misteri lubang hitam

misteri lubang hitam
6


__ADS_3

Pak kepala sekolah:" apa yang kalian lakukan disini"


Spontan rayen, selma, dan murei pun lansung menoleh ke pak kepala sekolah yang berdiri dipintu dengan keringat yang bercucuran.


Rayen:" pak kami ingin bertanya sesuatu pada bapak"


Pak kepala sekolah:" sudalah kalian ini... Dikeadaan seperti ini kalian masih saja ingin bertanya... Kalian cepat lah pergi dari sini dan cari tempat yang aman selain ruangan ini" sambil mendorong selma murei dan rayen keluar dari ruangannya


Murei:" pak kami hanya ingin bertanya tentang gadis misteri yang bernama sonya itu"


Pak kepala sekolah:" sudah kalia. Pergi dari sini.. Aku sama sekali tidak tau apa yang kalian maksud" sambil menutup pintu dengan sangat keras


Rayen, selma, dan murei hanya bisa diam. Dan tak lama kemudian...


Vivy:" eh ray.. Sel... Mur... Apa yang kalian lakukan... Kenapa kalian bakalan diam saja begitu.. Apa kalian pasrah dan membiarin si gadis aneh itu ngambil kalian..." sambil menarik narik tangan rayen


Akan tetapi mereka terlambat, si gadis misteri itu cepat cepat mengambil vivy, dan membawanya menghilang...


Rayen:" vi..."


Murei:" udah ray, ayo kita juga harus sembunyi..."


Selma:" iya ray..."


Rayen:" iya iya yuk"


Rayen, murei, dan selma pun lansung pergi dan mencari tempat yang aman. akan tetapi saat mereka mencari tempat yang aman, mereka bertemu dengan pak yona.


Rayen:" pak yona... Pak... Pak yona" sambil mengejar pak yona yang berlari menuju ruang gym


Murei dan selma pun hanya mengikuti rayen menuju ruang gym. Dan sampai di ruang gym...

__ADS_1


Rayen:" pak yona"


Pak yona:" rayen, murei, selma.... Apa yang kalian lakukan disini" sambil memegang bahu rayen dan selma


Rayen:" pak kami mau menanyakan sesuatu"


Pak yona:" sempat sempatnya kalian bertanya"


Selma:" ini penting pak... Ini menyangkut sekolahan ini"


Pak yona:" baiklah... Apa yang ingin kalian tanyakan"


Rayen:" apa bapak tau soal gadis yang bernama sonya yang meninggal 2 tahun yang lalu"


Pak yona pun hanya diam dan berkeringat yang mengalir deras. rayen melihat pak yona merasa tergugup, kaget, tegang dan khawatir.


Rayen:" apa bapak tau soal gadis yang bernama sonya yang meninggal 2 tahun yang lalu"


Pak yona pun hanya diam dan berkeringat yang mengalir deras. rayen melihat pak yona merasa tergugup, kaget, tegang dan khawatir.


Pak yona:" mm... Ah... Ng...nggak apa..apa.., m...maaf kalian ha...harus pergi dari sini" sambil mendorong mereka bertiga keluar dari ruang gym


Selma:" tapi kenapa pak"


Tanpa menjawab pertanyaan mereka, pak yona lansung menutup pintu.


Murei:" sial" sambil mendengus kesal dengan apa yang sudah dilakukan pak yona terhadap mereka


Selma:" ray gimana nih"


Rayen:" gue juga nggak tau"

__ADS_1


Murei:" kita berkeliling sekolahan aja dulu... Nanti kalo ada salah satu guru, ayo kita tanyain"


Rayen dan selma pun hanya menganggukan kepalanya saja dan mereka pun lansung berlari mengelilingi sekolahan. Disaat mereka melewati ruang lab kimia, mereka mendapati seorang guru yang tengah bersembunyi...


Rayen:" eh.. Itu bukannya bu erna" sambil menujuk keatah bu erna yang sedang duduk terdiam dikursinya


Selma:" eh iya tuh bu erna"


Mereka pun lansung masuk kedalam lab kimia dan lansung mendatangi bu erna...


Rayen:" bu erna"


Bu erna pun lansung terkejut...


Bu erna:" ah.. Selma murei rayen..., kalian nggak apa apa kan" sambil membelai rambut rayen dan selma


Rayen:" iya bu, kami nggak apa apa"


Bu erna:" dimana vitry sama dio"


Murei:" mereka sudah dibawa sama gadis misteri itu"


Bu erna:"yaudah kalian disini saja.., disini pasti aman"


Selma:" iya bu"


Rayen:" bu"


Bu erna:" iya rayen ada apa"


Rayen:" rayen tanya... Apa ibu pernah punya murid yang bernama sonya firsilyah"

__ADS_1


Bu erna:" iya, itu murid ibu 2 tahun yang lalu, tapi dia sudah meninggal dunia. Waktu terakhir ibu melihatnya saat sekolah sudah sepi dan dia menangis dipojok kelasnya, kelasnya sekarang adalah kelas kalian"


__ADS_2