
Malam hari, Alea sendiri di tempat tinggal barunya. Sore tadi Ali sudah kembali ke kosannya, pria itu sedikit tak rela meninggalkan Alea sendirian, tapi untungnya tetangga kos tersebut sangat baik dan mau membantu menjaga Alea. Pasalnya Alea sedang demam tinggi, dibantu oleh Danu yang memberikan obat penurun panas membuat Alea menjadi lebih baik dan Danu juga berjanji akan langsung menghubungi Ali jika terjadi apa-apa dengan Alea.
Sore tadi seharusnya Ali menemani Alea membeli perlengkapan kamar barunya, karena kondisi Alea yang sedang sakit Ali pun tak mengizinkannya berbelanja keluar, akhirnya mereka memutuskan pesan online saja. Semua barang dipesan melalui ponsel Alea dan akan dikirim esok hari. Jadilah malam ini Alea terpaksa tidur hanya beralaskan tikar dan selimut tebal.
Sepulangnya Ali, Alea membereskan barang-barang yang dibawanya, seperti peralatan mandi langsung ia taruh dan rapikan di dalam kamar mandi, lalu sepatu dan sandal dijejer rapi di sudut ruangan, dan lain sebagainya. Hanya pakaian saja yang masih disimpan di dalam koper sebab belum ada lemari di sana.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, Alea belum bisa memejamkan matanya, ia masih menatap langit-langit kamar. Udara malam masuk melalui ventilasi di atas jendela. Ia belum terbiasa dengan udara dingin seperti ini, biasanya Alea tidur harus menggunakan kipas, tapi tidak lagi untuk sekarang sebab sudah dapat udara dingin yang alami.
Suasana sangat hening, semua sudah masuk kamarnya masing-masing. Ternyata aturan di sini tidak boleh ada suara bising ketika sudah memasuki jam sembilan malam. Dari jam setengah sembilan tadi orang-orang sudah menutup pintunya, tak ada lagi yang berada di luar. Alea menuruti aturan di kampung orang, memang sebagai penduduk baru tidak boleh berlaku sembarangan.
Ia berdiam di dalam kamarnya menunggu rasa kantuk menyerang. Tapi baru saja mencoba memejamkan matanya, Alea mendengar suara yang berasal dari depan.
Srek
Srek
Srek
Suara itu seperti seseorang sedang menyapu halaman. Suara sapu lidi yang bergesekan dengan daun-daun kering, sangat jelas berada di depan kamarnya.
Siapakah yang menyapu di malam-malam begini? Alea dibuat penasaran, ia bangun dan berjalan menuju jendela. Sedikit ragu untuk membuka tirai jendela itu, tetapi dilanda rasa penasarannya akhirnya ia mengintip ingin melihat siapa yang berada di luar.
Nihil, tak ada siapapun di sana, tidak ada juga yang sedang menyapu, karena daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon mangga yang berada di samping kamarnya itu masih berserakan.
Mata Alea fokus mencari asal suara tadi, menelisik bagian depan serta melihat ke arah pohon.
Deg
Dari dalam daun-daun pohon itu memancarkan sinar merah terang berbentuk dua bola mata. Sinar itu mengarah padanya, Alea merasakan seperti sedang ditatap tajam oleh sinar itu, tiba-tiba cahaya merah tersebut mengkerlip seperti mata yang berkedip. Dan kini sinar itu bergerak ke kanan ke kiri masih tetap mengarah pada Alea, hingga cahaya yang berbentuk bulatan kecil itu melebar seketika seakan melotot padanya.
"Aaaa.." jerit pelan Alea, buru-buru ia menutup tirainya.
__ADS_1
Untungnya Alea masih bisa mengendalikan rasa terkejutnya, suara jeritannya hanya pelan dan langsung ditutup dengan tangannya agar tidak mengganggu penghuni kos yang lain.
"Apa itu tadi? aku tak salah lihat kan? cahaya apa itu?" gumamnya bertanya-tanya.
Ia masih menetralkan detak jantungnya yang berdegup kencang. Rasa penasaran dalam dirinya semakin menjadi, ia takut tadi hanya salah liat, maka dari itu Alea kembali membuka tirai jendelanya sedikit dan mengintip dari ujung sebelah matanya sambil bersandar di belakang pintu.
Huft!
