
Bunda:" selamat ulang tahun ya sayang.. Maaf ya kalo bunda cuma bisa ngerayain ulang tahun kamu malam begini"
Papa:" papa juga minta maaf ya sayang... Dan untuk hadiah kamu... Kamu boleh minta apa aja yang kamu mau"
Rayen hanya diam, dia tiba tiba teringat kejadian memalukan yang ia lihat saat sedang bersama sonya dan tidak lama kemudian, rayen merintikan air mata dan tersenyum melihat kedua orang tuanya
Rayen:" ak... Aku tidak mau apa apa bun pa. Aku sungguh tidak ingin apa apa. Aku hanya ingin minta maaf pada kalian, aku baru sadar akan kesalahan yang pernah kulakukan sehingga sering membuat kalian sedih, sering membuat kalian khawatir, dan sering membuat kalian marah. seharusnya aku sadar diri... Kalian jarang pulang kerumah.. Kalian bekerja dengan sangat keras demi menghidupi kami, membahagiakan kami..."
Bunda:" tidak sayang... Kami lah yang seharusnya bisa menyempatkan waktu untuk kalian putra putri kami"
Papa:" iya sayang... Tidak apa apa.. Itu dulu juga kesalahan papa dan bunda.. Karna kami sudah gagal untuk mendidik yang benar... Kami seharusnya bisa menyempatkan waktu untuk kalian..."
Rayen pun lansung memeluk orang tauanya, raya dan rama pun juga memeluk rayen. Dan tidak lama kemudian...
Bunda:" dah.. Sekarang yuk makan... Bunda sudah masak banyak... Kasian temen temen kamu tuh nungguin makanannya"
Rayen:"iya bun.. Yuk" sambil menghapus sisa air mata ya
Rayen:" yuk.."
Saat mereka makan bersama di dapur...
"ray..."
Rayen:"ah..." sambil menoleh kekanan dan kekiri
"pssst..."
Rayen:"ah.." sambil menoleh kearah tangga kamarnya
Rayen:" ehm.. Bun pa.. Aku kekamar bentar ya..."
Bunda:" ada apa sayang"
Rayen:" tidak apa apa kok bun... Aku cuman ingin ke kamar sebentar"
Bunda:" iya deh"
Rayen pun lansung beranjak dari kursinya dan lansung kekamarnya
Dio:" tante apa aku boleh.."
Bunda:" iya"
Dio :" terimakasih tante"
Dio lansung beranjak dan mengikuti rayen..
Sampai di kamar, rayen mendapati sonya yang tengah duduk dikasur
Rayen:" sonya.., hey"
Sonya:" hey ray... Selamat ulang tahun ya"
Rayen:" terimakasih son" sambil tersenyum
Dio:" oh.. Dipanggil sonya"
Rayen:" dio"
Sonya:" eh hay yo"
__ADS_1
Dio:" hay juga son"
Sonya:" oh iya... Nih ray... Nih.. Hadiah ulang tahun kamu"
Rayen :" wah terimakasih son..."
Sonya :" aku pergi dulu ya.. Kasian orang tua aku nanti khawatir padaku"
Rayen:" iya... Salam buat orang tua kamu ya"
Sonya hanya menganggukan kepalanya dan lansung menghilang..
Rayen:" kalung.. Dari mana dia dapat"
Dio:" eh.. Kamu ini.. Sudah diberi hadiah.. Curiga juga.."
Rayen :" iya iya"
Rayen:" sora??? Maksudnya"
Dio:" mungkin maksudnya.. Sonya dan rayen"
Rayen:" ouwh.. Ehm.. Dio... Boleh minta tolong nggak" sambil mengulurkan kalungnya
Dia hanya menganggukkan kepalanya dan menerima kalung. Rayen pun membelakangi dio dan dio pun memasangkan kalung itu dileher rayen..
Rayen:" terimakasih dio"
Dio:" sama sama"
Rayen:" yuk kita kembali" sambil berjalan keluar
Akan tetapi, tangan raye tiba tiba dipegang oleh dio dan rayen pun berhenti dan menatap dio heran...
Dio:" tunggu... Aku.. Mau bicara sama kamu sebentar" sambil melepaskan pegangannya
Rayen:" bicara apa"
Dio hanya dia pun mengulurkan dan memberikan sebuah gelang yang bagus bewarna merah darah dan bertuliskan love
Rayen:" maksudnya"
Dio:" a...apa kamu...."
