalam sekejap.
"Sial..!"
Zeven tak kuat menahan suara tersebut, skill nya berhasil dinonaktifkan secara paksa. Telinganya terasa sangat perih.
Tanah disekitar retak, angin semakin berhembus kencang, Zeven terdorong kebelakang. Suara itu dihentikan oleh Cerberus.
"Ini benar-benar menarik, rasanya seperti menghadapi sebuah bencana."
[ Skill Holy Wings Diaktifkan! ]
Zeven menggunakan sebuah sihir,
Dan waktu seolah-olah terhenti, pergerakan Cerberus juga ikut terhenti.
"Energi-nya pudar!"
Zeven menyadari bahwa waktu disekitarnya telah benar-benar berhenti, kemudian ia melebarkan matanya, mengepalkan tangan hendak menyerang Cerberus.
Tubuh Cerberus dipotong-potong. Mencari inti mana nya untuk untuk menyerap seluruh kekuatannya.
Sihir diberhentikan.
__ADS_1
Cerberus mulai beregenerasi dengan cepat, kemudian menembakan kembali serangan nafas api.
"Udara disekitar ku menjadi panas!"
"Kau sudah seperti iblis saja."
Zeven mengeluarkan serangan berbasis udara, yang dijadikannya pisau udara yang dapat memotong apapun.
Cerberus menembakkan kembali nafas apinya. Namun pisau udara Zeven mampu mengatasinya.
~Slash~
Ketiga kepala Cerberus terlepas, Zeven menghentikan regenerasi Cerberus dengan pedangnya.
[ Monster Cerberus Berhasil Dikalahkan! ]
[ Teknik Pisau Angin Berevolusi Menjadi Manipulasi Angin! ]
Zeven menggunakan pedangnya untuk menyerap seluruh kekuatan Cerberus, bola matanya memancarkan cahaya biru.
Zeven berjalan melewati rawa-rawa menuju kastil raksasa didepannya. Melewati sungai kecil dan tanjakan berbatu.
Sesampainya, ia langsung mendobrak sebuah pintu raksasa kemudian memasuki lorong kastil.
"Aku tak menyangka betapa besarnya tempat ini.."
Sebuah laser mengarah kepada wajah Zeven, tetapi ia berhasil menghindarinya. Zeven mencoba mendeteksi keberadaan sosok yang menyerangnya itu.
"Siapa kau?!"
Sosok tersebut menampakkan dirinya, yaitu adalah sesosok manusia Cyborg.
Zeven sangat terkejut melihatnya. Kemudian bertanya siapa dirinya.
"Namaku Armadon, aku telah melakukan petualangan berpindah-pindah dungeon selama 10 tahun yang lalu."
"Apakah kau ini manusia Cyborg?"
"Ya, betul. Dahulu planetku pernah diserang oleh pasukan Apex."
Zeven kebingungan, dan bertanya-tanya didalam pikirannya, tidak mengerti apa yang dimaksudkan.
"Apa itu Apex?"
"Apex adalah sebuah klan robotika canggih atau kecerdasan buatan."
[ Warning! ]
Terjadi pertarungan diantara mereka, seluruh serangan sang Cyborg berhasil ditangkis oleh pedangnya.
Refleksi Zeven digunakan dengan sangat baik di-pertarungan ini, dan secara pasif berhasil membalikkan serangannya kearah Cyborg.
Zeven mengeluarkan sihirnya, Cyborg tersebut tubuhnya seolah-olah terlilit oleh sesuatu. Tembok-tembok kastil mulai runtuh. Sang Cyborg kehilangan pikirannya, Zeven melemparkan tubuhnya kearah gerbang kastil, getaran hebat terjadi.
"Apa yang kau lakukan?"
Zeven mulai membuka mulutnya dan memberitahu sesuatu.
"Ini adalah sihir yang pernah diajarkan oleh guruku, yaitu sihir yang dapat membuat penggunanya mengendalikan sepenuhnya tubuh targetnya."
Sang Cyborg berupaya menembakkan laser dari matanya, dan laser itu mengenai tubuh Zeven.
[ ]
"Itu tidak akan berpengaruh."
Zeven membalikkan serangan laser robot itu kepada titik lemah tubuhnya.
"Sialan manusia itu."
Kastil tempat mereka bertarung mulai hancur, tubuh Cyborg tersebut perlahan-lahan terbakar.
Kemudian Zeven menghentikan penyebaran apinya, lalu merusak cip dalam kepalanya yang mengontrol pikirannya. Dan menghapus ingatan mengenai pertarungan sebelumnya dengan sihir
Zeven menyentuh telapak tangannya, dan mengajaknya untuk menjadi temannya. Mengingat sang Cyborg adalah orang yang baik.