Alea menghela napasnya ketika tak melihat apapun, lalu segera ia tutup kembali dan langsung merebahkan dirinya di balik selimut. Dipejamkan matanya berharap bisa segera tidur.
Keheningan itu menciptakan rasa damai, hingga Alea tertidur pulas. Terdapat suara jangkrik dan kodok yang bersahutan, disusul suara air yang berjatuhan dari langit. Hujan semakin deras kala hari semakin malam, suasana menjadi bising karena air hujan dan nampaknya Alea tak terusik sama sekali, ia semakin bergelung dengan selimut.
Jgeerrr
Suara petir dari langit menyambar permukaan bumi, tirai jendela di kamar Alea terlihat beterbangan sebab hujan deras mengakibatkan angin kencang. Alea masih memejamkan matanya, entah mengapa suasana dingin itu membuat ia enggan terbangun dari tidurnya.
Dug
Sreett
Tirai bergeser terbuka, kembali mengusik tidur Alea. Dengan malas ia beranjak bangun, masih dalam keadaan mata yang mengantuk menutup gorden tersebut.
Baru beberapa langkah ingin kembali istirahat, tapi gorden itu kembali terbuka lebar, ia berbalik dan menutupnya. Lagi-lagi angin kencang meniup gorden itu hingga terbuka.
Alea kesal sebab tak dapat lagi tidur dengan nyenyak, ia mengucek matanya dan membuka penglihatannya dengan jelas.
Deg
"Siapa itu?" tanyanya lirih ketika melihat sosok jubah hitam berdiri di bawah pohon mangga dengan kepala yang menunduk.
Cahaya di luar sedikit remang-remang, ditambah lagi air hujan yang terus mengalir membuat Alea tak bisa menatap jelas sosok itu.
__ADS_1
Dengan badan yang sudah merinding ia melangkah mendekati kaca, wajahnya ditempelkan di sana untuk melihat lebih jelas lagi. Perlahan sosok itu mengangkat kepalanya, mengarah pada Alea hingga tiba-tiba menghampirinya dengan cepat tepat berada di depan wajah Alea dengan melotot tajam.
"Aaaaaa!!!"
Teriak Alea sambil terbangun duduk, ia melihat ke sana kemari masih berada di posisi terakhirnya, yaitu di atas tikar dan selimut yang mendekap di tubuhnya.
Rupanya tadi hanya mimpi, tapi entah mengapa Alea merasa seperti nyata sekali. Di luar masih hujan deras dan hawa dingin menyapu kulitnya.
Alea mengambil ponselnya ternyata masih jam 3 dini hari. Akibat mimpi tadi ia tak bisa tidur kembali, rasanya benar-benar seperti nyata hingga rasa merindingnya pun masih terbawa. Sudah teramat tanggung akhirnya Alea memilih masuk kamar mandi mengambil wudhu dan menjalankan sholat tahajud, ia memang terbiasa seperti ini jika sedang tidak bisa tidur.
Selesai sholat, Alea lanjutkan dengan bertadarus hingga subuh menjelang. Hatinya sedikit tenang dan pikirannya hanya tertuju pada Al-Qur'an hingga tak menyadari bahwa ada yang memperhatikan dirinya sambil tersenyum.
Hujan secara perlahan berhenti hingga berganti rintik-rintik. Suara gemericik air menghentikan Alea yang tengah mengaji. Ia bergegas menghampiri asal suara tersebut yang ternyata berasal dari kamar mandi. Alea heran bagaimana kran air tersebut bisa terbuka, padahal selepas wudhu tadi ia yakin telah menutupnya, tidak mungkin ia biarkan mengalir begitu saja.
Buru-buru Alea tutup dan kembali melanjutkan sholat subuh. Setelahnya ia kembali dilanda rasa kantuk hingga memilih tidur kembali dan mungkin akan bangun setelah fajar nanti.
Bersambung...
Aku gak ingin kalian jadi silent readers pliss😖
gimana? merinding kgk? apa kurang ya?🧐
ok nanti kubuat yang lebih menegangkan lagi..
otor up jam 11 malam untuk menemani malam kalian hihi👻👀
^^^Oh ya bulan romadhon ini aku ngucapin selamat berpuasa untuk kalian yang menjalankan😊🤗^^^
^^^mohon maap lahir batin<3^^^
......Eitss! jangan lupa vote and gift🔥🔥......
__ADS_1