
Rayen:" rayen tanya... Apa ibu pernah punya murid yang bernama sonya firsilyah"
Bu erna:" iya, itu murid ibu 2 tahun yang lalu, tapi dia sudah meninggal dunia. Waktu terakhir ibu melihatnya saat sekolah sudah sepi dan dia menangis dipojok kelasnya, kelasnya sekarang adalah kelas kalian"
Flashback
Sepulang sekolah, semua siswa siswi dari kelas x sampai dengan xii lansung keluar dari kelas mereka masing masing, tapi ada satu murid yang sudah yatim piatu dan kehidupan yang kurang mampu, ia bernama sonya. Ia duduk dipojok kelas dengan baju yang sangat kotor. Dan tidak lama kemudian...
Bu erna:" sonya" sambil membelai rambut sonya
Sedangkan sonya hanya mengangkat kepalanya dan melihat bu erna tengah berdiri didepannya
Sonya:" bu erna, ibu kenapa ada disini"
Bu erna:" para guru sudah pulang. Jadi ibu bisa kesini" sambil duduk disebelah sonya
Sonya pun diam dan bersandar dibahu bu erna sambil menangis
Bu erna:" sonya, kenapa sonya menangis"
Sonya:" kenapa tidak ada yang peduli padaku"
Bu erna:" ada kok yang peduli sama sonya. Ibu peduli sama sonya, ibu slalu ada disisi sonya"
Sonya:" tapi ibu slalu sembunyi sembunyi kalau mau disisi sonya"
Bu erna:" maafkan ibu ya sonya"
Sonya:" iya bu"
Bu erna pun lansung memeluk sonya, sedangkan sonya hanya diam dan tetap menangis. Tidak lama kemudian...
Bu erna:" sonya ibu pulang dulu ya. sonya mau pulang, ibu antar ya"
Sonya:" tidak bu sonya nanti saja, sonya mau beresin kelas dulu"
Bu erna:" ibu bantu ya"
Sonya:" tidak bu, ibu pulang saja"
Bu erna:" bener nih"
Sonya hanya menganggukan kepalanya saja dan bu erna pun pulang. Dan keesokan harinya bu erna mendengar kabar bahwa sonya tertabrak truk dan meninggal dunia saat perjalan kerumah sakit. Bu erna merasa sangat sedih, karena ia harus kehilangan seorang murid yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri.
****
Rayen:" jadi begitu kejadiannya, tapi apa ibu tau alasan dibalik kematian sonya"
Bu erna:" itu yang belum ibu tau"
Selma:" rayen, murei kalian inget nggak kalo tadi pas kita tanya ke pak yona"
Murei:" oh iya, gue inget, pak yona jadi gugup gitu ya. Yang jelas pak yona juga ada hubungannya ama kematian sonya"
Rayen:" mmm...., ah.. Iya, aku juga inget kalo pak yuna memang ada hubunganya dengan sonya"
Selma:" kalo gitu, ayo kita datengin pak yona"
Murei:" tapi awalnya kita harus tanya pak yona dengan baik baik, kalo pak nggak juga njawab... Kita coba paksa aja"
Rayen:" iya, yuk... Bu erna juga ikut yuk"
__ADS_1
Bu erna pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan mereka pun lansung pergi keluar dan lansung keruang gym. Dan sesampainya diruang gym...
Rayen:" pak... Pak yona bukain pintunya pak" sambil mengetuk ketuk pintu
Selma:" iya pak... Pak yona bukain pintunya"
Dan tak lama kemudian, pintu terbuka dan muncul pak yona...
Pak yona:" rayen, erna, selma, murei, dek erna"
Bu erna:" bang biarkan kita masuk"
Selma :" iya pak"
Pak yona hanya menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan masuk. akan tetapi, tiba tiba...
"Kalian pikir, kalian bisa sembunyi dariku"
Sonya pun lansung terbang begitu cepat kearah selma, tapi murei menghadang sonya dan akhirnya murei lah yang terambil sonya. Sonya pun lansung membawa murei kegelapan dan menghilang
Selma:" murei..."