Rayen:"..."
Dio:" mau..."
Rayen:" ..."
Dio:" apa kau mau jadi...."
Rayen:" ... "
Dio :" pacarku"
Rayen hanya diam, didalam hatinya ia terasa terkejut dengan apa yang diungkapkan dio barusan.
Dio:" oke aku mengerti... Aku akan memberimu waktu... Dan ini tanda nya... Jika kamu menerimaku tolong pakailah... Jika tidak... Pulangkan saja gelang ini" sambil memberikan gelang itu pada rayen dan berjalan keluar kamar
Rayen tetap saja berdiam diri ditempatnya berdiri... Dia hanya bisa menatap gelang yang tadi diberikan oleh dio sebagai tanda terima tolak nya perasaan dio. Dia bingung, apa dia harus menolak tapi dia sebenarnya juga memendam rasa yang sama seperti dio terhadapnya. Tapi kalau menerimanya, ia takut kalau, ia tidak bisa memberikan dio sebuah kasih sayang...
__ADS_1
Rayen:" dio..." sambil menggenggam erat gelang itu didepan dadanya
Tak lama kemudian, rayen keluar dari kamarnya
Raya:" kakak lama banget..."
Rayen :" iya iya maaf"
Bunda:" kalung dan gelang dari mana itu"
Murei:" eh yo.. Lihat tuh rayen"
Dio hanya diam dan menoleh kearah rayen, dia melihat bahwa rayen memakai gelang yang ia berikan tadi sebagai tanda terima tolak perasaannya. Dan saat rayen duduk sampingnya...
Dio:" terimakasih" sambil tersenyum
Rayen hanya tersenyum
Rama:" eh.. Ray.. Yo.. Kalian kenapa senyum senyum sendiri... Perasaan tidak ada yang lucu"
Rayen:" ah itu kak.. Nggak, aku tersenyum karna aku seneng bisa kumpul seperti ini"
Rama tetap diam dan mengalihkan perhatiannya ke dio, dan menatapnya heran. Dio yang menyadari itu lansung menunduk dan gugup..
Dio:" nggak kok kak.. Aku.. Aku... Cuma seneng aja.. Bisa kumpul sama keluarga rayen"
Raya:"ih.. Kak rayen sama kak dio pasti pacaran nih"
Mendengar kata yang diucapkan raya berusan, dia dan rayen lansung terkejut dan spontan pipi mereka memerah..
Rayen:" ah.. Raya.. Bicara apaan.. Tidak kok... Ih kamu tuh ya masih kecil..."
Papa:" kalian boleh pacaran... Tapi jangan sampe kelewatan... Jangan sampai nilai kalian terganggu... Jangan membuat persahabatan kalian jadi pecah..."
Bunda:" nah... bunda juga sependapat dengan papa"
Rayen:" makasih bun pa"
Dio:" makasih om tante"
Rama:"hmm..Aku memperbolehkan kalian pacaran.. Asal adikku bahagia... Dan... Dio.. Kalau kamu sampai membuat adikku menangis... Awas aja kamu..."
Dio:" eh.. Baiklah kak... Aku janji akan menyayangi, membahagiakan, dan akan slalu menjaga rayen..."
Rama:" aku pegang janji mu yo"
Dio:" iya iya kak"
Raya:" aku pengen es krim.. Jadi buat pajaknya.. Belikan aku es krim ya"
Rayen:" ih.. Kamu diajari siapa bicara seperti itu"
Raya hanya diam dan tangannya menunjukkan kearah rama
Rayen:" kak..."
Rama hanya tertawa sedangkan rayen hanya menghelas nafas
Rayen:" iyh... Besok kakak belikan 5 es krim... Bunda 1, papa 1, kak rama 1, dan kamu dua... Gimana"
Raya:" yey..."
__ADS_1
Mereka semua pun melanjutkan makan makannya. Setelah makan murei,rio, selma, vitry, dan dio pulang karna sudah larut malam. Dan 2 hari kemudian mereka semua melakukan aktivitas seperti biasa. Orang tua rayen mulai sering berada dirumah daripada dikantor. rayen, dio, vitry, selma, murei, rio, dan bu erna sering ke makam sonya untuk berziarah. Hubungan dio dan rayen semakin lama semakin erat tanpa merusak hubungan persahabatan mereka berenam.
END....