
Rayen:" bu erna"
Bu erna:" sonya... "
Bu erna:" sonya sayang... Ini ibu sayang... Bu erna kesayanganmu... Ibu mau minta maaf padamu sonya... Ibu minta maaf jika dulu ibu punya salah kepadamu... Ibu sangat sayang padamu, ibu juga senang jika melihat sonya tersenyum, dan saat sonya pergi meninggalkan ibu untuk selamanya, ibu sangat terluka. Jadi kumohon untuk kembalilah... Kembalilah pada jalan yang benar..."
Bu erna:" sonya... Sonya anak baik kan... Sonya anak pinter kan... Sonya sayang kan ama ibu... Ibu tolong ya... Kembalilah... Kembalilah pada dirimu yang sebenarnya... "
Saat mendengar semua kata kata bu erna, sonya merasa kesakitan sambil menutupi kedua telinganya
"akh.... "
Tiba tiba saja, angin berhembus lebih kencang, permukaan tanah juga bergoyang seperti saat terjadi gempa bumi. Bola bola hitam pun beterbangan kesegala arah
Selma:"apa yang terjadi"
"ray... Yen... "
Tiba tiba saja, dada rayen terasa sangat sakit....
Rayen:"ukh... "sambil menunduk dan memegang erat dadanya yang sakit
Selma:"ray lo kenapa"
Rayen:"da... Dada gue sakit sel.. "
Bu erna:"rayen... Kamu tidak apa apa"
Selma:"dada rayen terasa sakut bu"
Rayen:"ukh... " sambil memuntahkan sedikit darah dari mulutnya
Selma:"ray... "
__ADS_1
Dan tidak sampai hitungan menit, rayen tumbang dan tidak sadarkan diri. Selma, pak yona, bu erna, dan pak kespek lansung kebingunang, rayen yang tiba tiba pinsan dikeadaan yang sangat merinding karena si sonya sudah berhenti berteriak dan sekarang tengah menunduk dan menghembuskan nafasnya dengan sangat berat.
Bu erna:" apa yang harus kita lakukan sekarang bang"
Pak yona:"abang juga tidak tau"
Selma:" ray... Ray... Rayen... Bangunlah" sambil menggoyang goyangkan tubuh rayen
Dan tiba tiba saja, sebuah bola hitam menempel kearah pak yona. Bola hitam itu lama kelamaan semakin mengembang dan menutupi semua bagian tubuh pak yona seperti bola hitam itu tubuh dio tadi. Dan setelah bola hitam itu menutupi semua tubuh pak yona, bola hitam itu pun lansung terbang keatas dan menghilang...
Selma:"pak yona"
Bu erna:" bang"
****
"rayen"
Sonya:" rayen... Tolong aku..."
Rayen:"sonya"
Rayen terkejut melihat sonya terikat rantai yang terlihat sedang membakar tubuh sonya, dan rayen pun mendekati sonya...
Rayen:" son... Apa ini"
Sonya:"ak...aku tidak tau... Sa... Saat aku ingin tersadar... Ra... Rantai ini tiba tiba saja merantaiku... Dan... Mem... Membakarku... Akh... "
Rayen pun tidak pikir panjang, ia pun lansung memegang dan mencoba menarik tarik rantai itu. Meski rantai itu sangat panas, rayen mencoba untuk melepaskanya dari tubuh sonya, akan tetapi tiba tiba saja rayen terlempar
Rayen:"aw... "
Sonya:"rayen"
__ADS_1
Sonya:"ray... Kamu ba...baik... Ba... Baik saja.. "
Rayen hanya menganggukan kepalanya, dan ia pun berdiri dan kembali menarik rantai yang ada ditubuh sonya. akan tetapi usaha itu kembali gagal, rayen terlempar lagi, dan kali ini dia terlempar sedikit jauh...
Rayen:' sial... '
Rayen kembali bangkit dan hanya berdiam diri saja ditempat....
rayen:" Tuhanku, saya meminta tolong kepada engkau. bantu saya untuk bisa melepaskan rantai itu dari tubuh teman saya"
Setelah itupun, rayen lansung berlari menuju sonya dan menarik rantai itu dan pada akhirnya rantai itupun terlepaskan...
Sonya:"rayen... Terima kasih" sambil tersenyum dan memeluk rayen
Rayen:" jangan berterimakasih padaku tapi berterimakasih tuhan " sambil membalas senyuman dan melepas pelukan sonya
Sonya:" akan tetapi.... Rasa dendam ini tidak mau lepas dariku..."
Rayen:"jadi bagaimana kita harus menyelesaikan semua ini"
Mereka pun berfikir sejenak dan...
Sonya:" kau kembalilah... Aku akan mengurus semua ini... "
Rayen:" tapi son... "
Sonya pun hanya tersenyum dan mendorong rayen lembut. Dan rayen pun terasadar...
Rayen:"hah... "
Selma:" ray... Lo baik baik saja kan"
Rayen:" i..iya... Dimana bu erna dan pak kespek" sambil menoleh ke sekeliling nya..
__ADS_1