Rayen:" selma"
Selma:" murei ray, murei diambil sama tuh sonya"
Rayen:" iya gue tau, tapi kita juga harus berlindung dari sonya. Selma percaya sama gue, gue yakin kalo kita laksanakan apa yang gue katakan tadi, mereka yang udah diambil sonya bakal balik ke kita"
Selma hanya diam dan menganggukan kepalanya. Dan mereka semua pun masuk keruang gym...
Pak yona:" dek erna, kamu tidak apa apa kan"
Bu erna:" aku tidak apa apa kok bang"
Selma:" apa bapak tau tentang kematian sonya, murid kelas X yang meninggal 2 tahun yang lalu"
Pak yona:" bapak tidak tau tentang kematian sonya"
Rayen:" pak.., kami butuh sekali info ini... Kalau kami tidak tau apa apa... Sekolahan ini akan kacau... Dan semua yang ada disekolahan ini akan hilang"
Bu erna:" bang... Abang kasih tau... Apa abang tau tentang kematian sonya"
Pak yona:" bapak beneran tidak tau... Terakhir kali bapak bertemu dengan sonya..."
Rayen:" saat di kelas"
Pak yona:" iya"
Rayen:" lalu apa yang bapak bicara kan saat itu, selain bapak memaksa sonya untuk membayar spp yang sudah dobel 4 bulan"
Bu erna:" bang..., kenapa abang paksa sonya bayar uang spp"
Pak yona:" itu karena pak kespek yang memaksa abang untuk memaksa sonya"
bu erna dan selma :" pak kespek" dengan wajah terkejut
Sedangkan rayen hanya diam dan terkejut
Rayen:" a...apa..."
Pak yona:" iya... Pak kespeklah yang memaksa bapak untuk menarik semua biaya spp kepada sonya"
__ADS_1
Selma:" jadi semua ini berawal dari pak kespek"
Rayen:" aku tidak tau..., sonya hanya memberiku petunjuk itu saja"
Bu erna:" lalu apa yang harus kita lakukan"
"Ray...."
Rayen:" suara ini... Aku kenal suara ini... Tapi..." sambil melihat sekeliling
Selma:" ray..., ada apa"
Rayen:" bentar.."
"Rayen..."
Rayen:"kamu dimana.."
Selma:" ray... Lo apa apaan sih"
Rayen:" kamu dimana..."
Selma hanya menatap heran rayen, sedangkan pak yona dan bu erna melihat sekeliling mereka. Tidak lama kemudiam rayen merasa tubuhnya lemas dan ambruk, tapi selma berhasil menahan tubuh rayen yang sudah lemas dan tak sadarkan diri.
Selma:" astaga ray" sambil membaringkan tubuh rayen kelantai
Bu erna dan pak yona:" rayen"
****
Rayen:" aw...." sambil memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing
Rayen:"ak..aku dimana"
Rayen pun berdiri dan menatap sekitarnya...
Rayen:" sebuah rumah gubuk..."
"Buk...pak..., bangun... Kenapa bapak dan ibuk meninggalkan sonya sendiri"
Rayen:" sonya"
"Ini semua karena kamu, anak dan menantuku meninggal dunia diumur yang masih terbilang muda"
"Iya.. Anak nggak tau diuntung"
rayen:" sonya" sambil menutupi mulutnya
Rayen tidak menyangka saat sonya berduka, ia malah dicaci seperti ini didepan semua orang
"Ih... Ternyata dia itu pembunuh ya"
"Iya..., ih.. Aku malu kalo punya anak seperti dia"
Rayen hanya bisa berdiam diri ditempat, dan melihat sonya yang tengah menangis dam memundukkan kepalanya, menahan rasa pedih harus kehilangan orang tuanya ditambah dengan dicaci maki oleh nenek dan pamanya didepan semua orang.
Saat rayen ingin mendekati sonya, tiba tiba ada yang menarik rayen dari belakang. Dan rayen pun terjatuh..
Rayen:" aw..."
Rayen:" eh... Ini..." sambil beranjak dari tempat ia terjatuh
__ADS_1
Rayen:" ini rumahku.."
"Rayen kemarilah"