"Maukah kau menjadi temanku?"
Sang Cyborg menerimanya, Zeven senang mendapatkan teman baru.
[ Level Anda Bertambah 2! ]
Portal dungeon terbuka, tetapi jarak dari posisi berdua sangatlah jauh.
Terlihat jari-jari Zeven masih terdapat bekas luka akibat pertarungannya melawan Lucas dan diperparah oleh Cerberus. Mereka berjalan menyusuri kebun kecil yang memiliki banyak kolam air.
__ADS_1
Langit tampak berwarna merah.
"Dungeon ini memang terlihat seperti neraka."
Mereka berdua berhasil keluar dari dungeon, dan disapa oleh Yumna. Yumna sedikit kesal karena Zeven menghilang lama sekali entah kemana.
"Kau kemana saja? sudah 11 jam kami menunggu."
"Apa?! setahuku aku hanya pergi selama 1 jam."
Zeven menyadari sebuah perbedaan waktu didalam dungeon dan di-dunia manusia.
"Apakah waktu disini dan didalam dungeon berbeda" Tanya Zeven. "Mana ku tahu." Jawab Yumna.
Armadon hanya terdiam kebingungan mendengarnya.
Malam hari pun tiba, Addie menyapa Zeven dan lainnya.
"Aku sudah masak banyak untuk makan malam!"
Mereka bertiga tampak senang.
Makan malam pun selesai, mereka tidur di-kamarnya masing-masing, Zeven membuatkan kamar kecil untuk Armadon.
[ Halo, Player! ]
"Hah?"
[ Kamu mendapatkan sebuah Mystery Box karena kenaikan level mu. ]
"Box apa?"
Sebuah kotak keluar muncul ditangan Zeven, Zeven membukanya.
[ Hadiah 1: Kamu memperoleh sebuah Sarung Tangan yang berguna untuk menggunakan pedang secara leluasa tanpa adanya hambatan ]
[ Hadiah 2 : Kamu memperoleh sebuah skill untuk mengurangi rasa sakit dari damage yang diterima, ramuan ini bernama Persistence ]
[ Hadiah 3 : Kamu memperoleh sebuah Dagger yang diciptakan dari taring monster Cerberus ]
Dari semua hal yang ia terima, ia memfokuskan pandangannya terhadap Dagger nya. Karena menurutnya paling menarik.
"Bentuknya simpel dan sederhana, namun terlihat sangat elegan di mataku."
"Banyak ukiran seperti ornamen, luar biasa!"
"Aura pedang ini luar biasa..."
Zeven menyimpan Dagger tersebut didalam sebuah kotak perkakas dibawah meja di kamarnya, dan segera tidur.
Keesokan harinya, ia segera mandi untuk bersiap-siap melakukan pelatihan bersama kedua temannya itu.
Zeven tak lupa membawa Dagger yang ia peroleh akibat pertarungan dengan monster anjing berkepala tiga, Cerberus.
"Luka-luka di tubuhku..sembuh"
Dirinya terkejut melihat luka yang sebelumnya berbekas pada tubuhnya, sekarang sudah sembuh secara cepat dan instan. Zeven mengenakan sarung tangannya dan Dagger miliknya.
"Apakah aku juga harus menggunakan pedang lamaku?"
"Baiklah akan ku gunakan."
Zeven sekarang adalah seseorang yang menggunakan dua pedang untuk bertarung. Memanggil kedua temannya, dan menjumpai Addie dihalaman rumah mereka.
"Kita akan berlatih apa?"
"Kita akan me-"
Belum melanjutkan perkataannya, sebuah ledakan terdengar disekitar mereka berempat. Armadon langsung terbang mengecek keadaan disekitar, Zeven merasakan ada pergerakan disekitar mereka lalu menggunakan item Holy Wings
Yumna menggunakan sihir
Addie langsung mengambil pedangnya, dan bersiap-siap jika ada pertempuran hebat.
"Lihatlah! Itu adalah suku Orc!" Tegas Armadon
"Woah.."
Segerombolan pasukan Orc itu langsung menembakkan panah kearah mereka, tetapi berhasil ditahan oleh perisai Armadon.
Zeven menembakan skill Devil Flame, tetapi Orc tersebut tidak terpengaruh apa-apa.
"Ini akan menjadi peperangan besar."
Prajurit Orc langsung melompat tinggi hendak menyerang mereka dan mengeluarkan tombaknya, Zeven menghela nafas.
"Mari kita mulai!!!"
__ADS_1
𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